News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BEI Respons FTSE Russell Tunda Index Review Indonesia Maret 2026, Ini Penjelasannya

BEI buka suara soal FTSE Russell menunda Index Review Indonesia Maret 2026. Bursa sebut FTSE dukung reformasi pasar modal yang sedang berjalan.
Selasa, 10 Februari 2026 - 12:43 WIB
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Jakarta, tvOnenews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan resmi terkait keputusan penyedia indeks global FTSE Russell yang menunda pelaksanaan Index Review Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026. Penundaan tersebut dilakukan di tengah proses reformasi pasar modal yang sedang berlangsung di Tanah Air.

Pelaksana Jabatan Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa FTSE Russell justru memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pembenahan yang tengah dijalankan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam pertemuan kami dengan FTSE kemarin dapat kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO. Mereka menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan. Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE,” ujar Jeffrey.

Ia juga menegaskan bahwa FTSE Russell tidak menyampaikan kekhawatiran terkait klasifikasi negara (country classification) Indonesia. Artinya, penundaan Index Review ini tidak berkaitan dengan status pasar modal Indonesia di mata global, melainkan murni pertimbangan teknis dalam pelaksanaan reformasi.

Alasan FTSE Russell Menunda Index Review

FTSE Russell menjelaskan bahwa keputusan penundaan diambil berdasarkan masukan dari External Advisory Committees. Mereka menilai terdapat potensi peningkatan turnover serta ketidakpastian dalam penentuan persentase free float saham di tengah implementasi reformasi pasar modal Indonesia.

Atas dasar tersebut, FTSE Russell menggunakan ketentuan Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeksnya untuk menunda Index Review Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026.

Penyedia indeks global tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan implementasi reformasi pasar modal Indonesia. Pembaruan selanjutnya dijadwalkan akan disampaikan menjelang pengumuman FTSE Global Equity Index Series (GEIS) kuartalan Juni 2026, yang rencananya diumumkan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Dampak terhadap Saham Indonesia

Dengan penundaan ini, sejumlah aksi korporasi yang berkaitan dengan saham Indonesia di dalam indeks FTSE Russell untuk sementara tidak akan diimplementasikan. Aksi tersebut meliputi:

  • Penambahan saham baru, termasuk IPO

  • Penghapusan saham akibat hasil index review

  • Perubahan segmen kapitalisasi

  • Perubahan jumlah saham beredar

  • Perubahan bobot investabilitas

  • Rights issue yang diasumsikan dijual

Namun, FTSE Russell memastikan bahwa beberapa aksi korporasi tetap akan berjalan seperti biasa, antara lain:

  • Penghapusan saham akibat merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting

  • Aksi tanpa penambahan modal seperti stock split, konsolidasi, pembagian saham bonus

  • Spin-off wajib

  • Pembagian dividen reguler dan dividen spesial

Dengan demikian, aktivitas pasar yang bersifat struktural dan korporasi tetap berlangsung, sementara penyesuaian berbasis review indeks ditunda hingga kondisi reformasi dinilai lebih stabil.

BEI: Tidak Berpengaruh ke Country Classification

Jeffrey Hendrik kembali menekankan bahwa FTSE Russell tidak mengaitkan keputusan ini dengan klasifikasi pasar Indonesia. FTSE juga menyampaikan bahwa pengumuman klasifikasi negara ekuitas berikutnya tetap akan dilakukan sesuai jadwal, yakni pada 7 April 2026.

“FTSE tidak menyampaikan kekhawatiran terkait country classification,” ujar Jeffrey menegaskan.

Hal ini menjadi penting karena klasifikasi negara sangat berpengaruh terhadap arus dana investor global. Dengan tidak adanya perubahan status, BEI memastikan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia tetap terjaga.

Sejalan dengan Reformasi Pasar Modal

Penundaan ini terjadi di tengah upaya reformasi pasar modal yang tengah dilakukan BEI bersama OJK dan SRO, terutama terkait peningkatan transparansi kepemilikan saham dan akurasi data free float. Reformasi tersebut bertujuan memperkuat tata kelola pasar, meningkatkan likuiditas, serta menyesuaikan standar Indonesia dengan praktik global.

Sebelumnya, penyedia indeks global lainnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI), juga menyampaikan hasil konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham, meski terdapat perbaikan minor pada data free float yang disampaikan BEI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini menunjukkan bahwa reformasi pasar modal Indonesia masih berada dalam fase transisi, yang membutuhkan konsistensi implementasi agar dapat memenuhi ekspektasi lembaga pemeringkat dan penyedia indeks global.

Dengan adanya penundaan Index Review Indonesia oleh FTSE Russell, BEI menilai langkah tersebut justru memberi ruang bagi Indonesia untuk menyempurnakan reformasi pasar modal sesuai timeline yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan bahwa perubahan yang dilakukan dapat diterima oleh investor global secara berkelanjutan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rajin Cetak Gol untuk Timnas Indonesia di SUGBK, Ole Romeny Protes Disebut Hanya Keberuntungan

Rajin Cetak Gol untuk Timnas Indonesia di SUGBK, Ole Romeny Protes Disebut Hanya Keberuntungan

Ole Romeny menegaskan ketajamannya bersama Timnas Indonesia di SUGBK bukan sekadar keberuntungan. Ia menyebut kerja keras dan kepercayaan diri jadi kuncinya.
Finis di Peringkat ke-6, Robi Syianturi Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Marathon Putra di Gelaran Asian Games 2026

Finis di Peringkat ke-6, Robi Syianturi Gagal Persembahkan Medali dari Nomor Marathon Putra di Gelaran Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga atletik nomor Marathon Putra, Robi Syianturi, gagal mempersembahkan medali untuk Merah Putih di gelaran Asian Games 2026 ini.
Wujudkan Transformasi Layanan, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Wujudkan Transformasi Layanan, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dalam ajang penganugerahan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA).
Gagal Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Natasya Beteyob Langsung Alihkan Fokus Hadapi Kualifikasi Olimpiade

Gagal Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Natasya Beteyob Langsung Alihkan Fokus Hadapi Kualifikasi Olimpiade

Lifter putri Indonesia Natasya Beteyob harus mengakhiri perjuangannya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tanpa medali.
Banjir Bandang Solok, Dua Korban Ditemukan Tewas dan Empat Alami Luka-Luka

Banjir Bandang Solok, Dua Korban Ditemukan Tewas dan Empat Alami Luka-Luka

BPPB mengungkapkan total korban tewas akibat banjir bandang di wilayah Arosuka, Kabupaten Solok, yang terjadi pada Senin (21/9/2026) lalu menjadi dua orang.
Turut Berduka Cita, Jokowi Ingat Dedikasi Guruh Soekarnoputra untuk Bangsa Sebelum Meninggal Dunia

Turut Berduka Cita, Jokowi Ingat Dedikasi Guruh Soekarnoputra untuk Bangsa Sebelum Meninggal Dunia

Presiden ke-7 RI, Jokowi mengenang dedikasi Guruh Soekarnoputra, adik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan putra bungsu Soekarno yang meninggal dunia.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT