Saham EMAS Resmi Melantai di Hong Kong, Analis Sebut Mau Bidik Investor HKEX untuk Proyek Tambang Emas Pani
- Dok. Merdeka Gold Resources
Jakarta, tvOnenews.com – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi melenggang ke pasar modal internasional melalui pencatatan saham di The Stock Exchange of Hong Kong (HKEX) dengan skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR).
Langkah strategis emiten pertambangan ini dianggap menjadi katalis positif bagi industri pertambangan nasional sekaligus memperkuat citra investasi Indonesia di mata investor global.
Aksi korporasi tersebut dapat membuka peluang EMAS untuk menjangkau basis investor internasional yang lebih luas guna mendukung pendanaan Proyek Tambang Emas Pani.
Di sisi lain, pencatatan ini juga mencerminkan semakin adaptifnya regulasi pasar keuangan Indonesia dalam mendukung integrasi dengan ekosistem keuangan global.
Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai keputusan EMAS melakukan dual listing merupakan langkah yang tepat dan diambil pada momentum yang ideal.
Menurutnya, keputusan tersebut dipengaruhi kombinasi kondisi makroekonomi global serta kebutuhan internal perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, harga emas saat ini masih berada dalam tren positif karena menjadi aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi dunia.
Momentum tersebut menurutnya menguntungkan bagi EMAS untuk masuk ke bursa internasional karena bisa meningkatkan daya tarik sekaligus memperoleh valuasi yang lebih optimal dari investor asing.
Di tengah likuiditas pasar domestik yang masih terbatas, pencarian sumber pendanaan melalui pusat keuangan global seperti Hong Kong menjadi pilihan yang tepat.
Dengan tercatat di HKEX, EMAS tidak hanya mengandalkan arus modal dari Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi juga memperoleh akses langsung terhadap likuiditas investor internasional guna mendukung ekspansi bisnis.
Nafan menambahkan, HKEX dikenal memiliki standar regulasi, tata kelola perusahaan, serta transparansi yang sangat tinggi.
Keberhasilan tersebut menempatkan EMAS sebagai salah satu perusahaan yang mampu memenuhi standar korporasi global dan meningkatkan kepercayaan investor institusi.
“Keberhasilan EMAS menembus Main Board HKEX dengan kode saham 6228 menunjukkan kualitas aset (khususnya Proyek Pani), manajemen, dan prospek bisnis EMAS telah memenuhi standar kualifikasi investor institusional global,” ujar Nafan dalam analisis tertulisnya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi sentimen positif yang mampu memperkuat daya tarik investasi Indonesia di mata dunia.
EMAS dinilai berperan sebagai representasi perusahaan nasional yang mampu menghadirkan proyek tambang berkelas dunia dengan pengelolaan profesional oleh manajemen dalam negeri.
Keberadaan HDR EMAS di HKEX juga diperkirakan meningkatkan perhatian investor asing yang sebelumnya belum banyak melirik pasar modal Indonesia. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia semakin mampu mengikuti perkembangan integrasi pasar keuangan global.
Sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di Asia, Hong Kong menawarkan likuiditas yang tinggi dan jaringan investor internasional yang luas.
Melalui pencatatan di HKEX, EMAS berpotensi menarik minat sovereign wealth funds, hedge funds, maupun investor institusional global yang memiliki fokus investasi pada sektor pertambangan dan komoditas.
Basis investor yang lebih besar dan likuiditas yang meningkat diyakini dapat mendorong proses price discovery menjadi lebih efisien. Dampaknya, valuasi saham EMAS berpeluang meningkat, baik yang diperdagangkan di HKEX maupun di BEI melalui mekanisme arbitrase pasar.
Ketersediaan pendanaan yang lebih kuat juga diyakini akan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sesuai target yang telah ditetapkan manajemen.
“Dengan pendanaan yang lebih terjamin dari pasar global, risiko penundaan (delay) pada komersialisasi Tambang Emas Pani dapat diminimalisir,” kata Nafan.
Pandangan serupa disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus. Menurutnya, keputusan EMAS melakukan dual listing merupakan langkah positif yang mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap fundamental, prospek bisnis, dan valuasi yang dimiliki.
Ia menilai pencatatan di HKEX juga akan meningkatkan eksposur EMAS di kalangan investor internasional sehingga membuka peluang masuknya modal asing ke perusahaan.
“Ini artinya pelaku pasar dan investor percaya dengan perusahaan dari Indonesia, di tengah situasi dan kondisi yang terjadi saat ini,” kata Nico.
Lebih lanjut, Nico mengatakan keberhasilan mencatatkan saham di HKEX menunjukkan bahwa EMAS memiliki kredibilitas tinggi di pasar global, terutama dari sisi tata kelola perusahaan dan transparansi.
Masuknya EMAS ke HKEX, yang dikenal sebagai salah satu gerbang utama pasar modal Asia sekaligus pusat investor Tiongkok, menempatkan perusahaan tersebut sejajar dengan perusahaan tambang berskala global.
“Ini adalah bentuk pengakuan internasional, bukan hanya terhadap EMAS tetapi juga terhadap kemampuan perusahaan Indonesia untuk memenuhi standar global,” kata Nico.
Sebelumnya, EMAS resmi memulai perdagangan di Main Board HKEX dengan menggunakan kode saham 6228.
Dalam penawaran perdana HDR tersebut, Perseroan menetapkan harga sebesar HK$26,60 per HDR dengan satuan perdagangan 100 HDR per lot. Langkah ini memperluas akses investor global terhadap Proyek Tambang Emas Pani sekaligus memperbesar basis investor EMAS. (rpi)
Load more