Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen
- Pixabay
Pengelolaan investasi dilakukan dengan sejumlah pendekatan, antara lain prudent investment, risk-based investment, portfolio optimization, sustainable investing, serta penguatan Asset Liability Management (ALM).
Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan tingkat imbal hasil, sekaligus menyesuaikan portofolio dengan kebutuhan liabilitas perusahaan.
Pada sisi retrosesi, Indonesia Re juga melakukan penyesuaian struktur perlindungan risiko berdasarkan kebutuhan kapasitas, risk appetite, serta kebijakan akseptasi. Perusahaan menyebut penyempurnaan struktur retrosesi non-proporsional dilakukan untuk meningkatkan efisiensi biaya perlindungan terhadap risiko dengan frekuensi rendah tetapi memiliki dampak besar.
Di sepanjang 2025, perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan proportional financial year quota-share pada portofolio Fire & Engineering untuk mendukung pengelolaan modal.
Dari sisi kesehatan keuangan, tingkat solvabilitas Indonesia Re tercatat 133,38% pada 2025. Angka tersebut meningkat tipis dari 132,83% pada 2024 dan menunjukkan posisi permodalan perusahaan masih berada di atas ketentuan yang berlaku.
Penguatan Teknologi dan Data
Transformasi perusahaan sepanjang 2025 juga mencakup aspek teknologi dan pengelolaan data. Indonesia Re melakukan modernisasi pusat data, infrastruktur keamanan, serta memperkuat Security Operations Center (SOC) dan Disaster Recovery Center (DRC).
Perusahaan juga memperbarui platform Human Capital Management System (HCMS), mengembangkan catastrophe modeling melalui Perils Hub, serta melanjutkan pengembangan RIU Connect 2.0.
Penguatan data governance dan kualitas data turut dilakukan untuk mendukung implementasi PSAK 117. Di sisi keamanan informasi dan tata kelola layanan teknologi, Indonesia Re mempertahankan sertifikasi ISO 20000 dan ISO 27001.
Sementara itu, Indonesia Re Institute menjalankan sejumlah program pengembangan kompetensi dan riset yang melibatkan regulator, akademisi, pemerintah, serta pelaku industri. Topik yang dikaji antara lain catastrophe risk, asuransi parametrik, non-medical data analytics, dan penguatan retensi industri asuransi nasional.
Robbi mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kinerja jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis ke depan.
“Transformasi yang kami jalankan bukan hanya berhasil memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia Re menjadi perusahaan reasuransi nasional yang semakin kuat, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi industri, serta terus berbenah dalam aspek layanan kepada mitra dan ceding company sebagai bagian dari transformasi menyeluruh," pungkasnya. (cmi)
Load more