Kinerja Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Melonjak! Penjualan Tembus Rp2,56 Triliun, Laba Operasi Naik 86%
- Dok. UNSP
UNSP membukukan penjualan sebesar Rp2,56 triliun atau meningkat 10% dibandingkan tahun 2024. Kinerja operasional juga mengalami lonjakan, ditandai dengan laba kotor naik 25% menjadi Rp757 miliar, laba operasi melonjak 86% menjadi Rp388 miliar, serta EBITDA meningkat 48% menjadi Rp551 miliar.
Tren pertumbuhan ini berlanjut pada kuartal I-2026. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan meningkat 13% menjadi Rp561 miliar, laba kotor tumbuh 22% menjadi Rp162 miliar, laba operasi naik 49% menjadi Rp70 miliar, dan EBITDA meningkat 24% menjadi Rp109 miliar.
Menurut Andi W. Setianto, peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan produktivitas yang terus dijalankan Perseroan.
"Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, diantaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka," katanya.
Fokus pada Keberlanjutan
Selain peningkatan produktivitas, UNSP terus menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan sesuai standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
UNSP digadang telah menerapkan kebijakan zero-burning dalam aktivitas perkebunan sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan.
Pendekatan keberlanjutan juga diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan petani, penerapan prinsip circular economy untuk mengurangi limbah, serta dukungan terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca melalui praktik *no-deforestation*.
"Perseroan mengikuti protokol ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, diantaranya kebijakan 'zero-burning' (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan. Keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek people & planet seperti mensejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals no-poverty, zero-waste sesuai Circular Economy, dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk Climate Change," papar Andi.
Bibit Unggul Tingkatkan Produktivitas Sawit
UNSP juga terus mengembangkan bibit unggul sebagai salah satu strategi meningkatkan produktivitas tanpa perlu melakukan ekspansi lahan.
Saat ini produktivitas rata-rata kelapa sawit nasional berada di kisaran 3 ton CPO per hektare per tahun. Sementara bibit unggul yang dikembangkan Perseroan memiliki potensi menghasilkan 10 ton CPO per hektare per tahun, dengan produksi sekitar 40 ton tandan buah segar per hektare per tahun serta tingkat ekstraksi minyak sebesar 25%, berdasarkan hasil uji lapangan yang telah tersertifikasi.
Load more