News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Joko Purnomo Buktikan Petani Bisa Sejahtera, Panen 9 Ton per Hektare hingga 3 Kali Setahun

Joko Purnomo membuktikan pertanian bisa sejahtera dengan teknologi. Produktivitasnya mencapai 9 ton per hektare dan panen tiga kali setahun.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:25 WIB
Ilustrasi pertanian Indonesia.
Sumber :
  • Kementan

Ngawi, tvOnenews.com – Menjadi petani bagi Joko Purnomo bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berasal dari keluarga petani, Joko telah akrab dengan sawah, panas matahari, lumpur, hingga berbagai tantangan yang dihadapi petani sejak masih kecil.

Sekitar 20 tahun menekuni pertanian padi membuat Joko tidak hanya bertahan sebagai petani. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sri Makmur, Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tersebut justru mendorong perubahan di lingkungannya dengan menerapkan teknologi pertanian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Joko membuktikan bahwa pertanian dapat menjadi pekerjaan yang menjanjikan apabila dikelola dengan cara yang lebih modern dan efisien.

Pernah Berutang untuk Beli Hand Traktor

Perjalanan Joko membangun usaha pertaniannya tidak selalu mudah. Pada awalnya, keterbatasan modal menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi.

Ia bahkan mengaku harus berutang dan menggadaikan BPKB kendaraan untuk membeli hand traktor bekas yang digunakan dalam mengelola lahan.

“Bagaimana waktu itu saya hand traktor ngutang dulu. Mesti gadaikan BPKB untuk bayar hand traktor walaupun itu bekas,” kata Joko saat wawancara dengan Bakom RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dari keterbatasan tersebut, Joko perlahan mulai mengembangkan cara bertani dengan memanfaatkan teknologi dan berbagai peralatan pertanian.

Menurutnya, penggunaan teknologi membuat proses budidaya padi menjadi lebih cepat sekaligus efisien dibandingkan ketika sebagian besar pekerjaan masih dilakukan secara manual.

Gunakan Dapog hingga Sumur Submersible

Salah satu teknologi yang dimanfaatkan Joko adalah metode dapog untuk proses persemaian padi.

Dengan metode tersebut, persemaian dapat dilakukan di halaman atau pekarangan menggunakan kotak pembibitan. Cara ini membuat persemaian tidak membutuhkan lahan yang luas.

Joko juga memanfaatkan sumur submersible untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertaniannya.

Selain itu, penggunaan mesin dalam proses pengolahan lahan turut memangkas waktu pengerjaan. Ia mencontohkan penggunaan rotavator berukuran besar yang membuat proses pengolahan lahan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama menjadi lebih singkat.

Efisiensi semakin terlihat ketika memasuki masa panen. Jika sebelumnya proses panen satu hektare membutuhkan waktu hingga empat hari, penggunaan mesin combine harvester membuat pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.

“Kalau dulu panen satu hektare bisa empat hari, sekarang tinggal dua jam selesai,” ujarnya.

Produktivitas Capai 9 Ton per Hektare

Penggunaan teknologi dan pengelolaan lahan yang lebih baik turut berdampak terhadap produktivitas pertanian Joko.

Ia mampu mendorong hasil panen hingga sekitar 9 ton per hektare. Dalam setahun, Joko juga dapat melakukan panen hingga tiga kali.

Keberhasilan tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap hasil produksi. Efisiensi dalam proses bertani juga membantu petani mengelola waktu dan pekerjaan di lahan secara lebih efektif.

Perubahan tersebut kemudian turut dirasakan petani lain di lingkungan Poktan Sri Makmur.

Pupuk Bersubsidi Bantu Tekan Beban Petani

Selain penggunaan teknologi pertanian, Joko menilai dukungan pemerintah melalui pupuk bersubsidi turut membantu mengurangi beban modal petani.

Menurutnya, harga pupuk subsidi dan nonsubsidi memiliki perbedaan yang cukup besar. Kondisi tersebut sangat dirasakan petani, terutama mereka yang sebelumnya mengalami kesulitan menyediakan modal untuk membeli sarana produksi.

Joko menyebut harga pupuk nonsubsidi dapat mencapai sekitar Rp400 ribu per kilogram. Sementara itu, pupuk subsidi menurutnya berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram.

“Itu betul-betul terasa sekali perbedaan pupuk subsidi dan non-subsidi,” ucapnya.

Suwandi Rasakan Perubahan Kehidupan Petani

Manfaat pupuk bersubsidi juga dirasakan Suwandi, anggota Poktan Sri Makmur. Ia masih mengingat kondisi ketika sebagian besar pekerjaan pertanian dilakukan secara manual dan akses terhadap pupuk menjadi persoalan bagi petani.

Suwandi mengatakan harga pupuk subsidi yang kini lebih terjangkau membuat petani lebih terbantu dalam menjalankan usaha tani.

“Dari pemerintahan pupuk sudah disubsidi. Harga pupuk subsidi pun sekarang turun. Walau dulu soal pupuk itu minta ampun sulitnya,” ceritanya.

Menurut Suwandi, kemajuan di sektor pertanian dan dukungan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau turut memberikan perubahan terhadap kesejahteraan petani.

Ia membandingkan kondisi kehidupan petani dahulu dengan saat ini. Jika sebelumnya hasil bertani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, kini ia mengaku dapat menyisihkan hasil pertanian untuk ditabung.

“Kalau zaman dulu, istilahnya petani itu untuk makan cukup berdua sudah bersyukur. Kalau sekarang itu hasilnya melimpah, bisa punya tabungan,” ucapnya penuh haru.

Joko: Bangga Menjadi Petani

Perubahan yang terjadi di lingkungan Poktan Sri Makmur menggambarkan perkembangan pertanian di tingkat desa. Pekerjaan yang dahulu identik dengan lumpur, cangkul, dan tenaga fisik kini mulai didukung penggunaan mesin, teknologi, serta kebijakan pemerintah.

Bagi Joko, perkembangan tersebut menjadi alasan untuk tetap bangga menjalani profesi sebagai petani.

“Bangga menjadi petani, bukan lemah menjadi tani. Bangga menjadi petani,” pungkas Joko Purnomo.

Joko Purnomo diketahui menjadi salah satu penerima manfaat Program Pupuk Bersubsidi dari pemerintah. Namanya juga disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Piala AFF 2026 Dihantam Skandal Besar, 4 Pemain Timnas Diselidiki Dugaan Match Fixing

Piala AFF 2026 Dihantam Skandal Besar, 4 Pemain Timnas Diselidiki Dugaan Match Fixing

Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing di Piala AFF 2026 ke polisi. Empat pemain timnas masuk radar penyelidikan setelah laga mencurigakan.
15 Ucapan Selamat HUT RI ke-81, Cocok Dikirim ke Grup Chat Kantor

15 Ucapan Selamat HUT RI ke-81, Cocok Dikirim ke Grup Chat Kantor

Kumpulan 15 ucapan selamat HUT RI ke-81 yang profesional dan hangat, cocok dikirim ke grup chat kantor untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026.
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing di Kasus Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing di Kasus Suhardiman Amby

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Juprizal (JUP), Jumat (14/8). Julrizal diperiksa sebagai saksi
Prabowo Sebut Bakal Tutup 790 BUMN: Kita Target Paling Banyak Punya 300

Prabowo Sebut Bakal Tutup 790 BUMN: Kita Target Paling Banyak Punya 300

Prabowo mengaku terkejut bahwa Indonesia ternyata memiliki 1.074 BUMN. Angka tersebut mencakup perusahaan induk, anak, hingga cucu usaha.
Viral Video Seorang Ibu Curhat soal Anak Pulang Pramuka Bajunya Penuh Lumpur: Emang Harus Kaya Gini?

Viral Video Seorang Ibu Curhat soal Anak Pulang Pramuka Bajunya Penuh Lumpur: Emang Harus Kaya Gini?

Beragam video berseliweran di media sosial, salah satunya viral video curhatan seorang ibu, yang mengeluh anaknya kotor sepulang kegiatan pramuka.
Pernah Jadi Korban Spike Megatron, Pemain Andalan Hyundai Hillstate Ungkap Sekeras Apa Pukulan Megawati Hangestri

Pernah Jadi Korban Spike Megatron, Pemain Andalan Hyundai Hillstate Ungkap Sekeras Apa Pukulan Megawati Hangestri

Ujung tombak baru milik Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri, akan memulai petualangan barunya di Liga Voli Korea musim ini bersama tim asal Suwon tersebut.

Trending

Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Nasib berbeda dialami dua sosok penting Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Jordi Cruyff, usai Ajax Amsterdam menghadapi Shelbourne FC di UEFA Conference League.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Sebut BUMN Suka Kerja Seenaknya, Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus Periksa Pejabat Bermasalah

Sebut BUMN Suka Kerja Seenaknya, Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus Periksa Pejabat Bermasalah

Dia menyebut ada beberapa BUMN yang tidak menganggap ada pemerintah. Prabowo mengaku tidak mengerti atas BUMN yang bermasalah tersebut.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
Meski Lolos, Fans Ajax Murka Lihat Penampilan Maarten Paes Cs di UEFA Conference League: Memalukan!

Meski Lolos, Fans Ajax Murka Lihat Penampilan Maarten Paes Cs di UEFA Conference League: Memalukan!

Ajax Amsterdam memastikan tiket ke play-off Conference League 2026/2027. Namun, penampilan Maarten Paes dan kolega justru menuai kritik dari sejumlah suporter.
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT