PT Solusi Tunas Pratama Tbk Siap Tinggalkan Bursa, SUPR Go Private Usai Gagal Penuhi Free Float
- Istimewa
Artinya, keputusan akhir tidak hanya berada di tangan manajemen, tetapi juga pemegang saham publik yang tidak memiliki konflik kepentingan.
Tender Offer Protelindo Akuisisi Saham Publik
Sebagai bagian dari aksi korporasi ini, pemegang saham pengendali PT Solusi Tunas Pratama Tbk, yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, akan melakukan penawaran tender sukarela.
Melalui tender offer ini, PT Solusi Tunas Pratama Tbk membuka peluang bagi investor publik untuk menjual saham mereka.
Berikut rincian harga penawaran saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk:
-
Harga tender: Rp45.000 per saham
-
Rata-rata historis: Rp42.295 per saham
Harga yang ditawarkan PT Solusi Tunas Pratama Tbk lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis, sesuai ketentuan regulator.
Investor yang tidak mengikuti tender tetap menjadi pemegang saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk, namun status perusahaan akan berubah menjadi tertutup.
BEI Hentikan Perdagangan Saham SUPR
Seiring pengumuman resmi rencana go private, BEI langsung mengambil langkah dengan menghentikan sementara perdagangan saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk.
Suspensi saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk diberlakukan mulai 6 April 2026 di seluruh pasar.
Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi investor dalam mempertimbangkan keputusan sebelum aksi korporasi dilanjutkan.
Dengan kondisi ini, saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk praktis tidak dapat diperdagangkan hingga ada keputusan lanjutan.
Struktur Kepemilikan dan Pengendali
Sebagai informasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk berada di bawah kendali grup besar.
Pengendali akhir PT Solusi Tunas Pratama Tbk adalah Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono dari Grup Djarum.
Keterlibatan grup besar ini menjadi salah satu faktor yang memungkinkan PT Solusi Tunas Pratama Tbk melakukan langkah strategis seperti go private.
Kontras dengan Tren Sektor Lain
Langkah PT Solusi Tunas Pratama Tbk ini terjadi di tengah dinamika pasar modal yang beragam.
Di sisi lain, sektor kesehatan justru menunjukkan prospek yang lebih cerah pada 2026. Beberapa emiten rumah sakit diproyeksikan mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan.
Namun, kondisi tersebut tidak berlaku bagi PT Solusi Tunas Pratama Tbk yang justru memilih keluar dari bursa.
Load more