Badai PHK Ancam Berbagai Daerah, Said Iqbal Beberkan Amanat Presiden Prabowo untuk Selamatkan Ribuan Pekerja
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) telah terjadi di beberapa daerah. Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengatakan pemerintah bersama serikat buruh atau pekerja melakukan penguatan upaya mitigasi pencegahan PHK.
Said Iqbal menyebut bahwa upaya mitigasi PHK ini merupakan amanat Presiden Prabowo. Pencegahan ini dilakukan di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global yang berimbas pada lesunya beberapa sektor strategis, termasuk di Indonesia.
“Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Prabowo Subianto. Agar dilakukan mitigasi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi timbul di perusahaan-perusahaan sebagai dampak situasi global yang terus memburuk,” ujar Said Iqbal di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Terdapat sejumlah kasus yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah dan serikat buruh untuk menghindari PHK massal.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu mengakui bahwa terdapat sejumlah temuan PHK di sejumlah wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta.
Beberapa di antaranya adalah 2.500 pekerja terancam PHK di PT Pakerin di Mojokerto, dan 4.000 pekerja terancam PHK di PT Fengtai Bandung.“Amanat Presiden kepada saya adalah memitigasi persoalan yang mungkin timbul di perusahaan. Karena itu, saya bergerak cepat turun ke lapangan,” kata Said.
“Mitigasi yang saya lakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Saya tidak bisa mengambil eksekusi, tetapi melakukan analisis dan memberikan saran,” ujar Bos Partai Buruh tersebut.
Pabrik Jepang di Jatim Cabut ke Vietnam
Di Pasuruan dan Mojokerto, Said Iqbal menyampaikan ada ancaman serius terhadap dua perusahaan komponen otomotif yang mempekerjakan ribuan pekerja.
Pasalnya dua pabrik otomotif di Jawa Timur tersebut bakal pindah ke Vietnam. Menurut Presiden KSPI, kepindahan pabrik itu membuat ribuan pegawai akan terdampak pemutusan hubungan kerja alias PHK. Namun demikian, dia belum bisa mengungkap, apa nama dua perusahaan tersebut.
"Informasi awal menunjukkan situasi perang yang berkepanjangan membuat prinsipal dari Jepang berencana memindahkan investasinya ke negara lain dan lebih berfokus pada pengembangan mobil listrik di Vietnam," ujar dia.
Kemudian, Ia menegaskan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan serikat buruh serta menjalin komunikasi dengan kalangan pengusaha.
Diketahui bahwa salah satu pemicu terjadinya PHK massal tersebut adalah lesunya ekonomi akibat ketidakpastian global, khususnya perang yang ada di Timur Tengah.
"Perang Iran melawan Amerika dan Istael menimbulkan ketidakpastian ekonomi dunia, sangat memengaruhi perusahaan yang berorientasi ekspor dan perusahaan yang bahan bakunya berasal dari impor. Permintaan barang dari luar negeri menurun sehingga produksi perusahaan ikut menurun,” katanya menjelaskan. (ant/rpi)
Load more