Harga Saham BBCA Turun ke Rp7.600, BBCA Tetap Jadi Fokus Investor di Tengah Pelemahan IHSG
- Istimewa
Sentimen Global Tekan IHSG dan BBCA
Dari sisi global, pasar mencermati perkembangan geopolitik Amerika Serikat dan Eropa, meskipun ketegangan dilaporkan mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif tambahan terhadap Eropa.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pekan depan, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen. Sentimen ini turut memengaruhi pergerakan IHSG dan saham BBCA dalam jangka pendek.
Dari kawasan Asia, pasar menunggu data inflasi Jepang Desember 2025 yang diperkirakan melambat ke level 2,7 persen secara tahunan, serta keputusan Bank of Japan (BoJ) terkait suku bunga yang diperkirakan tetap di 0,75 persen.
Bursa Global Menguat, IHSG dan BBCA Masih Tertekan
Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), bursa Eropa dan Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,63 persen, S&P 500 menguat 0,55 persen, dan Nasdaq naik 0,76 persen. Namun, sentimen positif global tersebut belum sepenuhnya tercermin di pasar saham domestik, termasuk pada pergerakan harga saham BBCA hari ini.
Di kawasan Asia, bursa bergerak bervariasi. Indeks Nikkei menguat 0,34 persen, Shanghai naik 0,15 persen, sementara Hang Seng melemah 0,34 persen. Pergerakan ini turut memengaruhi sentimen investor di BEI, termasuk terhadap BBCA.
Investor Disarankan Pantau Saham BBCA Secara Real-Time
Pelaku pasar diimbau untuk terus memantau pergerakan saham BBCA, terutama di tengah kondisi IHSG yang masih fluktuatif. Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti sentimen global, data ekonomi, dan dinamika pasar domestik.
Meski BBCA hari ini mengalami koreksi, saham Bank Central Asia tersebut tetap menjadi salah satu pilihan utama investor karena fundamental kuat, kinerja stabil, serta posisi dominan di sektor perbankan nasional. Dengan karakter defensifnya, BBCA dinilai masih relevan sebagai saham unggulan dalam portofolio jangka menengah hingga panjang. (nsp)
Load more