News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Minyak Ambruk hingga 18 Persen Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Pasar Global Berubah Arah

Harga minyak dunia anjlok tajam hingga 18 persen usai gencatan senjata AS-Iran. Simak analisis, proyeksi, dan dampaknya ke ekonomi global.
Kamis, 9 April 2026 - 15:00 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak dunia mengalami tekanan besar dan anjlok tajam pada perdagangan Rabu (8/4), menyusul meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat menyetujui proposal gencatan senjata sementara dari Iran. Pergerakan harga minyak ini langsung mengubah arah pasar global yang sebelumnya dibayangi risiko konflik energi.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 20.00 WIB, harga minyak jenis WTI tercatat turun drastis hingga 18,09 persen ke level US$ 92,52 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent juga merosot 16,45 persen ke posisi US$ 91,29 per barel. Penurunan harga minyak ini menjadi salah satu koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga Minyak Terjun Bebas, Premi Risiko Menguap

Penurunan harga minyak yang tajam ini mencerminkan hilangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik signifikan. Pasar sebelumnya telah mengantisipasi kemungkinan terburuk, termasuk ancaman terhadap infrastruktur energi Iran.

Namun, ketika gencatan senjata diumumkan, sentimen pasar langsung berubah. Harga minyak yang sempat memanas kini berbalik arah dan turun tajam untuk mencari titik keseimbangan baru.

Founder Traderindo, Wahyu Laksono, menjelaskan bahwa koreksi harga minyak ini merupakan respons alami pasar terhadap meredanya ketegangan.

“Pasar sebelumnya sudah pricing in risiko konflik. Begitu ada gencatan senjata, harga minyak langsung terkoreksi tajam,” ujarnya.

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Ikut Terkoreksi

Salah satu faktor utama yang menekan harga minyak adalah terbukanya kembali jalur distribusi energi strategis di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu titik krusial dalam perdagangan minyak global.

Dengan adanya gencatan senjata selama dua pekan, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global mulai mereda. Hal ini langsung berdampak pada harga minyak yang mengalami penurunan signifikan.

Namun demikian, pelaku pasar masih menyimpan kekhawatiran. Status ketidakpercayaan (distrust) antara pihak-pihak yang berkonflik dinilai masih tinggi.

“Ini baru gencatan senjata taktis, bukan perdamaian permanen. Risiko tetap ada,” tambah Wahyu.

Harga Minyak Masih Rentan, Pasar Tunggu Kepastian

Meski harga minyak turun tajam, para analis menilai kondisi ini belum sepenuhnya stabil. Pelemahan harga minyak saat ini lebih bersifat koreksi jangka pendek akibat meredanya sentimen bullish.

Research and Development ICDX, Girta Putra Yoga, menyebut pasar kini menunggu hasil pertemuan lanjutan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April.

Menurutnya, arah harga minyak selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil negosiasi tersebut.

Pemulihan Pasokan Minyak Belum Instan

Dari sisi fundamental, pemulihan rantai pasok minyak global diperkirakan tidak akan terjadi secara cepat. Meskipun jalur distribusi mulai dibuka, aktivitas pelayaran dan distribusi masih menghadapi berbagai kendala.

Beberapa di antaranya adalah antrean kapal tanker serta sikap hati-hati dari operator logistik yang belum sepenuhnya yakin dengan stabilitas situasi.

Kondisi ini membuat harga minyak berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek.

Proyeksi Harga Minyak: Dua Skenario Besar

Analis dari Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf, memproyeksikan dua skenario utama pergerakan harga minyak ke depan.

  • Skenario damai berlanjut:
    Harga minyak berpotensi turun ke kisaran US$ 76–US$ 84 per barel

  • Skenario konflik kembali memanas:
    Harga minyak bisa kembali melonjak di atas US$ 100, bahkan menembus US$ 103–US$ 109 per barel

Sementara itu, proyeksi lain menyebut harga minyak bahkan bisa turun lebih dalam ke kisaran US$ 50–US$ 80 per barel jika stabilitas benar-benar terjaga.

Dengan kata lain, harga minyak saat ini masih berada dalam fase yang sangat dinamis dan sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Dampak Harga Minyak ke Inflasi dan Suku Bunga

Penurunan harga minyak juga membawa dampak positif bagi perekonomian global, terutama dalam menekan tekanan inflasi.

Jika harga minyak bertahan di level rendah, maka ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral berpotensi mereda. Hal ini membuka peluang tercapainya soft landing bagi ekonomi global.

Namun demikian, bank sentral diperkirakan masih akan bersikap hati-hati dan menunggu kepastian dari perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan besar.

Harga Minyak Jadi Penentu Arah Pasar Global

Pergerakan harga minyak kembali membuktikan perannya sebagai indikator utama dalam dinamika ekonomi global. Setiap perubahan harga minyak, baik naik maupun turun, selalu berdampak luas terhadap berbagai sektor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kondisi saat ini, pelaku pasar memilih untuk bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.

Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, harga minyak diprediksi akan terus menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu ke depan, terutama sebagai barometer stabilitas geopolitik dan ekonomi dunia. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Kunjungan PM Thailand, Polisi Sebut Rekayasa Lalu Lintas Berlaku saat Rangkaian Melintas

Ada Kunjungan PM Thailand, Polisi Sebut Rekayasa Lalu Lintas Berlaku saat Rangkaian Melintas

Presiden RI Prabowo Subianto akan menerima kunjungan dari PM Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (3/8/2026).
John Herdman Siapkan Cara Redam Provokasi Vietnam di Piala AFF 2026, Tegaskan Timnas Indonesia Tak Akan Terpancing

John Herdman Siapkan Cara Redam Provokasi Vietnam di Piala AFF 2026, Tegaskan Timnas Indonesia Tak Akan Terpancing

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memastikan skuad Garuda telah menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan saat bertemu Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026. Termasuk potensi provokasi yang bisa terjadi sepanjang pertandingan.
Hanya Beda Waktu, "Saudara Kembar" KM Mutiara Sentosa 2 Juga Pernah Terbakar Begini Kronologinya

Hanya Beda Waktu, "Saudara Kembar" KM Mutiara Sentosa 2 Juga Pernah Terbakar Begini Kronologinya

Jauh sebelum KM Mutiara Sentosa 2 terbakar, pernah juga "saudara" dari perusahaan yang sama mengalami insiden yang sama.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta Besok 4 Agustus 2026: Taurus Makin Lengket dengan Pasangan, Aquarius Buka Lembaran Baru

5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta Besok 4 Agustus 2026: Taurus Makin Lengket dengan Pasangan, Aquarius Buka Lembaran Baru

Ramalan cinta besok 4 Agustus 2026 memprediksi 5 zodiak paling hoki soal asmara. Simak siapa yang bakal menikmati hubungan romantis hingga bertemu orang spesial.
Prabowo akan Terima Kunjungan Perdana PM Thailand Anutin di Istana Sore Ini

Prabowo akan Terima Kunjungan Perdana PM Thailand Anutin di Istana Sore Ini

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
PSSI Gelar Kongres Biasa Hari Ini: Bahas Program Kerja hingga Penetapan Kongres Pemilihan 2027

PSSI Gelar Kongres Biasa Hari Ini: Bahas Program Kerja hingga Penetapan Kongres Pemilihan 2027

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Kongres Biasa 2026 pada Senin (3/8/2026) di Hotel Fairmont, Jakarta. Agenda tahunan tersebut berlangsung bertepatan dengan pertandingan penting Timnas Indonesia menghadapi Vietnam di Piala AFF 2026.

Trending

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang aman, mudah, dan terintegrasi.
WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

Sukanto Tanoto memimpin daftar orang terkaya Indonesia versi Bloomberg 2026. Berikut tujuh konglomerat yang masuk jajaran 500 orang terkaya dunia
Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Singapura yang menjadi tim underdog membuat Vietnam wajib meraih poin penuh bagi Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT