Rupiah Melemah ke Rp17.994 per Dolar AS Meskipun Kegiatan Usaha Kuartal II-2026 Dilaporkan Melonjak
- tvOnenews.com/Wildan M.
Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah melemah ke Rp17.994 per dolar Amerika Serikat (AS) meskipun kegiatan usaha kuartal II-2026 dilaporkan melonjak.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp17.944 per dolar AS pada Jumat, 17 Juli 2026.
Posisi rupiah menguat 97 poin dari kurs sebelumnya di level Rp18.041 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026.
Perdagangan di pasar spot pada Senin, 20 Juli 2026 hingga pukul 09.06 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.994 per dolar AS.
Posisi rupiah melemah 73 poin atau 0,41 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.921 per dolar AS.
Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal II-2026 yang terpantau meningkat.
BI melaporkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal II-2026 berada di 12,97 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 10,11 persen.
Peningkatan ini didorong kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama antara lain LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, LU Konstruksi dan LU Pertambangan dan Penggalian sejalan dengan aktivitas usahanya.
Kemudian, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sejalan dengan permintaan terjaga pada rangkaian periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan high season liburan sekolah pada kuartal II-2026.
Sejalan dengan itu, kapasitas produksi terpakai pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 73,8 persen—lebih tinggi ketimbang realisasi kuartal sebelumnya yang sebesar 73,33 persen.
Peningkatan kapasitas produksi terpakai terutama ditopang oleh LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, LU Pertambangan dan Penggalian dan LU Pengadaan Listrik.
"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp17.870-Rp17.930," katanya, Senin (20/7/2026). (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)
Load more