IHSG Menguat di Awal Pekan Ikuti Bursa Asia, Analis Prediksi Konsolidasi di Area 9.000
- Antara
Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (9/1/2026), sentimen global juga ditopang oleh penguatan bursa saham Eropa. Sejumlah indeks utama di kawasan tersebut ditutup menguat, di antaranya indeks Euro Stoxx 50 naik 0,77 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,80 persen, DAX Jerman naik 0,53 persen, dan CAC Prancis melonjak 1,44 persen.
Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street juga kompak menguat pada perdagangan Jumat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen dan ditutup di level 49.504,07. Indeks S&P 500 menguat 0,65 persen ke posisi 6.966,28, sementara Nasdaq Composite mencatat penguatan paling tinggi sebesar 1,02 persen dan berakhir di level 25.766,26.
Penguatan Wall Street tersebut turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia pada awal pekan. Sejumlah indeks utama di kawasan Asia tercatat bergerak naik pada perdagangan Senin pagi.
Di Jepang, indeks Nikkei melonjak 1,61 persen ke level 51.939,89. Indeks Shanghai Composite di China menguat 0,22 persen ke posisi 4.129,57. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,24 persen ke level 26.295,00, dan indeks Straits Times Singapura menguat 0,52 persen ke posisi 4.769,47.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham kawasan Asia masih mendapat dukungan sentimen global, meskipun ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter global masih membayangi. Investor cenderung bersikap selektif dengan memperhatikan rilis data ekonomi dan laporan kinerja emiten.
Dengan IHSG yang mendekati level psikologis 9.000, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati potensi volatilitas. Penguatan di awal pekan dinilai sebagai sinyal positif, namun pergerakan lanjutan masih sangat bergantung pada sentimen global dan domestik yang berkembang dalam beberapa hari ke depan. (ant/nsp)
Load more