Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.952 per Dolar AS Meski Pasar Sambut Positif Kenaikan BI Rate
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah hari ini 11 Juni 2026 melemah lagi ke Rp17.952 per dolar Amerika Serikat (AS) meskipun pasar menyambut positif kenaikan BI Rate.
Meski begitu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak fluktuatif.
Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp17.971 pada Rabu, 10 Juni 2026.
Posisinya menguat 170 poin dari kurs sebelumnya di level Rp18.141 pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.
Sementara itu, perdagangan di pasar spot pada Kamis, 11 Juni 2026 hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.952 per dolar AS.
Posisi rupiah melemah 8 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar menyambut baik kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen pada Selasa (9/6/2026) yang bertujuan untuk menstabilkan rupiah.
Kenaikan suku bunga acuan juga, sambung dia, membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun dengan bunga obligasi 7,4 persen sehingga investor asing maupun domestik diharapkan bisa kembali menyerbu lelang Surat Utang Negara (SUN).
Dia menyebut kepercayaan semakin diperkuat janji dana kekayaan negara Danantara untuk tidak mengambil margin keuntungan pada ekspor komoditas strategis dan untuk menghormati kontrak yang ada di bawah kerangka sentralisasi baru.
Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis dirancang untuk memperkuat tata kelola, menjamin kepastian hukum dan mengoptimalkan penerimaan negara tanpa mengganggu kelangsungan bisnis eksportir.
Langkah ini diharapkan mampu meredam volatilitas ekonomi dengan mengedepankan transparansi.
"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp17.900-Rp18.950," terangnya. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)
Load more