News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Rabu, 4 Februari 2026 - 14:34 WIB
Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Shangri-La Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, membeberkan besarnya tantangan sekaligus peluang strategis Indonesia dalam menghadapi transisi energi global, khususnya seiring lonjakan kebutuhan listrik akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center).

Dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Shangri-La Jakarta, Rabu (4/2/2026), Anindya menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya pikir ini juga merupakan kisah transisi energi. Saya pikir teman saya di sini dari LSE menyebutkan bahwa AI dan oleh karena itu pusat data (data center) adalah hal yang besar,” ujar Anindya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan listrik untuk menopang perkembangan AI dan pusat data dalam beberapa dekade ke depan akan melonjak tajam, bahkan mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami memperkirakan bahwa dalam 25 hingga 35 tahun ke depan menuju Net Zero, kita membutuhkan sekitar 100 gigawatt daya untuk pusat data saja,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Anindya menilai langkah PT PLN (Persero) yang memulai program penambahan kapasitas pembangkit sebesar 75 gigawatt menjadi sinyal penting keseriusan Indonesia dalam transisi energi.

“Jadi, bahwa PLN sedang memulai program 75 gigawatt, di mana 75 persen di antaranya berasal dari energi terbarukan, adalah hal yang besar. Dan saya rasa kita sangat mendukung hal itu,” tegasnya.

Tak hanya itu, Anindya juga menyoroti kebutuhan energi dalam skala jauh lebih besar untuk mendukung hilirisasi mineral kritis dan pengembangan energi surya nasional. Ia memperkirakan kebutuhan energi surya Indonesia dalam jangka panjang mencapai ratusan gigawatt.

“Dan juga untuk beranjak dari ini, Anda tahu, hilirisasi mineral kritis jika saya melompat kembali, kita membutuhkan sekitar 500 gigawatt mungkin dalam 25 hingga 35 tahun ke depan untuk energi surya,” ungkap Anindya.

Menurutnya, ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri, termasuk silika, membuka peluang industri yang sangat besar bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok global energi bersih.

“Dan oleh karena itu, dengan silika yang dimiliki di dalam negeri, sumber daya alam juga, itu adalah peluang yang sangat, sangat besar bagi kita semua untuk memulainya,” ujarnya.

Anindya juga menempatkan transisi energi dalam kerangka geopolitik global. Ia menilai isu energi bersih kini menjadi ajang persaingan pengaruh antara negara-negara adidaya.

“Dan terakhir, dari sisi geopolitik, menurut saya ini adalah geopolitik dalam bentuk terbaiknya,” kata Anindya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam berbagai forum internasional, seperti Davos, APEC, hingga G20, arah kepemimpinan global dalam transisi energi semakin terlihat jelas.

“Ketika Anda pergi ke forum internasional, entah itu Davos, entah itu dalam bilateral seperti APEC atau G20, Anda sudah bisa merasakan dari dua negara adidaya, negara adidaya mana yang benar-benar banyak bicara tentang transisi energi ini,” ujarnya.

Anindya menilai saat ini Tiongkok tampil lebih dominan dalam narasi dan implementasi transisi energi dibandingkan Amerika Serikat.

“Dan tentu saja dalam hal ini, di antara AS dan Tiongkok, saat ini adalah Tiongkok,” tegasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi Indonesia dalam memainkan peran geopolitik energi secara cermat, termasuk membuka kolaborasi pendanaan dari kawasan Timur Tengah.

“Jadi Indonesia harus berpikir sangat hati-hati bagaimana memainkan permainan ini, sementara di saat yang sama melibatkan orang-orang dari Timur Tengah untuk mendukung kita, misalnya dalam hal pendanaan,” ujarnya.

Di tengah besarnya kebutuhan investasi, Anindya menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Danantara, yang dinilainya krusial untuk menarik investor global.

“Nah, hal ini pada akhirnya ingin saya katakan, saya sangat mendukung inisiatif dari pemerintah dan Presiden dengan Danantara, karena inisiatif ini benar-benar menarik masuk (crowd in) para investor,” kata Anindya.

Ia menegaskan bahwa skema tersebut penting untuk menekan risiko investasi di sektor energi, mengingat kebutuhan pendanaan yang sangat besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan setidaknya ini adalah cara untuk mengurangi risiko (de-risk) bagi banyak investor yang masuk karena kita butuh banyak uang,” pungkasnya.

Anindya menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya agenda lingkungan, melainkan medan pertarungan ekonomi, teknologi, dan geopolitik yang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta kekuatan global ke depan. (agr/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wagub Babel Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Polisi Tak Lakukan Penahanan Hanya Lakukan Pemeriksaan

Wagub Babel Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Polisi Tak Lakukan Penahanan Hanya Lakukan Pemeriksaan

Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana kembali diperiksa sebagai tersangka dalam kasus penggunaan ijazah palsu, di Bareskrim Polri, Kamis (5/2/2026).
Mulai Konsistenkan Shalat Dhuha Yuk! Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Rinci Manfaat dan  3 Pembagian Waktu Dhuha

Mulai Konsistenkan Shalat Dhuha Yuk! Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Rinci Manfaat dan 3 Pembagian Waktu Dhuha

Yuk mulai konsistenkan shalat Dhuha, begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang manfaat dan 3 pembagian waktu Dhuha.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
DPR RI Sebut Warung Madura Dianaktirikan soal Perlindungan Konsumen

DPR RI Sebut Warung Madura Dianaktirikan soal Perlindungan Konsumen

DPR menilai perlindungan konsumen di Indonesia belum adil, karena negara lebih melindungi ritel besar. Sementara warung Madura atau rakyat dituntut patuh tanpa diberi pembinaan yang setara.
Bikin Miris! Sejumlah Oknum Bea Cukai Diduga KPK Dapat "Setoran" Rp7 Miliar Per Bulan

Bikin Miris! Sejumlah Oknum Bea Cukai Diduga KPK Dapat "Setoran" Rp7 Miliar Per Bulan

Sejumlah oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerima Rp7 miliar sebagai’ jatah’ bulanan dari PT Blueray Cargo usai meloloskan barang impor kualitas KW agar mudah masuk ke Indonesia.
Viral Aksi Pencurian Emas 125 Gram dan Ponsel Milik Warga di Rusun Kebon Kacang, Polisi Ungkap Faktanya

Viral Aksi Pencurian Emas 125 Gram dan Ponsel Milik Warga di Rusun Kebon Kacang, Polisi Ungkap Faktanya

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi pencurian yang dilakukan oleh seorang pria di Rusun Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Trending

Pacitan Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,4

Pacitan Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,4

Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa berkekuatan magnitude (M) 6,4, Jumat (6/2/2026) dini hari.
Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar membagikan kisah di balik caranya membangun kedekatan emosional dengan para pemain asing Maung Bandung. Sosok yang akrab ...
Bikin Miris! Sejumlah Oknum Bea Cukai Diduga KPK Dapat "Setoran" Rp7 Miliar Per Bulan

Bikin Miris! Sejumlah Oknum Bea Cukai Diduga KPK Dapat "Setoran" Rp7 Miliar Per Bulan

Sejumlah oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerima Rp7 miliar sebagai’ jatah’ bulanan dari PT Blueray Cargo usai meloloskan barang impor kualitas KW agar mudah masuk ke Indonesia.
Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Timnas Futsal Indonesia kembali menunjukkan performa luar biasa di Piala Asia Futsal 2026. Pasukan racikan Hector Souto sukses menumbangkan raksasa Asia, Jepang
Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman hujan ekstrem di Indonesia berpotensi terjadi semakin sering dan bahkan bisa menjadi normal baru akibat perubahan iklim.
Fix! Ronaldo Mogok Main Lagi di Laga Al Nassr vs Al Ittihad 7 Februari 2026

Fix! Ronaldo Mogok Main Lagi di Laga Al Nassr vs Al Ittihad 7 Februari 2026

Sayang seribu sayang, Cristiano Ronaldo dikabarkan tetap melakukan aksi mogok bermain di laga Al Nassr vs Al Ittihad pada 7 Februari 2026 mendatang. Kenapa?
Sergio Castel Dulu di Malaga Digaji Fantatis, Berapa Kira-kira di Persib Bandung?

Sergio Castel Dulu di Malaga Digaji Fantatis, Berapa Kira-kira di Persib Bandung?

Persib Bandung resmi menambah amunisi di sektor penyerangan dengan mendatangkan striker asal Spanyol Sergio Castel guna menghadapi putaran kedua Super League -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT