Sinergi Dua BUMN Dorong Peningkatan Standar Keselamatan Transportasi Laut
- BKI.
Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memperkuat standar keselamatan di sektor maritim terus dilakukan melalui kolaborasi antarlembaga. Salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI dengan PT Jasaraharja Putera yang digelar di Kantor Pusat BKI, Jakarta.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kualitas keselamatan pelayaran nasional. Sejumlah bidang yang akan dikembangkan meliputi peningkatan kelayakan teknis, pendidikan dan pelatihan, hingga pengembangan serta pertukaran ilmu pengetahuan di sektor maritim.
Kolaborasi ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem maritim Indonesia yang semakin membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seiring meningkatnya aktivitas pelayaran dan distribusi logistik antarpulau.
Dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut, BKI diwakili Direktur Utama R. Benny Susanto yang didampingi Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi Arief Budi Permana beserta jajaran manajemen perusahaan. Sementara dari pihak PT Jasaraharja Putera hadir Direktur Utama Abdul Haris, Direktur Pemasaran Imam Hendrawan, serta jajaran manajemen.
Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan keamanan dan keselamatan pelayaran melalui kompetensi teknis yang dimiliki.
Menurutnya, peningkatan standar keselamatan tidak hanya membutuhkan regulasi yang kuat, tetapi juga sinergi antarlembaga untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas layanan di sektor maritim.
“Nota Kesepahaman ini adalah langkah awal. Harapan kami, dengan adanya MoU ini akan memberikan peran kontribusi kita kepada publik dan negara terhadap keamanan dan keselamatan pelayaran kapal di Indonesia," ujar Benny dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan aspek teknis maupun keselamatan pelayaran.
Bagi sektor maritim nasional, peningkatan kapasitas teknis dan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk menekan risiko kecelakaan pelayaran sekaligus meningkatkan keandalan armada yang beroperasi di perairan Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan jalur pelayaran yang sangat luas, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan transportasi laut. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan yang bergerak di bidang klasifikasi kapal dan penyedia layanan perlindungan risiko dinilai dapat mendukung penguatan sistem keselamatan secara menyeluruh.
Melalui nota kesepahaman ini, kedua perusahaan juga akan menjajaki pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam peningkatan kualitas layanan di sektor maritim.
Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi industri pelayaran nasional. (cmi)
Load more