News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IHSG Menguat di Awal Pekan Ikuti Bursa Asia, Analis Prediksi Konsolidasi di Area 9.000

IHSG menguat di awal pekan mengikuti bursa Asia. Analis prediksi IHSG konsolidasi di kisaran 8.860–9.000 sambil cermati data global.
Senin, 12 Januari 2026 - 11:07 WIB
Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan. Pada Senin pagi, 12 Januari 2026, IHSG bergerak naik seiring sentimen positif dari bursa saham kawasan Asia yang kompak berada di zona hijau.

IHSG dibuka menguat 55 poin atau naik 0,62 persen ke level 8.991,75. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 4,50 poin atau 0,52 persen ke posisi 872,53. Penguatan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan saham regional maupun global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai, meskipun IHSG dibuka menguat, pergerakan indeks masih berpotensi bergerak terbatas dalam fase konsolidasi. Menurutnya, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 8.860 hingga 9.000 sepanjang pekan ini, selama belum mampu ditutup secara konsisten di atas level psikologis 9.000.

“Diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860–9.000 pada pekan ini, selama tidak ditutup di atas level 9.000,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.

Dari sentimen global, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data nonfarm payrolls (NFP) AS pada Desember 2025 tercatat hanya bertambah 50 ribu tenaga kerja, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 73 ribu. Perlambatan tersebut memunculkan kembali ekspektasi pasar terhadap peluang penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini.

Meski demikian, tingkat pengangguran AS justru tercatat turun menjadi 4,4 persen dari sebelumnya 4,5 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi perlambatan penambahan tenaga kerja, pasar tenaga kerja AS masih relatif solid dan ekonomi Negeri Paman Sam dinilai belum berada dalam tekanan berat.

Pelaku pasar global juga akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat pada pekan ini. Selain itu, sejumlah bank besar AS dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal IV-2025, yang menandai dimulainya musim laporan kinerja atau earning season di Wall Street. Laporan kinerja emiten keuangan tersebut kerap menjadi indikator awal arah pasar saham global.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen domestik. Selain perkembangan geopolitik global dan aksi korporasi emiten, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi nasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah data penjualan ritel (retail sales) yang dirilis pada Senin ini dan dapat memberikan gambaran daya beli masyarakat.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (9/1/2026), sentimen global juga ditopang oleh penguatan bursa saham Eropa. Sejumlah indeks utama di kawasan tersebut ditutup menguat, di antaranya indeks Euro Stoxx 50 naik 0,77 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,80 persen, DAX Jerman naik 0,53 persen, dan CAC Prancis melonjak 1,44 persen.

Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street juga kompak menguat pada perdagangan Jumat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen dan ditutup di level 49.504,07. Indeks S&P 500 menguat 0,65 persen ke posisi 6.966,28, sementara Nasdaq Composite mencatat penguatan paling tinggi sebesar 1,02 persen dan berakhir di level 25.766,26.

Penguatan Wall Street tersebut turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia pada awal pekan. Sejumlah indeks utama di kawasan Asia tercatat bergerak naik pada perdagangan Senin pagi.

Di Jepang, indeks Nikkei melonjak 1,61 persen ke level 51.939,89. Indeks Shanghai Composite di China menguat 0,22 persen ke posisi 4.129,57. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,24 persen ke level 26.295,00, dan indeks Straits Times Singapura menguat 0,52 persen ke posisi 4.769,47.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham kawasan Asia masih mendapat dukungan sentimen global, meskipun ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter global masih membayangi. Investor cenderung bersikap selektif dengan memperhatikan rilis data ekonomi dan laporan kinerja emiten.

Dengan IHSG yang mendekati level psikologis 9.000, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati potensi volatilitas. Penguatan di awal pekan dinilai sebagai sinyal positif, namun pergerakan lanjutan masih sangat bergantung pada sentimen global dan domestik yang berkembang dalam beberapa hari ke depan. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dear Cewek, Pahami Aturan Dasar Sepak Bola Ini biar Makin Seru Pas Nonton Piala Dunia 2026

Dear Cewek, Pahami Aturan Dasar Sepak Bola Ini biar Makin Seru Pas Nonton Piala Dunia 2026

Kini, semakin banyak perempuan yang ikut merasakan demam dan merasa antusias untuk menonton Piala Dunia 2026. Yuk, pahami aturan-aturan berikut ini, ladies!
Soal Dugaan Penerimaan Uang Rp30 Miliar, Dedi Congor Berpeluang Diperiksa KPK Lagi

Soal Dugaan Penerimaan Uang Rp30 Miliar, Dedi Congor Berpeluang Diperiksa KPK Lagi

KPK membuka peluang memeriksa kembali mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda Ahmad Dedi alias Dedi Congor. 
KPK Periksa PNS Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang, Tinggal Satu Tersangka di Tahap Penyidikan

KPK Periksa PNS Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang, Tinggal Satu Tersangka di Tahap Penyidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang saksi yakni Pegawai Negara Sipil (PNS) Bea Cukai, Akhmad Fikri Yahmani terkait kasus dugaan suap importasi barang. 
Ramalan Weton 18 Juni 2026: 5 Weton Berkalung Untung vs 5 Weton Rentan Buntung

Ramalan Weton 18 Juni 2026: 5 Weton Berkalung Untung vs 5 Weton Rentan Buntung

Berikut sepuluh weton yang diprediksi mengalami nasib baik dan buruk esok hari tanggal 18 Juni 2026.
Ramalan Finansial Weton 18 Juni 2026: 5 Weton Banjir Rezeki vs 5 Weton Rawan Boncos, yang Mana Nasib Anda Besok?

Ramalan Finansial Weton 18 Juni 2026: 5 Weton Banjir Rezeki vs 5 Weton Rawan Boncos, yang Mana Nasib Anda Besok?

Buatkan artikel dengan panjang 400 tentang ramalan 10 weton yang akan mengalami penurunan dan kenaikan dalam hal finansial pada tanggal 18 Juni 2026. Bedakan dari sebelumnya
Sambangi UAS di Riau, Mardiono Bawa Misi Kenegaraan dan Perjuangan Politik

Sambangi UAS di Riau, Mardiono Bawa Misi Kenegaraan dan Perjuangan Politik

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan sekaligus Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, mengadakan pertemuan khusus dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (17/6). 

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR RI menggelar Rapat RDPU bersama para kepala desa dan perangkat desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kemuning, Indragiri Hilir, Riau.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Kepolisian Resor Dumai berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial Nursafika (30), yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah pondok kawasan kebun Taman Wisata Alam (TWA), Jalan Abdul Rabkhan, RT 006, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT