News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mandatori Biodiesel B50 Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Ini Manfaat dan Kesiapan Implementasinya

Salah satu dampak positif dari implementasi B50 adalah Indonesia diproyeksikan akan mampu menghemat devisa hingga sekitar Rp170 triliun pada 2026.
Kamis, 16 Juli 2026 - 10:15 WIB
Ilustrasi pengisian BBM B50.
Sumber :
  • Pertamina

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pionir global dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya domestik. Pada Kamis (9/7/2026), Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat.

Biodiesel B50 merupakan bahan bakar diesel yang terdiri atas 50% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50% solar. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional menuju kemandirian energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi

Bagi Presiden Prabowo Subianto, implementasi B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri.

Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi, penguatan pemanfaatan energi domestik menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Peluncuran program tersebut ditandai secara simbolis dengan penekanan sirene oleh Presiden Prabowo.

"Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," ucap Prabowo.

Menghemat Devisa dan Memperkuat Neraca Perdagangan

Selama ini, kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan devisa negara. Karena itu, peningkatan pemanfaatan energi domestik dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Melalui implementasi B50, Indonesia diproyeksikan mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun pada 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan potensi penghematan pada saat implementasi B40 yang mencapai sekitar Rp133,3 triliun.

"B50 bukan sekadar energi baru, tetapi bagian dari transformasi energi yang mengoptimalkan potensi Indonesia demi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi bangsa," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Program Mandatori B50 juga diproyeksikan mampu mengurangi impor solar sekitar 18 juta kiloliter sepanjang 2026. Pengurangan impor tersebut diharapkan memperkuat neraca perdagangan migas sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan devisa negara.

Mendorong Nilai Tambah Industri Sawit

Implementasi B50 juga diperkirakan memberikan manfaat bagi industri sawit nasional. Peningkatan bauran biodiesel menjadi 50% membutuhkan tambahan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang diproduksi dari minyak sawit domestik sebagai bahan baku biodiesel.

Dari sisi industri, nilai tambah minyak sawit di dalam negeri diperkirakan meningkat dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun. Nilai tambah tersebut diharapkan semakin banyak tercipta di dalam negeri melalui pengembangan industri hilir berbasis sawit.

"B50 ini meningkatkan kebutuhan CPO kita dari 15,2 juta (ton) menjadi 16,3 juta (ton) sampai dengan 17 juta ton, sehingga dapat membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit,” ujar Bahlil.

Secara sosial ekonomi, implementasi B50 diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap penyerapan sekitar 2,1 juta tenaga kerja. Dampak ekonomi tersebut diharapkan dapat dirasakan di berbagai daerah penghasil sawit, terutama di Sumatra dan Kalimantan.

Peningkatan aktivitas industri pengolahan, distribusi, serta logistik biodiesel juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Selain itu, meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel diharapkan memberikan kepastian permintaan pasar domestik bagi hasil produksi petani sawit sehingga mendukung stabilitas usaha di tingkat hulu.

Mendukung Transisi Energi

Selain memberikan manfaat ekonomi, implementasi B50 juga menjadi bagian dari upaya Indonesia mempercepat transisi energi berbasis sumber daya domestik.

Peningkatan penggunaan biodiesel diproyeksikan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.

Sepanjang 2026, implementasi B50 diproyeksikan mampu menurunkan emisi GRK hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia mendukung target Net Zero Emission (NZE).

Melalui B50, Indonesia juga menunjukkan bahwa pengembangan bioenergi berbasis komoditas lokal dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan energi nasional.

"Dan lebih daripada itu, dalam rangka menjaga bumi kita, adalah meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2. Jadi dia menurunkan konsumsi apa peredaran CO2 kita," tandas Bahlil.

Kesiapan Implementasi B50

Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menyatakan siap menyalurkan Biodiesel B50 seiring dimulainya Program Mandatori B50 yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. 

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, pemerintah telah melakukan serangkaian kajian ilmiah dan uji coba lapangan sebelum B50 diterapkan secara nasional.

Pengujian dilakukan selama sekitar enam bulan pada enam sektor strategis, yakni kendaraan penumpang dan komersial, alat dan mesin pertanian (alsintan), alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, serta kereta api.

Hasil pengujian menunjukkan Biodiesel B50 telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan sehingga sesuai digunakan pada berbagai jenis mesin yang menjadi objek pengujian.

Sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan infrastruktur, sistem distribusi, dan rantai pasok guna memastikan penyaluran B50 berjalan sesuai ketentuan tanpa mengganggu keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

Guna menjamin kelancaran implementasi di lapangan, pemerintah menetapkan masa transisi hingga 1 Oktober 2026. Periode tersebut dimanfaatkan oleh pelaku usaha logistik dan SPBU untuk menghabiskan sisa stok B40 sebelum seluruh distribusi beralih ke B50.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Pertamina memiliki pengalaman dalam mendukung implementasi mandatori biodiesel, mulai dari B20, B30, B35, B40 hingga kini B50. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memastikan proses transisi berlangsung optimal.

Menurut Baron, Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.

"Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh produk dengan mutu yang tetap terjaga," kata Baron. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ucapan Tantang Fight sampai Mati Berujung Diserbu Sekelompok Pria, Ini Pesan Hanny Kristianto untuk Herri Pras

Ucapan Tantang Fight sampai Mati Berujung Diserbu Sekelompok Pria, Ini Pesan Hanny Kristianto untuk Herri Pras

YouTuber Herri Pras menjadi sorotan setelah kediamannya didatangi sekelompok pria yang diduga berasal dari komunitas bela diri. Ini pesan Hanny Kristianto.
Tak Lagi Jadi Pelengkap, Presiden Prabowo Dinilai Mulai Jadikan Sektor Kelautan Pilar Ekonomi RI

Tak Lagi Jadi Pelengkap, Presiden Prabowo Dinilai Mulai Jadikan Sektor Kelautan Pilar Ekonomi RI

Arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai tengah mengalami pergeseran paradigma. 
Peredaran Kratom dan Vape akan Diperketat? Polri dan BPOM Siapkan Regulasinya

Peredaran Kratom dan Vape akan Diperketat? Polri dan BPOM Siapkan Regulasinya

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan menyiapkan regulasi terkait peredaran kratom dan rokok elektrik atau vape guna mencegah penyalahgunaan yang dapat membahayakan masyarakat.
Tak Perlu Dinaturalisasi, Eks Andalan Shin Tae-yong Ini Layak Dilirik John Herdman untuk Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Tak Perlu Dinaturalisasi, Eks Andalan Shin Tae-yong Ini Layak Dilirik John Herdman untuk Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Timnas Indonesia hadapi persoalan di lini depan jelang FIFA Matchday November 2026. Di tengah kondisi tersebut, nama Irfan Jaya layak masuk radar John Herdman.
Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Hasil Pemeriksaan Dokter Forensik Anak Korban Pembunuhan Orangtua di Kebayoran Lama: Ada Tanda Kekerasan-Gizi Tak Sesuai

Tim Spesialis Forensik Rumah Sakit Kramat Jati mengungkap hasil pemeriksaan anak (20 bulan) yang dibunuh ayah tiri, AR (22) dan ibu kandungnya, JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10).
Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Sosok Pria Berkacamata Tendang Herri Pras hingga Tersungkur, Sosok Ini Ungkap Dugaan Tujuannya

Video yang memperlihatkan YouTuber Herri Pras didatangi sekelompok pria hingga mendapat tindakan fisik mendadak viral di media sosial. Ini dugaan motifnya.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT