KADIN Ungkap Ada Kenaikan Biaya Usaha di Tengah Tekanan Global
- Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyoroti meningkatnya biaya usaha yang dirasakan pelaku bisnis di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya dalam agenda Monthly Diplomatic Economic Breakfast yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (8/5/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, beserta para duta besar negara sahabat.
Kadin Ungkap Tekanan Global Masih Membayangi Dunia Usaha
Dalam kesempatan itu, Anindya menyebut dunia usaha di Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan global yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Ia menjelaskan tekanan tersebut berasal dari sejumlah faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan global, guncangan sektor energi, hingga fluktuasi mata uang yang masih terjadi di berbagai negara.
Menurut Anindya, situasi global yang belum stabil membuat pelaku usaha harus menghadapi tekanan tambahan di tengah upaya menjaga pertumbuhan bisnis.
“Denyut bisnis KADIN kami sendiri yang kami pantau setiap kuartal menunjukkan dengan jelas bahwa biaya meningkat, permintaan tidak merata, dan ketidakpastian itu nyata,” ujar Anindya dalam forum tersebut.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa pelaku usaha saat ini tidak hanya menghadapi kenaikan biaya operasional, tetapi juga kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Permintaan Pasar Dinilai Belum Merata
Selain kenaikan biaya usaha, Anindya juga menyoroti kondisi permintaan pasar yang dinilai masih belum merata di berbagai sektor usaha.
Situasi tersebut membuat sejumlah pelaku bisnis harus menyesuaikan strategi agar tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global yang terus berubah.
Kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha nasional, terutama dalam menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli pasar.
Meski demikian, Anindya menegaskan bahwa Indonesia masih menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah situasi global yang penuh tekanan.
Anindya: Indonesia Tumbuh dalam Tekanan dan Perubahan
Anindya menilai Indonesia memiliki pengalaman menghadapi berbagai tantangan ekonomi dalam situasi yang tidak mudah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini justru terbentuk melalui kemampuan menghadapi tekanan dan perubahan global.
“Jadi, mari kita jujur, ini bukan momen yang mudah. Namun, Indonesia tidak pernah menjadi negara yang hanya tumbuh di saat-saat mudah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk terus berkembang meski berada dalam kondisi penuh kompleksitas.
“Kita tumbuh dalam kompleksitas, kita tumbuh dalam tekanan, dan kita tumbuh melalui perubahan,” pungkas Anindya.
Forum Ekonomi Hadirkan Diplomasi dan Pembahasan Investasi
Agenda Monthly Diplomatic Economic Breakfast sendiri menjadi forum yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, dan perwakilan negara sahabat dalam membahas perkembangan ekonomi nasional maupun global.
Kehadiran Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, bersama para duta besar negara sahabat menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam menjaga stabilitas ekonomi dan investasi di Indonesia.
Dalam situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian, forum seperti ini dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
Kadin Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi dunia usaha secara berkala guna melihat dampak langsung dari perkembangan ekonomi global terhadap sektor bisnis nasional. (saa/nsp)
Load more