Saham Bank Central Asia Menghijau Saat IHSG Lesu, BBCA Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Pasar
- Istimewa
Selain itu:
-
Sektor basic melemah 5,17 persen
-
Sektor industri turun 3,24 persen
-
Sektor infrastruktur terkoreksi 2,98 persen
-
Sektor energi turun 2,37 persen
-
Sektor properti melemah 2,22 persen
-
Sektor teknologi turun 2,21 persen
-
Sektor keuangan terkoreksi 1,79 persen
Bank Central Asia Siap Bagikan Dividen Tiga Kali Setahun
Di tengah pergerakan positif saham BBCA, Bank Central Asia juga menyiapkan kebijakan baru terkait pembagian dividen kepada pemegang saham.
PT Bank Central Asia Tbk berencana membagikan dividen interim setiap tiga bulan sekali mulai 2026. Kebijakan tersebut akan dimulai pada kuartal II hingga kuartal IV 2026.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan langkah tersebut menjadi sejarah baru bagi perseroan karena sebelumnya dividen interim hanya dibagikan satu kali dalam setahun.
“Biasanya kita lakukan di bulan Desember sekali setahun. Tahun ini mulai dilakukan setiap kuartalan,” ujar Vera dalam paparan kinerja BCA Kuartal I 2026.
Meski demikian, manajemen Bank Central Asia belum memastikan besaran dividen interim yang akan dibagikan kepada investor.
Adapun dividend payout ratio BCA tahun ini mencapai 72 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 67,4 persen.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pembagian dividen interim setiap kuartal diharapkan dapat memberikan tambahan arus kas bagi pemegang saham.
Menurutnya, rencana tersebut juga telah disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris.
Laba Bersih Bank Central Asia Tembus Rp14,7 Triliun
Kinerja Bank Central Asia pada kuartal I 2026 juga tercatat solid. BBCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun.
Capaian tersebut didorong pertumbuhan kredit yang mencapai Rp994 triliun atau meningkat 5,6 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Penyaluran kredit Bank Central Asia turut ditopang pendanaan yang kuat melalui dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2 persen YoY.
Porsi CASA bahkan mendominasi sekitar 85,2 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) BCA.
“Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” kata Hendra Lembong.
Load more