IHSG Melonjak 4,42% ke Level 7.279, Bursa Asia Kompak Hijau, Saham-Saham Ini Jadi Sorotan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam sejak awal sesi hingga penutupan, seiring sentimen positif dari bursa regional Asia yang sama-sama bergerak di zona hijau.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melonjak 308,18 poin atau naik 4,42% ke level 7.279,209. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi pasar domestik yang kembali bergairah.
Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan juga mencatatkan penguatan signifikan. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham likuid dan berkapitalisasi besar ikut naik 4,41% ke posisi 733,624.
IHSG Menguat, Transaksi Tembus Rp 22 Triliun
Lonjakan IHSG turut diiringi aktivitas perdagangan yang tinggi. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 22,42 triliun dengan volume perdagangan sebesar 42,55 miliar lembar saham.
Frekuensi transaksi juga tergolong aktif dengan 2,41 juta kali transaksi, menunjukkan tingginya partisipasi pelaku pasar dalam memanfaatkan momentum penguatan IHSG.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap pasar saham domestik kembali meningkat, terutama di tengah sentimen global yang cenderung positif.
Saham Top Gainers Melonjak Tajam
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Berikut saham dengan penguatan tertinggi:
-
FWCT (Wijaya Cahaya Timber) naik 34,18% ke 106
-
KUAS (Ace Oldfields) naik 33,64% ke 147
-
RMKO (Royaltama Mulia Kontraktorindo) naik 25,00% ke 535
-
ROCK (Rockfields Properti Indonesia) naik 24,94% ke 2.480
-
SOTS (Satria Mega Kencana) naik 24,84% ke 955
Kenaikan tajam saham-saham tersebut turut menjadi pendorong utama laju IHSG pada perdagangan hari ini.
Saham Top Losers Tetap Tertekan
Di sisi lain, beberapa saham masih mengalami tekanan dan masuk dalam kategori top losers:
-
GSMF (Equity Development Investment) turun 14,58% ke 123
-
ESIP (Sinergi Inti Plastindo) turun 11,32% ke 94
-
CBPE (Citra Buana Prasida) turun 10,61% ke 320
-
PTSP (Pioneerindo Gourmet International) turun 6,53% ke 930
-
WIDI (Widiant Jaya Krenindo) turun 6,06% ke 31
Meski IHSG menguat, pergerakan saham individual tetap variatif, mencerminkan dinamika sektor dan sentimen spesifik masing-masing emiten.
Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar
Dari sisi nilai transaksi, beberapa saham unggulan mendominasi perdagangan:
-
BUMI (Bumi Resources) Rp 1,73 triliun
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp 1,36 triliun
-
CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) Rp 1,24 triliun
-
BBCA (Bank Central Asia) Rp 1,10 triliun
-
BMRI (Bank Mandiri) Rp 792,25 miliar
Dominasi saham perbankan dan energi menunjukkan sektor-sektor tersebut masih menjadi favorit investor dalam menggerakkan IHSG.
Volume Perdagangan Didominasi Saham Energi dan Teknologi
Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham-saham berikut menjadi yang paling aktif:
-
BUMI (Bumi Resources) 69,64 juta lembar
-
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) 52,13 juta lembar
-
BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) 18,92 juta lembar
-
DEWA (Darma Henwa) 11,91 juta lembar
-
BNBR (Bakrie & Brothers) 10,80 juta lembar
Aktivitas tinggi pada saham energi dan teknologi ini turut memperkuat pergerakan IHSG sepanjang hari.
Rupiah Menguat ke Level Rp 17.005 per Dolar AS
Selain penguatan IHSG, nilai tukar rupiah juga menunjukkan kinerja positif. Rupiah ditutup di level Rp 17.005 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi pembukaan di Rp 17.087.
Penguatan sebesar 82 poin atau sekitar 0,48% ini mencerminkan sentimen positif terhadap aset domestik, baik di pasar saham maupun pasar valuta asing.
Bursa Asia Kompak Menghijau
Penguatan IHSG sejalan dengan tren positif di kawasan Asia. Sejumlah indeks utama di Asia ditutup menguat signifikan:
-
Nikkei 225 Jepang naik 5,29% ke 56.308,42
-
Hang Seng Hong Kong naik 3,01% ke 25.893,02
-
SSE Composite China naik 2,67% ke 3.995,00
-
Straits Times Singapura naik 0,91% ke 5.003,56
Kompaknya penguatan bursa Asia memberikan dorongan sentimen positif bagi IHSG, sehingga pasar domestik mampu mencatatkan kenaikan tajam pada perdagangan hari ini.
Pergerakan ini juga menunjukkan bahwa investor global mulai kembali masuk ke pasar ekuitas, termasuk Indonesia, seiring membaiknya prospek ekonomi regional. (nsp)
Load more