Untuk Pertama Kalinya, RI Kirim Beras Haji ke Tanah Suci, Bulog Lepas 2.280 Ton ke Arab Saudi
- Ist
Menurut Ahmad Rizal, kualitas menjadi perhatian utama karena beras tersebut akan dikonsumsi langsung oleh jamaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
“Selama ini jamaah kita mengonsumsi beras impor dari negara lain. Tahun ini kita buktikan bahwa Indonesia mampu memasok sendiri dengan kualitas yang kompetitif,” katanya.
Didukung Koordinasi Lintas Kementerian
Program ekspor beras haji ini tidak berdiri sendiri. Pelaksanaannya melibatkan koordinasi sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Badan Pangan Nasional, guna memastikan aspek regulasi, mutu, hingga kelancaran ekspor berjalan sesuai ketentuan.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat diplomasi pangan sekaligus memperluas pasar beras Indonesia ke luar negeri.
Dipastikan Tak Ganggu Stok Dalam Negeri
Bulog memastikan ekspor ini tidak akan mengganggu ketersediaan beras nasional. Pengiriman dilakukan berdasarkan perencanaan pasokan yang telah memperhitungkan cadangan pemerintah serta proyeksi produksi dalam negeri.
Dengan kata lain, ekspor beras haji bersifat terukur dan tidak mengurangi stabilitas pangan domestik. Pemerintah tetap menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama sebelum membuka ruang ekspor.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia mulai memasuki fase baru sebagai negara yang tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mengekspor produk strategis bernilai tinggi.
Momentum Perkuat Citra Beras Indonesia
Pengiriman beras untuk jamaah haji memiliki makna simbolis sekaligus ekonomis. Selain membuka peluang pasar ekspor, kebijakan ini memperkuat citra beras Indonesia di tingkat global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang memiliki kebutuhan besar terhadap komoditas pangan.
Jika berjalan lancar, skema ini berpotensi menjadi model berkelanjutan untuk musim haji berikutnya, bahkan membuka peluang kontrak dagang reguler.
Ekspor perdana ini juga menjadi bukti bahwa modernisasi sistem logistik pangan nasional mulai menunjukkan hasil, dari pengelolaan cadangan hingga penetrasi pasar internasional.
Dengan keberangkatan 2.280 ton beras menuju Arab Saudi pada akhir Februari nanti, Indonesia tidak hanya mengirim bahan pangan, tetapi juga mengirim pesan bahwa kemandirian pangan kini mulai melangkah ke panggung global. (ant/nsp)
Load more