News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Arab Saudi Batasi Impor Unggas, RI Perketat Standar Kesehatan Hewan Demi Jaga Pasar Ekspor

Arab Saudi batasi impor unggas, Indonesia perketat standar kesehatan hewan dan biosekuriti demi jaga ekspor dan kepercayaan pasar global.
Jumat, 27 Februari 2026 - 11:57 WIB
ilustrasi ekspor-impor
Sumber :
  • Tim tvOne/Gani

Mataram, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia merespons kebijakan pembatasan impor unggas oleh Arab Saudi dengan memperketat standar kesehatan hewan dan pengawasan biosekuriti nasional. Langkah ini dinilai bukan sekadar reaksi defensif, melainkan strategi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global produk peternakan.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan bahwa penguatan sistem kesehatan hewan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pasar internasional. Hal ini menyusul kebijakan Arab Saudi yang membatasi impor unggas dan telur dari sejumlah negara pemasok, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan bahwa kebijakan sanitari tersebut harus dilihat sebagai peluang strategis untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

“Penguatan sistem kesehatan hewan adalah fondasi utama kepercayaan pasar internasional. Karena itu, kami memastikan biosekuriti, surveilans penyakit, serta penerapan sistem zoning dan kompartemen dijalankan sebagai standar nasional,” ujar Agung, Jumat (27/2/2026).

Pembatasan Arab Saudi dan Respons Pemerintah

Sebagai langkah kehati-hatian kesehatan, Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menerapkan pembatasan impor unggas dan telur dari sejumlah negara. Kebijakan ini merupakan praktik umum dalam perdagangan ternak global yang berbasis risiko penyakit hewan menular.

Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu negara yang masuk dalam daftar pembatasan impor unggas oleh Arab Saudi. Meski demikian, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi sistem kesehatan hewan nasional secara keseluruhan.

Pemerintah menilai langkah Arab Saudi sebagai bagian dari proses teknis perdagangan veteriner internasional. Oleh karena itu, Indonesia memilih menjadikannya momentum untuk memperkuat kredibilitas sistem kesehatan hewan sekaligus kesiapan ekspor produk peternakan.

Diplomasi Veteriner dan Hilirisasi Produk

Dalam menghadapi dinamika tersebut, Kementerian Pertanian mendorong strategi ganda, yakni memperluas akses pasar melalui diplomasi veteriner serta memperkuat pengembangan produk hilir bernilai tambah.

“Strategi kami bukan hanya membuka pasar, tetapi juga menjamin bahwa produk peternakan Indonesia memenuhi standar internasional yang diakui. Produk olahan menjadi jalur strategis sekaligus bukti kemampuan industri nasional,” kata Agung.

Pendekatan ini menempatkan produk olahan sebagai ujung tombak ekspor, terutama ke negara-negara dengan standar sanitari ketat seperti Arab Saudi.

Pembatasan Dianggap Hal Lazim dalam Perdagangan Global

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menambahkan bahwa pembatasan yang diberlakukan negara mitra dagang merupakan hal lazim dalam perdagangan berbasis sanitari.

“Pembatasan ini umumnya berbasis risiko sebagai langkah pencegahan. Kami terus memperkuat biosekuriti, surveilans, dan transparansi data penyakit agar sistem kesehatan hewan nasional memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penerapan zoning dan segmentasi wilayah menjadi instrumen penting dalam membuka kembali akses pasar ekspor. Dengan pendekatan ini, wilayah atau unit usaha yang memenuhi standar tetap dapat melakukan ekspor meski terdapat pembatasan di wilayah lain.

Produk Segar Masih Terkendala, Produk Olahan Berpeluang

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Produk Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menjelaskan bahwa ekspor unggas ke Arab Saudi masih dalam tahap negosiasi teknis. Hingga saat ini, produk segar seperti karkas ayam dan telur belum mendapatkan persetujuan akses pasar.

Namun, peluang tetap terbuka bagi produk olahan unggas. Salah satu syarat utama yang ditetapkan Arab Saudi adalah penerapan perlakuan panas yang mampu menonaktifkan virus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).

“Persyaratan yang disetujui adalah produk ayam olahan harus melalui perlakuan panas yang mampu menginaktivasi virus HPAI,” jelas Makmun.

Dengan pengecualian sanitari tersebut, Indonesia masih dapat mengekspor produk unggas olahan ke Arab Saudi. Pada 2023, ekspor daging ayam olahan ke negara tersebut tercatat mencapai 19 ton dengan nilai sekitar 294.654 dolar AS. Bahkan, pada 2024, nilai ekspor produk olahan berbasis ayam lainnya meningkat signifikan hingga menembus lebih dari 132 juta dolar AS.

Penyesuaian Standar Internasional

Untuk memastikan keberlanjutan ekspor, Kementerian Pertanian terus memperkuat biosekuriti di sentra produksi unggas, meningkatkan intensitas surveilans penyakit, menerapkan vaksinasi berbasis risiko, serta memperketat pengendalian lalu lintas unggas.

Selain itu, sistem sertifikasi kesehatan hewan diselaraskan dengan standar World Organisation for Animal Health (WOAH). Penyesuaian ini mencakup peningkatan ketertelusuran (traceability), audit fasilitas produksi, serta verifikasi unit usaha yang berorientasi ekspor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk peternakan nasional sekaligus menjaga kepercayaan pasar global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Di tengah pembatasan impor unggas oleh Arab Saudi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi. Dengan penguatan standar kesehatan hewan dan fokus pada produk bernilai tambah, Indonesia berupaya memastikan sektor peternakan tetap kompetitif di pasar internasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Asian Games 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Siap Bertolak ke Nagoya, PBVSI Beri Target Medali untuk Farhan Halim Cs

Asian Games 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Siap Bertolak ke Nagoya, PBVSI Beri Target Medali untuk Farhan Halim Cs

Timnas Voli Putra Indonesia akhirnya resmi dilepas oleh PBVSI menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang pada Kamis 24 September pada pagi hari tadi WIB.
Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Standar mutu pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai tidak semata-mata bertumpu pada kecepatan maupun keandalan tindakan teknis semata, melainkan juga sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi yang diterima pasien. 
Jadi Lawan Pertama di FIFA ASEAN Cup, Singapura Akui Kekuatan Timnas Indonesia Beda Jauh di Piala AFF

Jadi Lawan Pertama di FIFA ASEAN Cup, Singapura Akui Kekuatan Timnas Indonesia Beda Jauh di Piala AFF

Dalam pertandingan ini akan menjadi laga ulangan di fase grup Piala AFF 2026 di mana Singapura justru menyingkirkan Timnas Indonesia usai hasil imbang 1-1. 
Heboh! Marak Ratusan Hotel di Bali Dijual Lewat Situs Online, Sektor Pariwisata Lagi Kendor?

Heboh! Marak Ratusan Hotel di Bali Dijual Lewat Situs Online, Sektor Pariwisata Lagi Kendor?

Gubernur Bali, Wayan Koster akan memverifikasi ratusan hotel maupun vila yang dijual melalui situs online di tengah peningkatan sektor pariwisata Pulau Dewata.
Temui Gubernur Banten Andra Soni, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

Temui Gubernur Banten Andra Soni, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

PT Telkom Akses (Telkom Akses), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), terus mempererat hubungan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. 
Didukung Ratu Voli Korea, Zhong Hui Tinggalkan China Demi Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks

Didukung Ratu Voli Korea, Zhong Hui Tinggalkan China Demi Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks

Red Sparks memasuki musim baru dengan wajah berbeda setelah tak lagi diperkuat Megawati Hangestri. Zhong Hui ungkap peran Kim Yeon-koung soal keputusannya.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Peluang karier mulai terbuka! 4 zodiak ini diprediksi makin bersinar besok, 25 September 2026. Siapa yang bakal mendapat kesempatan menarik?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT