Tak Hanya Naikkan Suku Bunga 5,5 Persen, Bank Indonesia Beri Insentif Khusus Bagi Investor Asing
- BI
BI menjelaskan fasilitas swap lindung nilai selama ini menjadi instrumen penting bagi investor asing untuk mengelola risiko pergerakan nilai tukar ketika berinvestasi di Indonesia.
Di sisi lain, bank sentral juga mengambil langkah untuk menjaga kecukupan likuiditas di sektor perbankan melalui pembukaan kembali lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan.
“Pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan sasaran agar pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap double digit (di atas 10 persen),” jelasnya.
Kebijakan repo tersebut akan menjadi instrumen utama BI dalam mengelola likuiditas perbankan dan pasar uang ke depan.
“Perluasan fasilitas repo ini akan menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan mekanisme lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder yang selama ini ditempuh Bank Indonesia,” tegasnya.
Tidak berhenti di situ, BI juga meningkatkan frekuensi operasi moneter baik di pasar rupiah maupun valuta asing. Untuk instrumen rupiah, lelang SRBI kini akan digelar dua kali dalam sepekan guna memperkuat transmisi kebijakan moneter.
Sementara di pasar valas, intensitas intervensi ditingkatkan melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.
“Peningkatan intensitas operasi moneter baik rupiah maupun valuta asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Penguatan operasi moneter rupiah ditempuh dengan pembukaan lelang SRBI dua kali seminggu,” ungkapnya.
“Sementara itu, penguatan operasi moneter valuta asing terus dilakukan dengan meningkatkan intensitas intervensi baik melalui transaksi spot dan DNDF di pasar domestik maupun transaksi NDF di pasar luar negeri,” lanjut dia. (agr/nsi)
Load more