IHSG Kembali ke 6.500, Tapi Langsung Ambruk 1% di Awal Perdagangan
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Sebelumnya, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Ia juga memiliki pengalaman sebagai ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri serta pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pelaku pasar akan mencermati pandangan Destry mengenai arah kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta upaya menjaga aliran modal asing.
Selain agenda tersebut, investor dalam negeri juga memperhatikan perkembangan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Sentimen dari pasar global turut menjadi perhatian dalam perdagangan hari ini. Bursa Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada Rabu di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Investor juga bersikap hati-hati menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting AS, termasuk data inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta pendapatan dan belanja masyarakat.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 tercatat turun 0,5 persen. Indeks Kospi Korea Selatan juga melemah 0,12 persen.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak positif dengan kenaikan 0,34 persen.
Pergerakan pasar Asia dibayangi eskalasi konflik perdagangan AS dan Kanada. Pemerintah Kanada pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap produk-produk AS dengan prinsip dolar untuk dolar.
Kebijakan tersebut menjadi respons terhadap tarif sebesar 50 persen yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Tarif balasan Kanada mencakup lebih dari 700 jenis barang asal AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Produk yang terdampak antara lain anggur, semen hingga tongkat hoki.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Selain konflik dagang, perhatian investor global juga tertuju pada data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) AS periode Juli.
Data PCE menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Perkembangan data ekonomi AS tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar global, termasuk pergerakan pasar saham di kawasan Asia-Pasifik.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pelaku pasar mencermati pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Rabu setelah indeks sempat kembali menembus level 6.500 pada pembukaan, sebelum mengalami tekanan cukup tajam hanya beberapa menit setelah pasar dibuka. (nsp)
Load more