News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

12 Perusahaan RI Ambil Bagian di Africa Food Show 2026, Perkuat Jejak Indonesia di Pasar Afrika

Sebanyak 12 perusahaan RI ambil bagian dalam pameran internasional Africa Food Show (AFS) 2026 dengan menampilkan berbagai produk unggulan di Paviliun Indonesia.
Kamis, 25 Juni 2026 - 20:44 WIB
Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, Tudiono, saat hadir di Africa Food Show (AFS) 2026.
Sumber :
  • KJRI Cape Town

Jakarta, tvOnenews.com – Indonesia belum lama ini kembali menunjukkan komitmennya untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan kawasan Afrika melalui partisipasi pada Africa Food Show (AFS) 2026 yang berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan.

Dibuka pada 10 Juni 2026, sebanyak 12 perusahaan RI ambil bagian dalam pameran internasional tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan di Paviliun Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai produk yang ditampilkan mulai dari makanan dan minuman olahan, rempah-rempah, bahan baku pangan, hingga produk pendukung industri yang memiliki potensi besar untuk memasuki pasar Afrika Selatan dan kawasan Afrika secara lebih luas.

Partisipasi Indonesia tersebut merupakan kerjasama antara KJRI Cape Town, ITPC Johannesburg, Indobizco dan para pelaku usaha Indonesia.

Kerja sama itu menjadi bukti semakin meningkatnya perhatian pelaku usaha Indonesia terhadap Afrika yang saat ini menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi paling menjanjikan di dunia.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, Tudiono, dalam sambutan pembukaan Paviliun Indonesia menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Africa Food Show memiliki arti strategis di tengah upaya diversifikasi pasar ekspor nasional dan semakin besarnya potensi ekonomi Afrika.

“Partisipasi ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi juga membuka peluang pasar baru, memperluas jejaring bisnis, membangun kemitraan jangka panjang, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar Afrika yang terus berkembang,” ujarnya dikutip Kamis (25/6/2026).

Africa Food Show merupakan salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di kawasan Afrika. Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan pertama dengan nama Africa Food Show setelah sebelumnya dikenal sebagai Africa’s Big 7.

Pada tahun tersebut pameran berhasil menarik lebih dari 300 exhibitor dan 9.448 pengunjung bisnis (trade visitors). Untuk penyelenggaraan tahun 2026, panitia menargetkan lebih dari 350 exhibitor dari lebih dari 20 negara dengan fokus memperluas jaringan pembeli dari berbagai negara di kawasan Sub-Sahara Afrika.

Pameran tahun ini menghadirkan peserta dari berbagai negara, antara lain Afrika Selatan, Indonesia, India, Tiongkok, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brasil, dan sejumlah negara lainnya. Keberagaman peserta tersebut menunjukkan semakin pentingnya Afrika sebagai salah satu pusat pertumbuhan perdagangan dan investasi dunia.

Potensi ekonomi Afrika memang semakin menarik perhatian pelaku usaha global. Dengan populasi sekitar 1,5 miliar jiwa atau hampir 18 persen penduduk dunia, serta pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, Afrika menjadi salah satu kawasan dengan prospek pertumbuhan konsumsi terbesar dalam beberapa dekade ke depan.

Selain itu, implementasi African Continental Free Trade Area (AfCFTA) membuka peluang terbentuknya pasar terpadu terbesar di dunia berdasarkan jumlah negara anggota, sehingga memperkuat daya tarik Afrika sebagai tujuan ekspansi perdagangan internasional.

Menurut Tudiono, Afrika Selatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks tersebut. Sebagai salah satu ekonomi terbesar dan paling terdiversifikasi di Afrika, negara ini didukung oleh infrastruktur, sistem logistik, dan jaringan distribusi yang relatif maju sehingga berfungsi sebagai salah satu gerbang utama menuju pasar Afrika yang berpenduduk sekitar 1,5 miliar jiwa dan terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global baru.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan rantai pasok internasional, diversifikasi pasar menjadi semakin penting. Afrika Selatan dapat menjadi titik masuk yang efektif bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar Afrika yang lebih luas,” katanya.

Partisipasi Indonesia pada AFS 2026 juga didukung oleh modal historis yang kuat. Hubungan Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi, tetapi juga memiliki kedekatan sejarah dan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Jejak komunitas Muslim Nusantara di Cape Town, termasuk kontribusi para ulama dan tokoh asal Kepulauan Indonesia dalam perkembangan masyarakat setempat, menjadi salah satu fondasi hubungan antarmasyarakat yang hingga kini tetap terjaga.

Tahun ini, Indonesia diwakili oleh 12 perusahaan, yaitu ABC President, Alco Langit Semesta, Cahaya Sinar Terang, Daesang Mamasuka, IClean, Kapal Api Group, Khong Guan, Kobumi, Konimez, Manohara Asri, Persatouone Komoditas Indonesia, dan T3 Premium Tea.

Selain mengikuti African Food Show, delegasi juga akan mengikuti business meeting dengan pelaku usaha setempat dan Wesgro kantor promosi perdagangan dan investasi Western Cape di Ruang Garuda KJRI pada tanggal 12 Juni 2026.

Keikutsertaan perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai peluang bisnis konkret, memperluas jaringan kemitraan, sekaligus memperkenalkan kualitas dan daya saing produk Indonesia kepada pasar Afrika.

Sejumlah produk Indonesia seperti Indomie, Kopiko, dan Kara telah lebih dahulu dikenal oleh konsumen Afrika Selatan. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di pasar internasional.

Tantangan berikutnya adalah memperluas keberhasilan tersebut ke lebih banyak produk unggulan nasional dan menjangkau pasar Afrika yang semakin luas dan dinamis.

Momentum Africa Food Show 2026 diharapkan menjadi salah satu katalis penting untuk mempercepat penetrasi produk Indonesia ke pasar Afrika sekaligus memperluas jejaring kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Sebagaimana disampaikan dalam pembukaan Paviliun Indonesia: “Africa is no longer the market of the future. Africa is the market of today.”

Dengan semangat tersebut, partisipasi Indonesia pada Africa Food Show 2026 bukan hanya tentang mempromosikan produk. Tetapi juga tentang membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan, dan membuka jalan bagi kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara Afrika di masa depan. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji

Hal itu terungkap saat Jaksa membacakan dakwaan untuk Yaqut terkait korupsi kuota haji 2023-2024 yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Terungkap saat Rekonstruksi, Teman Pelaku Mutilasi Depok Sempat Ketakutan Karena Ada Bau Darah: Kok Ada Alat Pel?

Terungkap saat Rekonstruksi, Teman Pelaku Mutilasi Depok Sempat Ketakutan Karena Ada Bau Darah: Kok Ada Alat Pel?

Terungkap saat rekonstruksi dilakukan, ternyata teman pelaku mutilasi Depok sempat ketakutan karena mencium bau darah.
Bilal Hasan Bangga Harumkan Nama Indonesia usai Menang KO 45 Detik di DWCS: Alhamdulillah Kita Menang

Bilal Hasan Bangga Harumkan Nama Indonesia usai Menang KO 45 Detik di DWCS: Alhamdulillah Kita Menang

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan tak berhenti dengan bangga menyebut nama Indonesia, dan berterima kasih kepada para pendukungnya di tanah air usai meraih kemenangan di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026).
30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT