News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kadin Buka Suara soal Investigasi AS, Anindya Tegaskan Isu ‘Forced Labor’ dan Dumping Tak Relevan untuk Indonesia

Kadin pastikan investigasi AS soal kerja paksa dan dumping tidak menyasar ekspor utama Indonesia, posisi RI dinilai tetap kuat di pasar global.
Selasa, 17 Maret 2026 - 13:52 WIB
Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Dunia usaha nasional merespons tegas langkah investigasi perdagangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, memastikan bahwa posisi Indonesia tetap kuat dan tidak berada dalam tekanan langsung, terutama karena komoditas ekspor utama nasional tidak menjadi target investigasi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Anindya usai mengikuti rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Investigasi AS Dinilai Dipengaruhi Faktor Internal

Anindya menilai bahwa kebijakan investigasi perdagangan yang dilakukan Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari dinamika internal negara tersebut. Ia menyinggung adanya perbedaan arah kebijakan antara lembaga yudikatif dan eksekutif di Negeri Paman Sam, termasuk putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang tidak sejalan dengan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan persoalan domestik Amerika Serikat yang tidak seharusnya berdampak signifikan terhadap posisi Indonesia.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga stabilitas di dalam negeri, karena isu ini lebih banyak dipengaruhi dinamika internal Amerika,” ujar Anindya.

AS Tetap Jadi Pasar Strategis Indonesia

Di tengah investigasi tersebut, Anindya menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi mitra dagang yang sangat penting bagi Indonesia. Negeri tersebut merupakan pasar ekspor terbesar kedua Indonesia, sekaligus penyumbang surplus perdagangan terbesar.

Hal ini membuat pemerintah dan pelaku usaha harus menyikapi situasi dengan cermat dan terukur agar tidak mengganggu stabilitas ekspor nasional.

“Amerika ini bukan hanya pasar besar, tapi juga penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia. Jadi harus disikapi secara bijak,” tegasnya.

Dua Isu Utama: Forced Labor dan Excess Capacity

Investigasi yang dilakukan melalui mekanisme Section 301 Investigation oleh United States Trade Representative menyoroti dua isu utama, yakni dugaan praktik kerja paksa (forced labor) dan kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) yang berpotensi memicu dumping.

Namun, Anindya memastikan kedua isu tersebut tidak relevan jika dikaitkan langsung dengan Indonesia.

1. Dugaan Kerja Paksa Tidak Mengarah ke Indonesia

Ia menegaskan bahwa tudingan praktik kerja paksa lebih mengarah pada negara lain dalam rantai pasok global, bukan Indonesia sebagai eksportir utama.

Menurutnya, Indonesia justru tengah memperkuat regulasi untuk memastikan praktik perdagangan yang adil dan beretika.

“Pemerintah akan menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik pemaksaan tenaga kerja dalam rantai pasok, baik untuk barang impor maupun ekspor,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi standar ketenagakerjaan internasional.

2. Tidak Ada Indikasi Dumping di Industri Nasional

Terkait isu kelebihan kapasitas produksi, Anindya menyebut struktur industri Indonesia tidak menunjukkan indikasi praktik dumping.

Ia menjelaskan bahwa karakter industri nasional bersifat komplementer dengan kebutuhan pasar Amerika Serikat, bukan kompetitor langsung yang memicu kelebihan produksi.

Selain itu, pertumbuhan pasar domestik yang terus meningkat membuat kapasitas produksi yang ada masih dalam batas wajar.

“Struktur industri kita memang lebih fokus ke pasar dalam negeri yang berkembang. Kalau pun ada kelebihan kapasitas, itu masih normal dalam perdagangan internasional,” ujarnya.

Ekspor Andalan RI Tidak Masuk Objek Investigasi

Salah satu poin penting yang menjadi penenang di tengah isu ini adalah fakta bahwa komoditas ekspor utama Indonesia tidak termasuk dalam objek investigasi langsung.

Adapun sejumlah sektor unggulan yang tetap aman antara lain:

  • Alas kaki

  • Tekstil

  • Furniture

  • Elektronik

  • Produk pertanian (termasuk minyak kelapa sawit)

Komoditas tersebut selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional dan menyerap jutaan tenaga kerja.

1.819 Produk Nikmati Tarif Nol Persen

Indonesia juga telah mengamankan fasilitas tarif nol persen untuk 1.819 produk melalui skema Agreement on Reciprocal Trade dengan Amerika Serikat.

Fasilitas ini mencakup berbagai komoditas strategis, seperti:

  • Minyak kelapa sawit

  • Kopi

  • Kakao

  • Karet

  • Produk elektronik

  • Tekstil

Kebijakan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing produk Indonesia di pasar global, sekaligus menopang stabilitas ekonomi nasional.

Respons Terukur Jaga Stabilitas Ekspor

Sejak investigasi ini mulai berjalan pada 11 Maret 2026, pemerintah bersama dunia usaha sepakat untuk merespons secara hati-hati dan terukur.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa iklim perdagangan tetap kondusif, sekaligus menjaga kepercayaan mitra dagang internasional terhadap Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anindya menegaskan bahwa dengan posisi ekspor yang tidak terdampak langsung serta dukungan kebijakan pemerintah, Indonesia masih memiliki ruang yang kuat untuk mempertahankan kinerja ekspor di tengah tekanan global.

“Yang paling penting adalah menjaga daya saing dan memastikan industri nasional tetap kuat menghadapi dinamika global,” pungkasnya. (agr/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Asian Games 2026: Medali Emas di Depan Mata, Sumaya Bawa Indonesia Melangkah ke Partai Final Teqball Tunggal Putri

Hasil Asian Games 2026: Medali Emas di Depan Mata, Sumaya Bawa Indonesia Melangkah ke Partai Final Teqball Tunggal Putri

Hasil Asian Games 2026 dari cabang olahraga Teqball nomor tunggal Putri yang baru saja menyelesaikan babak semifinal pada Sabtu 19 September pagi hari tadi WIB.
Prabowo dan Zulhas Luncurkan PANsar Murah Nasional, Putri Zulhas: Beras dan Minyak Goreng Lebih Murah 60 Persen

Prabowo dan Zulhas Luncurkan PANsar Murah Nasional, Putri Zulhas: Beras dan Minyak Goreng Lebih Murah 60 Persen

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meresmikan Gerakan PANsar Murah Nasional pada Malam Puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat malam, 18 September 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak Scorpio 20 September 2026: Intuisimu Tajam, Saatnya Eksekusi Peluang Cuan

Ramalan Keuangan Zodiak Scorpio 20 September 2026: Intuisimu Tajam, Saatnya Eksekusi Peluang Cuan

Diprediksi, esok hari akan ada dorongan keberanian ekstra untuk mengambil keputusan penting secara cermat dalam sektor finansial bagi pemilik zodiak Scorpio.
Pria Ditangkap di Kontrakan Duren Sawit Diduga Hendak Edarkan Narkoba, Barang Bukti 2,05 Kilogram Ganja Disita

Pria Ditangkap di Kontrakan Duren Sawit Diduga Hendak Edarkan Narkoba, Barang Bukti 2,05 Kilogram Ganja Disita

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial AB (26) yang diduga hendak mengedarkan narkotika di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. 
Viral Skin Booster Berbahan Kulit Mayat di Korea Selatan, Benarkah Sudah Masuk ke Indonesia?

Viral Skin Booster Berbahan Kulit Mayat di Korea Selatan, Benarkah Sudah Masuk ke Indonesia?

BPOM memastikan skin booster menggunakan bahan dari kulit mayat asal Korea Selatan yang viral di media sosial belum masuk & tidak ada izin edaran di Indonesia.
Puji Peran Shin Tae-yong, Begini Kata Alexander Jeremejeff Soal Peluang Jadi Top Skor Persija Musim 2026-2027

Puji Peran Shin Tae-yong, Begini Kata Alexander Jeremejeff Soal Peluang Jadi Top Skor Persija Musim 2026-2027

Pemain Persija Jakarta, Alexander Jeremejeff, memberikan komentar terkait peluang menjadi top skor Macan Kemayoran di Super League Indonesia pada musim ini.

Trending

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Indonesia mengamankan dua tiket semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui cabang olahraga teqball dan soft tennis beregu putra.
Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Pasangan suami istri (pasutri) yang menyiram air kotor ke warga yang menuju masjid untuk shalat Jumat di Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang digeruduk oleh warga.
Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Bagi Anda pemilik shio Monyet, hari ini menjadi momen untuk mengevaluasi strategi finansial, memperhitungkan risiko, dan mengelola arus kas secara lebih cermat.
Dorong Akselerasi Ekonomi Maritim, Infrastruktur PPN Kejawanan Terus Diperkuat

Dorong Akselerasi Ekonomi Maritim, Infrastruktur PPN Kejawanan Terus Diperkuat

PT Nindya Karya (Persero) secara resmi memulai pembangunan fisik proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan yang ditandai oleh pelaksanaan groundbreaking pada Kamis (17/9/2026).
Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung beratnya menjadi ketua umum partai politik (parpol) hingga presiden.
Viral di Medsos, Muncul Grup Gay Cisauk dengan Jumlah Anggota Sampai Ribuan Menuai Kecaman

Viral di Medsos, Muncul Grup Gay Cisauk dengan Jumlah Anggota Sampai Ribuan Menuai Kecaman

Media sosial dihebohkan dengan kabar munculnya grup gay. Hal ini menarik perhatian warganet dan dikecam bisa segera diusut pihak terkait.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT