Bisnis Digital Berbasis Afiliasi Jadi Harapan Baru Lapangan Kerja di Daerah
- Pixabay
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah dominasi kota besar dalam industri perdagangan digital, geliat ekonomi kreatif dari daerah mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya datang dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang kini mulai memanfaatkan ekosistem social commerce untuk memperluas akses pasar dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Model bisnis berbasis afiliasi menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Skema ini memungkinkan pelaku usaha menjalankan aktivitas promosi produk secara digital tanpa harus memiliki gudang atau stok barang sendiri.
Fenomena tersebut terlihat dari aktivitas sebuah perusahaan ritel digital di Tulungagung yang mencatatkan transaksi lebih dari 75 ribu unit produk kebutuhan ibu dan bayi selama Mei 2026.
Perusahaan bernama Kurnia Gallery itu telah menjalankan model bisnis afiliasi sejak 2022. Operasional hariannya berfokus pada promosi produk melalui siaran langsung, pembuatan konten digital, hingga pelayanan pelanggan, sementara proses penyimpanan dan distribusi barang ditangani langsung oleh pemilik merek atau penjual.
Skema bisnis tanpa inventaris fisik dinilai menjadi salah satu alternatif usaha digital yang mulai diminati masyarakat daerah karena tidak membutuhkan modal besar untuk pengadaan barang.
Namun demikian, tantangan tetap muncul, terutama terkait biaya pengiriman lintas wilayah. Untuk mengatasi hal itu, perusahaan melakukan koordinasi dengan tim platform social commerce agar produk yang dipromosikan masuk dalam program subsidi ongkos kirim nasional.
Selain mendorong aktivitas ekonomi digital, model bisnis ini juga mulai menciptakan peluang kerja baru di tingkat lokal. Saat ini, operasional Kurnia Gallery didukung oleh 17 tenaga kerja asal Tulungagung yang menangani penyiaran langsung, administrasi, produksi konten, hingga moderasi layanan pelanggan.
Pendiri Kurnia Gallery, Debby Ari Kurnia Setiawan, mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia lokal menjadi fokus utama perusahaan sejak awal berdiri.
"Pemberdayaan tenaga kerja lokal merupakan sasaran utama sejak awal operasi kami di tahun 2022. Mengingat belum banyak masyarakat daerah yang familier dengan skema afiliasi, keterlibatan 17 anggota tim asli Tulungagung ini diharapkan dapat mendemonstrasikan bahwa sistem ekonomi digital memungkinkan masyarakat untuk menghasilkan nilai ekonomi langsung dari wilayah domisilinya. Karena itu, fokus kami ke depan adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor kreatif ini, bukan berinvestasi pada gudang fisik," jelas Debby, dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberi peluang bagi masyarakat di daerah untuk ikut terlibat dalam rantai ekonomi nasional tanpa harus berpindah ke kota besar.
Ke depan, perusahaan tersebut menargetkan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal serta memperluas jenis produk yang dipasarkan melalui platform digital. Langkah itu dinilai sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi yang mulai berkembang di berbagai daerah. (cmi)
Load more