Rupiah Menguat ke Rp16.831 per Dolar AS, Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan Jadi Sentimen Positif
- Antara
Tekanan tambahan datang dari data ketenagakerjaan AS yang sebelumnya dirilis cukup kuat. Data Non-Farm Payrolls (NFP) menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang jauh di atas perkiraan, sehingga menopang dolar AS agar tidak melemah terlalu dalam.
Artinya, meski inflasi AS melambat, dolar AS masih memiliki penopang dari sisi fundamental ekonomi lainnya.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS dalam waktu dekat.
Rentang tersebut mencerminkan adanya potensi penguatan lanjutan jika dolar AS kembali tertekan, namun juga membuka kemungkinan koreksi jika sentimen negatif domestik mendominasi.
Pelaku pasar kini akan mencermati data ekonomi lanjutan dari AS, termasuk perkembangan inflasi inti dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, serta respons kebijakan moneter dari Bank Indonesia.
Sentimen Global Masih Dominan
Pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir memang sangat dipengaruhi dinamika global, terutama arah kebijakan moneter AS dan kondisi ekonomi global.
Ketika inflasi AS menunjukkan tanda-tanda melandai, pasar cenderung merespons positif karena risiko pengetatan kebijakan moneter ekstrem berkurang. Hal ini biasanya mendorong aliran modal kembali ke pasar negara berkembang.
Namun, investor tetap berhati-hati mengingat volatilitas global masih tinggi. Faktor geopolitik, pergerakan harga komoditas, serta kebijakan fiskal domestik juga berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar.
Untuk sementara, penguatan rupiah di level Rp16.831 per dolar AS menjadi sinyal positif di awal pekan. Meski tipis, pergerakan ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Ke depan, stabilitas rupiah akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara sentimen global dan kondisi fundamental dalam negeri. (nsp)
Load more