Gejolak Global Memanas, Ekspor Indonesia Masih Tahan Banting, Eximbank: Target 2026 Belum Goyah
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Gresik, tvOnenews.com - Di tengah memanasnya tensi geopolitik global, kinerja ekspor Indonesia justru belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank memastikan aktivitas ekspor nasional masih berjalan stabil, bahkan target 2026 tetap dipertahankan.
Direktur Pelaksana Bisnis II Eximbank Sulaeman menyebut, hingga saat ini seluruh pipeline atau rangkaian proses pembiayaan ekspor masih berjalan normal tanpa gangguan berarti.
“Terkait dengan pengembangan ekspor sendiri, sebetulnya sampai saat ini belum terlalu terdampak. Sekarang ini sampai posisi terakhir dari semua pipeline yang kita miliki itu masih ongoing, masih running well,” kata Sulaeman, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).
Dengan kondisi tersebut, Eximbank belum melihat urgensi untuk merevisi target pertumbuhan ekspor yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026.
“Sampai sekarang kami belum melakukan koreksi terhadap proyeksi yang kita miliki. Termasuk target-target di RKAT [Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan] untuk pertumbuhan dan sebagainya, kita masih ongoing dengan yang ada,” ujarnya.
Meski optimistis, kewaspadaan tetap dijaga. Eximbank mulai mengantisipasi potensi tekanan yang lebih besar dengan melakukan stress test terhadap berbagai sektor industri.
“Kita juga melakukan stress testing. Kita mau masuk di sektor mana yang saat ini kita nilai relatively aman dengan situasi geopolitik seperti sekarang,” katanya.
Sinyal tekanan mulai terasa di sektor manufaktur, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Lonjakan harga bahan baku, seperti plastik untuk kemasan, mulai menekan margin perusahaan.
“Yang terdampak itu manufaktur, khususnya yang bahan bakunya masih mengandalkan impor. Dari sisi bahan baku mengalami peningkatan, sehingga impact-nya ke margin perusahaan perlu kita cermati,” ujar Sulaeman.
Selain itu, dampak geopolitik juga mulai terasa pada pasar ekspor tertentu. Sejumlah eksportir yang menyasar kawasan terdampak konflik, seperti Timur Tengah, dilaporkan menghadapi pembatalan pesanan.
Namun, Eximbank menilai dampak tersebut masih terbatas dan belum menggoyahkan kinerja ekspor secara keseluruhan. Strategi diversifikasi pasar dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan ekspor nasional.
Load more