DPR Sorot Turis Singapura Hanya Belanja Bahan Pokok ke Batam: Hanya Menguntungkan Negara Tetangga!
- Istimewa
Batam,tvOnenews.com -Fenomena kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia meningkat, namun berlangsung singkat hanya diduga untuk membeli bahan pokok di Batam mendapat sorotan parlemen. Komisi VII DPR RI meminta klarifikasi dari pemerintah daerah setempat.
“Kami datang ke Batam secara serius untuk mendiskusikan adanya fenomena banyaknya turis dari Singapura dan Malaysia masuk ke Batam, ternyata mereka datang khusus untuk belanja, datang pagi pulang sore, cuma menginap satu malam,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay di Batam.
Menurut dia, fenomena ini menjadi catatan pihaknya untuk mendorong bagaimana agar wisatawan dari Singapura dan Malaysia itu tidak hanya datang berbelanja bahan pokok, lalu pulang.
Meski di satu sisi fenomena ini baik untuk masyarakat karena ada uang yang dibelanjakan, terlebih selisih mata uang Indonesia dengan Singapura yang cukup jauh menguntungkan bagi warga negara tetangga tersebut tetapi tidak berdampak luas ke masyarakat.
“Ini menjadi catatan Komisi VII bagaimana ini kota nanti dinaikkan pendapatan masyarakatnya bisa lebih bagus dan tidak hanya berputar pada elit para pengusaha saja,” katanya.
“Tapi bagaimana berdampak pada masyarakat kecil termasuk UMKM. Makanya, tadi kami mengundang UMKM untuk memberikan pendapatnya agar bisa bersama-sama mengurus Batam ini,” katanya.
Anggota Komisi VII Bane Raja Manulu khawatir fenomena wisatawan Singapura ke Batam hanya dua hari satu malam itu bukan untuk berwisata, tapi untuk berbelanja bahan pokok di Batam.
Dari paparan Kepala Dinas Pariwisata Kepri yang mengatakan rata-rata wisman membelanjakan uang-nya di Kepri sebesar 226 dolar Amerika. Angka tersebut jika dibulatkan 300 dolar Amerika kurang lebih hanya Rp4,8 juta.
“Kalau dibulatkan 300 dolar Amerika itu cuma Rp4,8 juta, itu sama beli beras, minyak. Dan masyarakat Batam ini berkompetisi dengan Singapura, sementara dari sisi penghasilannya mereka berbeda, UMK Batam Rp5,6 juta, sedangkan warga Singapura belanja Rp5 juta itu sangat wajar,” kata Bane.
Bane berharap fenomena ini menjadi bahan evaluasi oleh Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah agar bisa meningkat rata-rata lama tinggal wisatawan agar lebih dari dua hari, sehingga bisa dibedakan mana yang benar-benar turis atau cuma pergi belanja sembako.
Load more