News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Emas Dunia Turun Tajam, Warga Singapura Justru Antre Panjang Beli Emas

Harga emas dunia turun lebih dari 3 persen, namun warga Singapura justru berbondong-bondong membeli emas hingga stok habis di bank dan toko emas.
Selasa, 3 Februari 2026 - 10:05 WIB
Wah! Bank Sentral Polandia Beli 100 Ton Emas di 2024, Negara Ini Jadi Pembeli Emas Terbesar Dunia
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.comHarga emas dunia melemah tajam pada perdagangan terbaru, namun kondisi tersebut justru dimanfaatkan warga Singapura untuk memborong emas batangan. Pada Selasa (3/2/2026), antrean panjang terlihat di sejumlah bank dan gerai emas di Negeri Singa, menunjukkan tingginya minat beli investor ritel meski harga global sedang terkoreksi.

Berdasarkan penutupan perdagangan di New York, Amerika Serikat, harga emas turun 3,15 persen atau 163,65 poin ke level USD 4.730,58 per troy ounce. Penurunan ini menjadi pembalikan arah setelah emas mencatat reli kuat sepanjang bulan lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, situasi di Singapura justru berbanding terbalik. Para pembeli memadati ruang transaksi emas batangan di kantor pusat United Overseas Bank (UOB), satu-satunya bank milik negara yang menyediakan layanan pembelian emas fisik bagi investor ritel.

Antrean Panjang di Bank hingga Toko Emas

Sejak pagi, antrean sudah mengular di kantor pusat UOB. Banyak nasabah datang tanpa pre-order dan harus menunggu berjam-jam untuk dilayani. Sejumlah produk emas batangan bahkan dilaporkan habis terjual sebelum siang hari.

“Saya datang karena harga emas turun hari ini,” ujar Ng Beng Choo, seorang pensiunan berusia 70-an tahun. Ia tiba di bank sekitar pukul 09.30 pagi, namun baru dipanggil lebih dari enam jam kemudian.

Pihak UOB memasang pengumuman di area kantor pusat yang menyebutkan bahwa seluruh tiket antrean pembelian emas telah habis karena permintaan yang sangat tinggi. Produk emas batangan merek MKS PAMP SA, salah satu produsen ternama dunia, juga dilaporkan ludes terjual.

Fenomena serupa juga terjadi di Australia. Di Sydney, antrean pembeli emas terlihat mengular hingga ke jalan di depan gerai ABC Bullion dekat Martin Place.

“Saya kehilangan banyak uang pada Jumat, tapi besok adalah hari yang baru,” kata Alex, pria berusia 20-an tahun yang ikut mengantre untuk membeli emas batangan.

Harga Turun, Minat Beli Justru Naik

Harga emas global sebelumnya melonjak sepanjang Januari 2026, dipicu ketegangan geopolitik serta ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat, termasuk sikap Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve (The Fed). Namun, reli tersebut berbalik arah sejak Jumat (30/1) lalu dan terus melemah hingga perdagangan Selasa.

Pada satu titik, harga emas sempat turun lebih dari seperlima dari rekor tertinggi pekan sebelumnya. Meski demikian, investor ritel di Singapura dan Australia justru memanfaatkan koreksi harga sebagai momentum membeli, bukan menjual.

Para analis menilai perilaku ini menunjukkan ketahanan permintaan ritel terhadap emas fisik, terutama di tengah ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap nilai mata uang.

Optimisme Harga Emas Masih Kuat

Sejumlah investor tampaknya bertaruh bahwa faktor utama yang mendorong kenaikan emas belum sepenuhnya hilang. Ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta kecenderungan investor menghindari aset berisiko dinilai masih menjadi penopang utama harga emas ke depan.

Deutsche Bank AG dalam catatan terbarunya bahkan mempertahankan proyeksi harga emas dapat menembus USD 6.000 per troy ounce dalam jangka menengah, meskipun saat ini pasar sedang mengalami koreksi tajam.

Di Singapura, kondisi ini tercermin dari habisnya stok emas batangan di sejumlah titik penjualan resmi. Banyak pembeli mengaku datang tanpa rencana awal, namun tertarik membeli karena harga yang sedang turun signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Emas Fisik Masih Jadi Pilihan Utama

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena antrean panjang di Singapura menegaskan bahwa emas fisik tetap menjadi pilihan utama investor ritel, terutama saat harga terkoreksi. Kemampuan menyimpan aset secara langsung dinilai memberikan rasa aman lebih besar di tengah volatilitas pasar global.

Meski harga emas dunia sedang melemah, minat beli yang tinggi menunjukkan bahwa logam mulia masih dipandang sebagai aset lindung nilai utama, terutama ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik belum menunjukkan tanda mereda. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah
Tak Puas Cetak Sejarah Hanya dengan Lolos Semifinal Piala Asia Futsal, Hector Suoto Berambisi Kalahkan Jepang

Tak Puas Cetak Sejarah Hanya dengan Lolos Semifinal Piala Asia Futsal, Hector Suoto Berambisi Kalahkan Jepang

Menyingkirkan Vietnam, Timnas Futsal Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menembus empat besar Piala Asia Futsal
Cristiano Ronaldo Unhappy di Al Nassr Gara-gara PIF, Memungkinkan Balik Lagi ke Manchester United?

Cristiano Ronaldo Unhappy di Al Nassr Gara-gara PIF, Memungkinkan Balik Lagi ke Manchester United?

Muncul spekulasi lama yang kembali mencuat: mungkinkah Cristiano Ronaldo pulang ke Manchester United untuk ketiga kalinya? Isu ini bukan sekadar gosip biasa
Askrindo Gelar Kampanye Budaya BCMS, Siap Hadapi Risiko Force Majeure

Askrindo Gelar Kampanye Budaya BCMS, Siap Hadapi Risiko Force Majeure

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar Kampanye Budaya Business Continuity Management System (BCMS) yang digelar di Graha Askrindo, Jakarta, Selasa (4/2/2026). 
PERSI Minta Rumah Sakit di Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Mutu Layanan Kepada Masyarakat

PERSI Minta Rumah Sakit di Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Mutu Layanan Kepada Masyarakat

Pesatnya perkembangan alat kesehatan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi rumah sakit (RS) di Indonesia untuk meningkatkan akurasi, efisien, dan kenyamanan layanan kepada masyarakat.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT