OJK Restui Addin Jauharudin Jadi Komisaris Independen BSI, Resmi Menjabat Sejak 11 Maret 2026
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Addin Jauharudin sebagai Komisaris Independen di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang menjadi syarat utama dalam pengisian jabatan strategis di sektor keuangan.
Persetujuan tersebut tertuang dalam surat keputusan Dewan Komisioner OJK. Dalam dokumen resmi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi perusahaan, Addin dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan untuk menduduki posisi komisaris independen.
Manajemen BSI menyampaikan bahwa keputusan ini telah efektif berlaku sejak 11 Maret 2026. Dengan demikian, Addin Jauharudin kini resmi menjadi bagian dari jajaran dewan komisaris di bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.
BSI Pastikan Tidak Ganggu Operasional Perusahaan
Manajemen BSI menegaskan bahwa penunjukan komisaris independen baru ini tidak akan mengganggu operasional maupun keberlangsungan bisnis perusahaan. Proses transisi disebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tetap menjaga stabilitas tata kelola perusahaan.
Dalam pernyataan resminya, BSI juga memastikan bahwa struktur manajemen tetap solid dalam menjalankan strategi bisnis, termasuk penguatan sektor perbankan syariah di tengah dinamika ekonomi nasional.
Penunjukan ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi pengawasan serta meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan (good corporate governance) di tubuh BSI.
Rekam Jejak Addin di Berbagai BUMN
Addin Jauharudin bukan sosok baru dalam dunia korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia memiliki pengalaman panjang sebagai komisaris independen di sejumlah perusahaan pelat merah.
Berikut rekam jejak jabatan strategis yang pernah diemban:
-
Komisaris Independen PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
-
Komisaris Independen PT Pos Indonesia (2018–2023)
-
Komisaris Independen PT Garam (2014–2018)
Selain itu, Addin juga pernah menjabat sebagai Koordinator Pengawas di KSP Daya Inspirasi Bangsa pada periode 2020–2025. Ia juga aktif dalam pengembangan ekonomi syariah melalui perannya sebagai Kepala Divisi Produk Halal di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pada periode 2021–2023.
Dengan latar belakang tersebut, Addin dinilai memiliki pengalaman yang cukup kuat dalam bidang pengawasan, tata kelola, serta pengembangan sektor ekonomi berbasis syariah.
Lepas Jabatan di Waskita Karya Sebelum Masuk BSI
Sebelum resmi menjabat di BSI, Addin Jauharudin diketahui telah lebih dulu mengundurkan diri dari posisi Komisaris Independen di PT Waskita Karya Tbk. Pengunduran diri tersebut dilakukan pada 20 Mei tahun lalu sebagai bagian dari langkah penyesuaian terhadap penugasan barunya.
Langkah ini juga menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan, khususnya dalam menghindari potensi konflik kepentingan antar jabatan di perusahaan berbeda.
Aktif di Organisasi Kepemudaan Nasional
Di luar dunia korporasi, Addin Jauharudin juga dikenal sebagai tokoh organisasi kepemudaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) untuk periode 2024–2029.
Peran ini semakin memperkuat profilnya sebagai figur yang tidak hanya aktif di sektor bisnis dan BUMN, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia dan kepemudaan di tingkat nasional.
Perkuat Tata Kelola dan Strategi BSI ke Depan
Masuknya Addin Jauharudin ke dalam jajaran komisaris independen diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan tata kelola perusahaan. Terlebih, BSI saat ini terus memperluas perannya sebagai motor penggerak industri perbankan syariah di Indonesia.
Dengan kombinasi pengalaman di sektor BUMN, ekonomi syariah, serta organisasi, Addin dinilai dapat memberikan perspektif strategis dalam pengawasan dan pengambilan kebijakan perusahaan.
Ke depan, BSI diharapkan mampu terus menjaga kinerja positif sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Tanah Air, sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global. (nsp)
Load more