Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Airlangga menilai keberadaan ETF emas juga dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih terintegrasi. Instrumen tersebut diharapkan menghubungkan berbagai pelaku dalam rantai pasar emas dan pasar modal.
“Nah, kemudian saya harapkan memang produk ini menghubungkan antara manajer investasi, custodian bank, Bank Bullion, dealer, dan Bursa Efek. Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” ujar Airlangga.
Dengan keterhubungan tersebut, emas diharapkan tidak hanya menjadi aset yang disimpan secara fisik, tetapi dapat diperdagangkan melalui instrumen pasar modal dengan mekanisme yang lebih terstruktur.
Airlangga juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membuka ruang bagi Electronic Gold Receipt (EGR) untuk masuk dalam ekosistem ETF emas.
“Dan saya mengapresiasi langkah OJK bahwa Electronic Gold Receipt atau EGR merupakan efek yang dapat dicatat sebagai efek dalam portofolio ETF emas,” ucapnya. (agr/nsi)
Load more