BNBR Gaspol Right Issue 90 Miliar Saham: Strategi Bakrie & Brothers Pangkas Utang dan Perkuat Modal
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kembali menjadi sorotan pasar. Emiten grup Bakrie ini bersiap melakukan langkah korporasi besar melalui penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue BNBR dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E. Aksi korporasi BNBR ini dinilai krusial untuk memperbaiki struktur keuangan sekaligus memperkuat fundamental usaha perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, BNBR menyebutkan saham baru tersebut akan diterbitkan dengan nilai nominal Rp12 per saham, disertai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Rencana right issue BNBR ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNBR yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026.
Right Issue BNBR Tunggu Lampu Hijau OJK
Manajemen BNBR menegaskan bahwa pelaksanaan PMHMETD atau right issue BNBR baru akan dilakukan setelah Pernyataan Pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, proses right issue BNBR masih menunggu persetujuan regulator sebelum benar-benar dieksekusi di pasar modal.
Mengacu pada prospektus PMHMETD BNBR, seluruh dana hasil right issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk sejumlah kepentingan strategis. Fokus utamanya adalah pembayaran kewajiban BNBR dan/atau anak usaha kepada kreditur, serta penguatan modal kerja dan pengembangan usaha.
Dana Right Issue BNBR Mengalir ke Anak Usaha
Tak hanya untuk induk usaha, dana right issue BNBR juga akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis anak perusahaan. Salah satu yang disorot adalah PT Cibitung Cimanggis Tollways (CCT), entitas yang bergerak di sektor infrastruktur jalan tol.
Manajemen BNBR menilai suntikan modal melalui right issue ini akan memberikan ruang gerak lebih luas bagi grup usaha Bakrie & Brothers, terutama dalam menjaga keberlanjutan proyek strategis dan memperkuat operasional bisnis yang sudah berjalan.
Manajemen Optimistis Right Issue BNBR Dongkrak Kinerja
Manajemen Perseroan menyatakan optimisme tinggi terhadap dampak positif right issue BNBR. Penambahan modal diyakini mampu memperbaiki kinerja keuangan, memperkuat struktur permodalan, serta meningkatkan daya saing operasional BNBR.
Dengan struktur modal yang lebih sehat, BNBR dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melakukan ekspansi usaha secara selektif. Dalam jangka menengah hingga panjang, langkah ini diharapkan berdampak positif terhadap laba BNBR dan memberikan imbal hasil investasi yang lebih baik bagi para pemegang saham.
Risiko Dilusi Saham BNBR Perlu Dicermati
Meski menjanjikan perbaikan fundamental, right issue BNBR juga membawa konsekuensi bagi pemegang saham lama. Bagi investor yang tidak mengeksekusi HMETD, kepemilikan sahamnya berpotensi terdilusi hingga maksimal 33,33 persen setelah right issue BNBR dilaksanakan.
Manajemen BNBR mengingatkan bahwa pemegang saham perlu mencermati haknya masing-masing agar tidak mengalami penurunan porsi kepemilikan secara signifikan.
Rasio Utang BNBR Turun Tajam Usai Right Issue
Salah satu poin paling menarik dari rencana right issue BNBR adalah perbaikan signifikan rasio keuangan. Berdasarkan simulasi manajemen, sejumlah indikator utama BNBR diproyeksikan membaik secara substansial.
Pertama, rasio total pinjaman terhadap total aset BNBR diperkirakan turun dari 84,28 persen sebelum PMHMETD menjadi sekitar 67,9 persen setelah right issue BNBR. Penurunan ini menunjukkan porsi aset BNBR yang dibiayai ekuitas akan semakin besar.
Kondisi tersebut memberikan dampak positif bagi pemegang saham karena kontribusi kinerja aset terhadap ekuitas menjadi lebih optimal. Selain itu, BNBR akan memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi untuk melakukan ekspansi atau menarik pendanaan eksternal jika diperlukan.
Rasio Utang terhadap Ekuitas BNBR Ikut Membaik
Perbaikan juga terlihat pada rasio total pinjaman terhadap total ekuitas BNBR. Sebelum PMHMETD, rasio ini tercatat sangat tinggi, yakni 536,02 persen. Setelah right issue BNBR, rasio tersebut diproyeksikan turun drastis menjadi 211,57 persen.
Penurunan ini mencerminkan meningkatnya porsi ekuitas BNBR dibandingkan kewajiban, sehingga struktur permodalan perseroan menjadi lebih seimbang. Bagi pasar, rasio ini sering menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan keuangan dan risiko sebuah emiten.
Langkah Strategis BNBR di Tengah Tekanan Bisnis
Aksi right issue BNBR dinilai sebagai langkah strategis di tengah tekanan ekonomi dan tantangan pembiayaan yang masih dihadapi sektor korporasi. Dengan memperkuat ekuitas dan menurunkan beban utang, BNBR berupaya menata ulang fondasi bisnis agar lebih berkelanjutan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati respons investor terhadap right issue BNBR ini, termasuk tingkat partisipasi pemegang saham lama dalam mengeksekusi HMETD. Keberhasilan aksi korporasi ini akan menjadi penentu arah kinerja saham BNBR sekaligus masa depan ekspansi grup Bakrie & Brothers. (nsp)
Load more