News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dorong Kemasan Non-Plastik, Kemenperin Bidik Efisiensi dan Daya Saing Industri Makanan-Minuman

Kemenperin dorong kemasan non-plastik berbasis kertas untuk industri makanan-minuman guna tingkatkan efisiensi, daya saing, dan ramah lingkungan.
Jumat, 24 April 2026 - 20:30 WIB
Menperin Agus Gumiwang dan Menpar Widiyanti Putri Wardhanasaat Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI.
Sumber :
  • YouTube/Komisi VII

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai mendorong transformasi penggunaan kemasan di industri makanan dan minuman (F&B) dengan mengurangi ketergantungan pada plastik. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pihaknya kini aktif mempromosikan penggunaan kemasan non-plastik, khususnya berbasis kertas atau paperboard. Jenis kemasan ini dinilai semakin kompetitif dan telah mengambil porsi signifikan dalam industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekitar 28 persen dari total kemasan di industri makanan dan minuman saat ini sudah menggunakan bahan berbasis kertas,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4).

Kemasan Kertas Aseptik Jadi Solusi Alternatif

Salah satu fokus utama yang didorong Kemenperin adalah penggunaan kemasan kertas aseptik sebagai alternatif pengganti plastik konvensional. Kemasan ini telah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman siap konsumsi.

Menurut Agus, pemerintah akan memperkuat ekosistem penggunaan kemasan alternatif melalui skema business matching antara produsen kemasan dan pelaku industri pengguna.

“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kemasan non-plastik sekaligus membuka peluang industri baru di sektor bahan baku dan pengolahan kemasan,” jelasnya.

Kemasan aseptik berbasis kertas memiliki keunggulan dalam menjaga kualitas produk tanpa memerlukan bahan pengawet tambahan. Teknologi ini memungkinkan produk tetap steril dan tahan lama meski tanpa pendinginan.

Sejalan dengan Kebijakan Industri Ramah Lingkungan

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong praktik industri yang lebih ramah lingkungan.

Ia menyebut penggunaan kemasan berbasis kertas sejalan dengan tren global yang mengarah pada pengurangan limbah plastik serta peningkatan keberlanjutan industri.

“Transformasi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menjawab tuntutan pasar global yang semakin peduli terhadap aspek lingkungan,” ujar Putu.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan workshop dan kunjungan industri yang melibatkan pelaku usaha. Salah satunya dilakukan di PT Lami Packaging Indonesia bersama anggota Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Industri Butuh Adaptasi di Dua Sektor Utama

Ketua GAPMMI, Adhi S. Lukman, menilai bahwa peralihan ke kemasan non-plastik menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan industri ke depan. Ia menekankan perlunya adaptasi di dua sektor utama, yakni pengadaan bahan baku dan proses produksi.

“Industri harus memperkuat efisiensi di sisi manufaktur sekaligus memperluas sumber pengadaan bahan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mencari alternatif solusi kemasan,” kata Adhi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci dalam memastikan transisi berjalan efektif tanpa mengganggu stabilitas produksi.

Perbandingan Biaya: Tidak Sederhana

Di sisi lain, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa biaya kemasan kertas aseptik tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan plastik.

Namun, jika dilihat secara menyeluruh, biaya operasional dapat menjadi seimbang bahkan lebih efisien.

“Kemasan aseptik tidak memerlukan rantai dingin atau pendinginan dalam distribusi. Selain itu, bahan bakunya relatif lebih stabil dibanding plastik,” jelas Merrijantij.

Dengan kata lain, meskipun biaya awal mungkin terlihat lebih tinggi, efisiensi pada distribusi dan penyimpanan dapat menekan total biaya dalam jangka panjang.

Permintaan Nasional Capai Miliaran Unit

Kebutuhan kemasan aseptik di dalam negeri menunjukkan angka yang sangat besar. Kemenperin mencatat permintaan nasional mencapai sekitar 8,3 miliar kemasan per tahun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4,8 miliar berasal dari segmen susu dan produk turunannya. Sementara sisanya berasal dari minuman berbasis teh dan kopi.

Tidak hanya itu, tren produk berbasis nabati juga turut mendorong permintaan kemasan jenis ini, seperti:

  • Susu kelapa

  • Susu oat

  • Susu kacang hijau

Pertumbuhan produk-produk alternatif tersebut menjadi peluang baru bagi industri kemasan berbasis kertas untuk berkembang lebih pesat.

Dorongan Transformasi Industri Nasional

Upaya Kemenperin dalam mendorong penggunaan kemasan non-plastik mencerminkan arah baru transformasi industri nasional yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain meningkatkan daya saing, langkah ini juga membuka peluang investasi di sektor kemasan ramah lingkungan serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, penggunaan kemasan non-plastik diyakini akan menjadi standar baru dalam industri makanan dan minuman di masa depan. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, BI dan Pemprov Kejar Target 8 Persen

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, BI dan Pemprov Kejar Target 8 Persen

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia meluncurkan tiga instrumen strategis untuk memperkuat akselerasi ekonomi daerah.
Adu Banteng Dua Truk di Jalur Selatan Probolinggo, Satu Tewas dan Dua Terluka

Adu Banteng Dua Truk di Jalur Selatan Probolinggo, Satu Tewas dan Dua Terluka

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya Lumajang, tepatnya di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo
Scaloni Coret Lionel Messi? Pelatih Argentina Isyaratkan Rombak Skuad pada Laga Terakhir Fase Grup Piala Dunia 2026

Scaloni Coret Lionel Messi? Pelatih Argentina Isyaratkan Rombak Skuad pada Laga Terakhir Fase Grup Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, akan melakukan rotasi besar saat menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026).
Solar Subsidi Langka, Organda Jatim Minta Pertamina Segera Normalkan Pasokan

Solar Subsidi Langka, Organda Jatim Minta Pertamina Segera Normalkan Pasokan

Kelangkaan solar bersubsidi di sejumlah SPBU Surabaya dan Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu sektor transportasi dan logistik.
Piala Dunia 2026: Eks Rekan Shin Tae-yong Akui Lakukan Blunder saat Korea Selatan Dipermalukan Afrika Selatan 0-1 di Fase Grup

Piala Dunia 2026: Eks Rekan Shin Tae-yong Akui Lakukan Blunder saat Korea Selatan Dipermalukan Afrika Selatan 0-1 di Fase Grup

Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, akui dirinya melakukan kesalahan saat timnya kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Piala Dunia 2026.
Isak Tangis Iringi Pemakaman ASN Bangkalan, Keluarga Bantah Rumor Korban Hamil

Isak Tangis Iringi Pemakaman ASN Bangkalan, Keluarga Bantah Rumor Korban Hamil

Isak tangis keluarga dan rekan kerja pecah saat jenazah Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan dibawa ke masjid untuk disalatkan sebelum dimakamkan.

Trending

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Turki Vs AS

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Turki Vs AS

Laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2026 antara Turki vs Amerika Serikat (AS) yang bertempat di Stadion Los Angeles, AS, pada Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 WIB diprediksi berjalan seru.
Tegas Menolak, Iran Meminta Pencairan Dana Bukan Dalam Bentuk Produk Pertanian AS: Panen Kami Melimpah!

Tegas Menolak, Iran Meminta Pencairan Dana Bukan Dalam Bentuk Produk Pertanian AS: Panen Kami Melimpah!

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada Kamis menolak klaim Amerika Serikat bahwa aset Teheran yang dibekukan dan telah dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika.
Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Penjelasan Polisi

Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Penjelasan Polisi

Disebutkan sebanyak 28 akses gerbang tol di Jakarta masuk dalam skema ganjil genap yang berlaku setiap hari kerja. Jadwalnya dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.
Jadi Tersangka Sejak 2023 Firli Bahuri Belum Juga Ditahan, Kapolda Metro Jaya Digugat ke PN Jaksel

Jadi Tersangka Sejak 2023 Firli Bahuri Belum Juga Ditahan, Kapolda Metro Jaya Digugat ke PN Jaksel

Ketua ARUKKI mengatakan gugatan tersebut diajukan sebagai bentuk kritik terhadap belum rampungnya penanganan perkara dugaan korupsi yang menjerat Firli Bahuri.
DPR RI Bela TNI Urusi Pertanian: Bukan Dwifungsi ABRI

DPR RI Bela TNI Urusi Pertanian: Bukan Dwifungsi ABRI

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono merespons ucapan Presiden RI, Prabowo Subianto terkait TNI di Indonesia mengurusi sektor pertanian.
Korban Jiwa Akibat Gempa Bumi Venezuela Terus Bertambah, USGS Perkirakan Capai 10.000 Jiwa

Korban Jiwa Akibat Gempa Bumi Venezuela Terus Bertambah, USGS Perkirakan Capai 10.000 Jiwa

Gempa bumi dahsyat melanda Venezuela pada Kamis (25/6/2026) hingga dilaporkan menelan ratusan korban jiwa.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juni 2026: Gemini Panen Proyek Emas

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juni 2026: Gemini Panen Proyek Emas

Sejumlah zodiak pada 27 Juni 2026 diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pemasukan ekstra, bonus, hingga kesempatan bisnis yang menjanjikan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT