Harga Minyak Sawit Rontok Dua Hari Beruntun, Ekspor Lesu dan Harga Minyak Dunia Jadi Pemicu
- antara
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian tercatat turun 0,97 persen. Sementara kontrak minyak sawit Dalian melemah lebih dalam hingga 2,02 persen.
Tidak hanya itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga turun 0,92 persen.
Pergerakan harga minyak sawit memang cenderung mengikuti arah minyak nabati rival karena seluruh produk tersebut bersaing di pasar minyak nabati global, terutama untuk kebutuhan pangan dan industri.
Ketika harga minyak kedelai turun, harga minyak sawit biasanya ikut terdampak karena pembeli memiliki alternatif minyak nabati lain dengan harga lebih murah.
Kondisi tersebut membuat sentimen pasar minyak sawit semakin negatif dalam beberapa hari terakhir.
Harga Minyak Dunia Tambah Tekanan Pasar Sawit
Selain faktor ekspor, harga minyak sawit juga tertekan oleh melemahnya harga minyak mentah dunia.
Pasar energi global saat ini tengah mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Di saat bersamaan, perlambatan aktivitas ekonomi di zona euro ikut memicu kekhawatiran terhadap permintaan energi dunia.
Turunnya harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Dalam kondisi harga minyak dunia rendah, penggunaan minyak sawit untuk biodiesel dinilai menjadi kurang kompetitif dibanding bahan bakar fosil. Situasi ini kemudian memberikan tekanan tambahan terhadap harga CPO global.
Pelaku pasar minyak sawit pun kini memantau arah harga minyak dunia karena pergerakannya sangat mempengaruhi permintaan biodiesel berbasis sawit.
Penguatan Ringgit Malaysia Bebani Harga CPO
Faktor lain yang ikut menekan harga minyak sawit adalah penguatan mata uang ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat.
Ringgit Malaysia dilaporkan menguat sekitar 0,2 persen terhadap dolar AS. Penguatan mata uang tersebut membuat harga minyak sawit Malaysia menjadi lebih mahal bagi pembeli asing yang menggunakan dolar AS maupun mata uang lainnya.
Akibatnya, daya saing ekspor minyak sawit Malaysia menjadi sedikit berkurang di pasar global.
Kondisi ini semakin memperbesar tekanan terhadap pasar CPO yang sebelumnya sudah terbebani oleh penurunan ekspor dan melemahnya harga minyak dunia.
Load more