Tren Investasi Emas Meningkat, di Tengah Ketidakpastian Situasi Ekonomi Global
- Tim tvone - tim tvone
Surabaya, tvOnenews.com ā Tren investasi emas di kalangan masyarakat Jawa Timur terus menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan bisnis emas atau bullion PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Office (RO) VIII Surabaya sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.
Hingga Mei 2026, BSI RO VIII Surabaya mencatat produk tabungan emas menjadi layanan dengan pertumbuhan tertinggi. Jumlah rekening atau Number of Account (NoA) tabungan emas meningkat 92,57 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan tambahan lebih dari 31 ribu rekening baru.
Tidak hanya tabungan emas, dua produk bullion lainnya juga mengalami pertumbuhan signifikan. Produk cicil emas tercatat tumbuh sebesar 89,6 persen, sedangkan layanan gadai emas meningkat 74,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, mengatakan meningkatnya pertumbuhan bisnis emas tersebut tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menempatkan dana pada instrumen investasi yang dinilai relatif aman dan memiliki nilai jangka panjang.
Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan, di tengah situasi global yang tidak menentu, emas masih menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati berbagai kalangan karena dianggap mampu menjaga nilai aset.
"Bisnis bullion BSI memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Produk emas kami hadir sebagai solusi finansial yang relevan bagi masyarakat, baik untuk perencanaan investasi jangka panjang maupun pemenuhan kebutuhan likuiditas mendesak," ujar Jajang dalam keterangannya di Surabaya.
Jajang menambahkan, produk emas syariah saat ini tidak hanya diminati oleh kelompok masyarakat berusia matang, tetapi juga mulai menjadi pilihan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, yang ingin membangun portofolio investasi sejak dini.
"Minat masyarakat terhadap investasi emas syariah terus meningkat. Kami melihat segmen generasi muda mulai sadar pentingnya investasi, sementara kelompok usia yang lebih senior memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven," pungkasnya. (sha/hen)
Load more