Menkeu Purbaya Buka Peluang Insentif Pajak Pasar Modal, Tunggu Hasil Program PINTAR Reksa Dana OJK
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Insentif Pajak Jadi Opsi Utama
Terkait bentuk insentif, Purbaya mengungkapkan bahwa salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah relaksasi pajak, khususnya terhadap keuntungan investasi atau capital gain yang diperoleh manajer investasi.
Opsi insentif yang dipertimbangkan:
-
Penghapusan pajak atas capital gain
-
Relaksasi pajak bagi manajer investasi
-
Skema insentif lain yang mendukung pertumbuhan dana kelolaan
“Misalnya ada capital gain, ada keuntungan, itu bisa saja tidak dipajaki,” ujar Purbaya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan final belum diambil. Pemerintah masih akan memantau perkembangan implementasi program PINTAR Reksa Dana dalam beberapa bulan ke depan sebelum menetapkan kebijakan konkret.
PINTAR Reksa Dana Jadi Bagian Reformasi Pasar
Sementara itu, OJK menegaskan bahwa peluncuran program PINTAR Reksa Dana merupakan bagian dari agenda besar reformasi sektor pasar modal Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Wisyasari Dewi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah investor, tetapi juga memperkuat integritas dan kualitas pasar secara keseluruhan.
“Penguatan pasar modal tidak hanya soal tata kelola, tetapi juga perlu didukung oleh partisipasi masyarakat yang luas sebagai investor,” ujar Friderica.
Program ini juga masuk dalam kerangka delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang tengah dijalankan OJK.
Perkuat Peran Pasar Modal sebagai Pilar Pembiayaan
OJK menilai, pasar modal memiliki peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, perlu ada upaya sistemik untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi publik.
Melalui program PINTAR Reksa Dana, masyarakat didorong untuk berinvestasi secara rutin dengan nominal yang terjangkau, sehingga inklusi keuangan dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, pendekatan investasi berkala juga dinilai mampu mengurangi risiko volatilitas pasar, karena dana diinvestasikan secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.
Dengan kombinasi kebijakan dari regulator dan dukungan fiskal dari pemerintah, pasar modal Indonesia diharapkan semakin dalam, stabil, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. (nsp)
Load more