Harga Emas Dunia Turun Tajam, Warga Singapura Justru Antre Panjang Beli Emas
- Antara Foto
Pada satu titik, harga emas sempat turun lebih dari seperlima dari rekor tertinggi pekan sebelumnya. Meski demikian, investor ritel di Singapura dan Australia justru memanfaatkan koreksi harga sebagai momentum membeli, bukan menjual.
Para analis menilai perilaku ini menunjukkan ketahanan permintaan ritel terhadap emas fisik, terutama di tengah ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap nilai mata uang.
Optimisme Harga Emas Masih Kuat
Sejumlah investor tampaknya bertaruh bahwa faktor utama yang mendorong kenaikan emas belum sepenuhnya hilang. Ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta kecenderungan investor menghindari aset berisiko dinilai masih menjadi penopang utama harga emas ke depan.
Deutsche Bank AG dalam catatan terbarunya bahkan mempertahankan proyeksi harga emas dapat menembus USD 6.000 per troy ounce dalam jangka menengah, meskipun saat ini pasar sedang mengalami koreksi tajam.
Di Singapura, kondisi ini tercermin dari habisnya stok emas batangan di sejumlah titik penjualan resmi. Banyak pembeli mengaku datang tanpa rencana awal, namun tertarik membeli karena harga yang sedang turun signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Emas Fisik Masih Jadi Pilihan Utama
Fenomena antrean panjang di Singapura menegaskan bahwa emas fisik tetap menjadi pilihan utama investor ritel, terutama saat harga terkoreksi. Kemampuan menyimpan aset secara langsung dinilai memberikan rasa aman lebih besar di tengah volatilitas pasar global.
Meski harga emas dunia sedang melemah, minat beli yang tinggi menunjukkan bahwa logam mulia masih dipandang sebagai aset lindung nilai utama, terutama ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik belum menunjukkan tanda mereda. (nsp)
Load more