News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dolar AS Mengamuk, Mata Uang Asia Rontok Serempak Hari Ini

Mata uang Asia kebakaran hari ini. Baht, peso, rupiah hingga yen kompak melemah terhadap dolar AS di tengah konflik Timur Tengah dan lonjakan permintaan safe haven.
Senin, 9 Maret 2026 - 12:36 WIB
Rupiah Melemah Jadi Rp15.743 per Dollar AS Seiring Pasar Amati Situasi di Timur Tengah
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Tekanan besar melanda pasar keuangan Asia pada awal pekan ini. Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3/2026), seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik global.

Penguatan dolar AS membuat sejumlah mata uang di kawasan Asia mengalami tekanan tajam. Bahkan, beberapa di antaranya mencatat pelemahan signifikan dalam waktu yang relatif singkat pada perdagangan pagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data pasar hingga pukul 09.45 WIB, seluruh 11 mata uang utama Asia yang dipantau bergerak di zona merah terhadap dolar AS.

Baht Thailand dan Peso Filipina Paling Tertekan

Dari seluruh mata uang Asia, baht Thailand mencatat pelemahan paling dalam pada perdagangan hari ini.

Berikut daftar pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS:

  • Peso Filipina melemah 1,14% ke level PHP 59,68 per US$

  • Baht Thailand turun 1,04% ke posisi THB 32,09 per US$

  • Won Korea Selatan terkoreksi 0,87% ke KRW 1.494,1 per US$

  • Yen Jepang turun 0,55% ke JPY 158,65 per US$

  • Dolar Taiwan melemah 0,54% ke TWD 31,98 per US$

  • Ringgit Malaysia turun 0,53% ke MYR 3,96 per US$

  • Rupiah Indonesia melemah 0,44% ke Rp16.975 per US$

  • Rupee India turun 0,37% ke INR 92,27 per US$

  • Dong Vietnam melemah 0,36% ke VND 26.287 per US$

  • Yuan China turun 0,32% ke CNY 6,91 per US$

  • Dolar Singapura melemah 0,30% ke SGD 1,28 per US$

Tekanan ini membuat banyak analis menyebut pasar mata uang Asia sedang “kebakaran” karena hampir seluruh mata uang kawasan mengalami pelemahan serempak terhadap dolar AS.

Rupiah Makin Dekat Level Psikologis Rp17.000

Di dalam negeri, rupiah ikut tertekan terhadap dolar AS. Nilai tukar mata uang Indonesia tercatat melemah sekitar 0,44% ke level Rp16.975 per dolar AS.

Posisi ini semakin mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS, yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan eksternal global yang kuat, terutama karena meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai.

Dolar AS Menguat, Indeks DXY Naik

Tekanan terhadap mata uang Asia tidak terlepas dari penguatan dolar AS di pasar global.

Indeks dolar AS atau DXY tercatat naik 0,63% ke level 99,610 pada waktu yang sama.

Penguatan indeks dolar menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap mata uang Amerika Serikat dibandingkan aset lain.

Ketika dolar AS menguat, mayoritas mata uang global biasanya mengalami pelemahan, termasuk mata uang di kawasan Asia.

Konflik Timur Tengah Picu Permintaan Safe Haven

Sentimen utama yang memicu tekanan terhadap mata uang Asia hari ini berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas energi global, terutama setelah harga minyak dunia melonjak tajam.

Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, investor biasanya mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

Hal inilah yang membuat permintaan dolar meningkat, sementara mata uang negara lain, termasuk di Asia, mengalami tekanan.

Pasar Pantau Situasi Politik Iran

Selain konflik militer, pasar juga mencermati perkembangan politik di Iran setelah Teheran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali politik di Iran, di tengah konflik yang telah memasuki pekan kedua.

Perkembangan ini menambah ketidakpastian geopolitik global dan semakin memperkuat permintaan investor terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Lonjakan Harga Energi Jadi Ancaman Baru

Selain berdampak pada pasar mata uang Asia, konflik di Timur Tengah juga memicu lonjakan harga energi global.

Kondisi ini semakin diperburuk oleh terganggunya jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pengiriman minyak dan gas paling penting di dunia.

Jika gangguan di kawasan tersebut terus berlangsung, biaya energi global berpotensi meningkat tajam dan memicu tekanan inflasi di banyak negara.

Situasi tersebut membuat investor semakin berhati-hati dan cenderung memindahkan dana ke aset yang lebih stabil seperti dolar AS.

Pasar Asia Masuk Fase Tekanan Global

Dengan penguatan dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik, mata uang Asia diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.

Investor global kini fokus memantau perkembangan konflik Timur Tengah serta dampaknya terhadap harga energi dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika ketegangan terus meningkat dan harga minyak tetap tinggi, tekanan terhadap mata uang Asia berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi pasar keuangan kawasan, kondisi ini menjadi pengingat bahwa faktor geopolitik global masih menjadi penentu utama arah pergerakan mata uang dan arus modal internasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menbud Fadli Zon: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Perkenalkan Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Menbud Fadli Zon: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Perkenalkan Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyambut positif kelangsungan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).
Profil Zahra Nazira Firman, Ketua BEM FH Trisakti dengan Segudang Prestasi dan Pengalaman Organisasi

Profil Zahra Nazira Firman, Ketua BEM FH Trisakti dengan Segudang Prestasi dan Pengalaman Organisasi

Nama Zahra Nazira Firman menjadi perbincangan setelah penampilannya memimpin orasi mahasiswa Trisakti di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Ini profilnya.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Soal Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto Terkait Dugaan Korupsi, Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas Jika Terbukti

Soal Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto Terkait Dugaan Korupsi, Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas Jika Terbukti

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Bukan Mbappe atau Bellingham, Jose Mourinho Puji Sosok Tak Terduga usai Real Madrid Menang Lagi

Bukan Mbappe atau Bellingham, Jose Mourinho Puji Sosok Tak Terduga usai Real Madrid Menang Lagi

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melempar pujian kepada sosok tak terduga seusai kemenangan 3-0 atas Racing Santander. Selagi Kylian Mbappe dan Jude Bellingham bersinar, peran Trent Alexander-Arnold juga tidak bisa dilupakan.
Update Ranking BWF usai Hylo Open 2026: Tiwi/Fadia Melesat, Jonatan Christie dan Putri KW Nyaris Terdepak dari 10 Besar

Update Ranking BWF usai Hylo Open 2026: Tiwi/Fadia Melesat, Jonatan Christie dan Putri KW Nyaris Terdepak dari 10 Besar

Update ranking BWF usai Hylo Open 2026, di mana terdapat perubahan posisi peringkat para pebulu tangkis Indonesia. Salah satunya adalah Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang melesat ke papan atas, sedangkan Jonatan Christie terancam terdepak dari 10 besar.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Kabar Duka, Guru Besar IPB University Prof. Endang Warsiki Meninggal Dunia

Kabar Duka, Guru Besar IPB University Prof. Endang Warsiki Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari IPB University, Guru Besar IPB University Prof. Endang Warsiki meninggal dunia pada 2 November 2026.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT