News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kadin Dukung Langkah BI Naikkan Suku Bunga, Anindya Bakrie Tegaskan Demi Jaga Stabilitas Ekonomi

Kenaikkan suku bunga acuan atau BI Rate mendapat sambutan baik dari Kadin Indonesia. Ketum Kadin Anindya Bakrie menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya BI dalam menjaga stabilitas.
Jumat, 19 Juni 2026 - 18:15 WIB
Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Langkah Bank Indonesia (BI) manaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dinilai memang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyambut baik upaya BI tersebut.

Anindya yang akrab disapa Anin, kemudian juga menekankan bahwa komunikasi yang erat antara regulator dan dunia usaha akan menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami optimistis bisa melewati situasi ini. Tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat. Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI (Bank Indonesia) memang ditujukan untuk menjaga stabilitas dan kami mengapresiasi langkah tersebut,” kata Anin dalam pernyataannya, dikutip Jumat (19/6/2026).

Anin menegaskan, Kadin siap bersinergi dengan BI hingga tingkat daerah. Sebagai organisasi yang menaungi seluruh dunia usaha Indonesia lewat jaringan Kadin di 514 kabupaten/kota serta berbagai asosiasi bisnis, Kadin siap mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan investasi, ekspor, hilirisasi, dan penguatan UMKM.

Menurut Anin, dunia usaha saat ini terus berupaya meningkatkan ekspor guna memperbesar surplus perdagangan dan menambah pasokan devisa.

Di sisi lain, Kadin juga mendorong masuknya investasi asing langsung (Free Trade Agreement/FDI) untuk memperkuat kapasitas industri nasional.

“Kami melihat optimisme tetap ada. Tantangan memang besar, tetapi peluang juga terbuka lebar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, perbankan, dan dunia usaha, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Anin.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan komitmen BI untuk bekerja total menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, BI memastikan seluruh instrumen kebijakan akan diarahkan untuk menjaga nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat sistem keuangan, serta mendukung ekspansi dunia usaha.

“Kami ingin setelah pertemuan ini selesai, kita semua keluar dari ruangan ini dengan optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan terus bertumbuh, rupiah menguat, inflasi terkendali, dan kredit terus meningkat,” kata Perry.

Perry menegaskan bahwa BI akan mengerahkan seluruh kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung agenda pertumbuhan dan berbagai program Presiden Prabowo Subianto.

“Pesan kami sederhana. Pertama, optimistis. Kedua, BI all out menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” ujar Perry.

Menurut dia, BI selama ini selalu mengedepankan pendekatan pro-bisnis, tidak hanya kepada industri keuangan dan perbankan, tetapi juga kepada sektor riil. Dengan dukungan 46 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia, BI siap memperkuat sinergi dengan Kadin hingga ke daerah untuk menggerakkan investasi, ekspor, industri pengolahan, dan UMKM.

Perry mengatakan BI mendukung penuh berbagai program prioritas pemerintah, termasuk hilirisasi industri, penguatan investasi, pengembangan UMKM, dan ekonomi kerakyatan. Namun di saat yang sama, BI harus memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga agar berbagai capaian pembangunan tidak terganggu oleh gejolak global.

“Kami mendukung penuh garis kebijakan Bapak Presiden. Saat terjadi tekanan eksternal dan gejolak pasar keuangan, tugas BI adalah memastikan stabilitas tetap terjaga agar kemajuan ekonomi yang telah dicapai tidak tergerus,” tegasnya.

Ketidakpastian Global

Saat ini, perekonomian dunia masih menghadapi ketidakpastian tinggi meskipun Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara pada 14 Juni 2026.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar menyebut gangguan logistik global, ketegangan geopolitik, serta masih tingginya harga sejumlah komoditas strategis diperkirakan menekan pertumbuhan ekonomi dunia.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi sekitar 3,0% pada 2026 dari 3,4% pada tahun sebelumnya, sementara inflasi global diproyeksikan meningkat menjadi 4,4%.

Kondisi itu mendorong bank sentral negara maju mempertahankan kebijakan moneter ketat. Sikap hawkish bank sentral utama dunia, khususnya Federal Reserve, menyebabkan penguatan dolar AS dan mendorong perpindahan modal dari negara berkembang ke negara maju. “Tekanan eksternal tersebut menjadi tantangan bagi seluruh emerging markets, termasuk Indonesia,” ujar Firman.

Meski demikian, Firman menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Konsumsi rumah tangga masih terjaga, stimulus fiskal pemerintah berjalan, tingkat keyakinan dunia usaha tetap berada pada zona ekspansi, dan investasi terus meningkat. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada pada kisaran 4,9%-5,7%.

Modal Asing Mulai Masuk

Untuk meredam tekanan eksternal, BI telah memperkuat bauran kebijakan moneter sejak Mei 2026. Setelah menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin pada Mei dan 25 basis poin secara tidak terjadwal pada 9 Juni, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur Juni menjadi 5,75%.

Selain itu, BI memperkuat intervensi di pasar valas, menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), memperluas operasi moneter, serta memberikan berbagai insentif guna menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik.

“Kebijakan yang kami tempuh mulai menunjukkan hasil positif. Aliran modal asing ke SRBI dan Surat Berharga Negara mulai meningkat, rupiah menguat, dan cadangan devisa tetap kuat,” kata Firman.

Inflasi juga masih terkendali. Pada Mei 2026 inflasi tercatat 3,08% secara tahunan, masih berada dalam kisaran sasaran BI sebesar 2,5% plus minus 1%.

Kredit Tumbuh Dua Digit

Di sisi pertumbuhan ekonomi, BI tetap menjalankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif. Pertumbuhan kredit perbankan hingga Mei 2026 tercatat sekitar 11,5% secara tahunan, didorong oleh pembiayaan investasi dan program-program produktif pemerintah.

Untuk mempercepat intermediasi perbankan, BI terus memperbesar insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar Rp418 triliun. Insentif tersebut diberikan kepada bank yang menyalurkan pembiayaan ke sektor prioritas seperti hilirisasi, UMKM, ketahanan pangan, perumahan, dan ekonomi hijau.

BI juga meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan serta memperbesar batas Rasio Pendanaan Luar Negeri guna memperluas sumber pembiayaan bagi sektor produktif. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sidang Majelis Umum PBB Dimulai, Palestina Jadi Topik Utama

Sidang Majelis Umum PBB Dimulai, Palestina Jadi Topik Utama

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York, Amerika Serikat.
Komitmen Presiden Prabowo soal Pendidikan Gratis Mulai TK, Mendikdasmen: Semua Anak Berhak Mendapat Pendidikan Bermutu

Komitmen Presiden Prabowo soal Pendidikan Gratis Mulai TK, Mendikdasmen: Semua Anak Berhak Mendapat Pendidikan Bermutu

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan Mendikdasmen Abdul Mu'ti terkait komitmennya akan memberikan pendidikan gratis dari TK hingga SMA.
PNM Bersama Kementerian UMKM Luncurkan Program Laksmi, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Usaha Mikro Perempuan

PNM Bersama Kementerian UMKM Luncurkan Program Laksmi, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Usaha Mikro Perempuan

Kementerian UMKM resmi meluncurkan Program Laksmi 2026 di Provinsi Jawa Timur pada Rabu 23 September 2026 bertempat di Taman Budaya Jawa Timur Surabaya.
Skuad Mulai Lengkap, Red Sparks Justru Masih Kesulitan Cari Pengganti Ko Hee-jin Jelang KOVO Cup 2026

Skuad Mulai Lengkap, Red Sparks Justru Masih Kesulitan Cari Pengganti Ko Hee-jin Jelang KOVO Cup 2026

Skuad Red Sparks mulai lengkap menjelang KOVO Cup 2026, tetapi tim asal Daejeon itu masih menghadapi persoalan di kursi pelatih. Hingga kini, mereka belum.
Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia, Mengapa HSB Investasi Layak #JadiPilihan?

Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia, Mengapa HSB Investasi Layak #JadiPilihan?

Catatkan 17 juta unduhan, HSB Investasi #JadiPilihan trader Indonesia lewat integrasi izin BAPPEBTI, fitur Instant WD, dan teknologi AI trading terkini.
Viral Anak 12 Tahun Jualan Somay dan Batagor di Jalan, Kisahnya Disorot Dedi Mulyadi hingga Dapat Bantuan

Viral Anak 12 Tahun Jualan Somay dan Batagor di Jalan, Kisahnya Disorot Dedi Mulyadi hingga Dapat Bantuan

Seorang remaja viral bernama Habibi. Kisahnya menyentuh hati Dedi Mulyadi. KDM pun mengatakan bakal memberikan bantuan untuknya.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Tim Indonesia Berpotensi Panen Emas Hari Ini, Skuad Merah Putih Tampil di 14 Final Asian Games 2026

Tim Indonesia Berpotensi Panen Emas Hari Ini, Skuad Merah Putih Tampil di 14 Final Asian Games 2026

Kontingen Indonesia berpotensi meraup banyak medali termasuk emas hari ini, Kamis (24/9/2026). Pasalnya sejumlah atlet Merah Putih akan tampil di 14 final di Asian Games 2026.
Volimania Korea Ngamuk, Rival Megawati Hangestri Jadi Korban 'Kejahatan' Jepang di Asian Games 2026

Volimania Korea Ngamuk, Rival Megawati Hangestri Jadi Korban 'Kejahatan' Jepang di Asian Games 2026

Volimania Korea Selatan belum lama ini dibuat geram karena salah satu atletnya, Kang So-hwi menjadi korban 'kejahatan' Jepang di Asian Games 2026. Rival Megawati Hangestri tersebut menjadi bahan olok-olokan di tayangan pertandingan.
Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Beregu Putra Indonesia Vs China, Potensi Raih Emas

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Beregu Putra Indonesia Vs China, Potensi Raih Emas

Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini Kamis (24/9/2026), di mana tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berpotensi meraih medali emas saat berhadapan dengan China di partai final, yang digelar di Ichinoya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT