Target Ambisius IHSG 28.000 pada 2030, Menkeu Purbaya Ungkap Kunci dan Risiko di Baliknya
- Antara
PINTAR Reksa Dana Jadi Solusi Minim Risiko
Sebagai langkah untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat berinvestasi secara bertahap dan lebih terukur, sehingga risiko fluktuasi pasar dapat diminimalkan.
Keunggulan PINTAR Reksa Dana:
-
Investasi dilakukan secara berkala, bukan sekaligus
-
Dikelola oleh manajer investasi profesional
-
Mengurangi dampak volatilitas pasar
-
Cocok untuk investor pemula
Purbaya menyebut, pendekatan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran risiko yang selama ini melekat pada instrumen investasi, khususnya reksa dana konvensional.
Prinsip Risiko Tetap Jadi Realitas
Meski ada berbagai inovasi, Purbaya menegaskan bahwa risiko tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari investasi. Ia mengingatkan prinsip dasar yang harus dipahami setiap investor.
Prinsip dasar investasi:
-
High risk, high return
-
Low risk, low return
-
Tidak ada investasi tanpa risiko
“Selalu ada risiko dalam investasi. Itu tidak bisa dihilangkan, hanya bisa dikelola,” katanya.
Reformasi Pasar Modal Dorong Partisipasi Publik
Program PINTAR Reksa Dana juga merupakan bagian dari reformasi besar yang tengah dijalankan OJK untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia.
Reformasi tersebut tidak hanya berfokus pada tata kelola, tetapi juga pada perluasan basis investor domestik sebagai fondasi pasar yang lebih stabil.
Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam investasi, pasar modal diharapkan menjadi lebih dalam dan tidak mudah terpengaruh oleh gejolak eksternal.
Optimisme Jangka Panjang di Tengah Volatilitas
Meskipun optimistis terhadap target IHSG 28.000, Purbaya tidak menutup mata terhadap potensi gejolak jangka pendek. Ia mengakui bahwa volatilitas pasar masih akan terjadi, terutama dalam kondisi global yang dinamis.
Namun demikian, ia menilai volatilitas merupakan bagian alami dari siklus pasar dan tidak mengubah prospek jangka panjang yang tetap positif.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan jumlah investor domestik, serta reformasi sektor keuangan, pemerintah meyakini pasar modal Indonesia akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi nasional. (ant/nsp)
Load more