Cadangan Devisa RI Menyusut Tajam, Tapi BI Sebut Masih Aman Lebih dari Cukup
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Namun, kenaikan yield SRBI mulai membuahkan hasil. Pada April 2026, instrumen tersebut mencatat inflow sebesar Rp48,26 triliun dan kembali bertambah Rp27,05 triliun hingga 8 Mei 2026. Dengan demikian, total inflow SRBI sepanjang April hingga awal Mei mencapai Rp75,31 triliun.
Secara kumulatif sejak awal tahun, inflow SRBI telah mencapai Rp105,16 triliun dan dinilai mampu membantu menahan tekanan outflow dari instrumen investasi lainnya.
Perry juga menyebut minat investor asing terhadap SBN mulai meningkat. Pada April 2026, pembelian SBN oleh investor asing tercatat sebesar Rp13,36 triliun.
Sementara itu, pasar saham masih mencatat outflow secara year to date (ytd), meski pada pekan pertama Mei 2026 mulai terjadi inflow sebesar Rp10,9 triliun.
Menurut Perry, penguatan instrumen SRBI diperlukan untuk menjaga net inflow sekaligus meningkatkan pasokan valas di dalam negeri.
BI juga memperkirakan kebutuhan valas musiman akan mulai menurun pada Juli hingga Agustus 2026. Dengan kondisi tersebut, intensitas intervensi rupiah diperkirakan dapat dikurangi secara bertahap. (ant/rpi)
Load more