Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp17.695 per Dolar AS di Tengah Penguatan Mata Uang Asia
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026.
Rupiah dibuka di level Rp17.695 per dolar AS, menguat 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.
Penguatan tersebut membuat rupiah bergerak searah dengan mayoritas mata uang kawasan Asia yang juga berada di zona hijau terhadap dolar AS pada perdagangan pagi.
Pergerakan mata uang regional menjadi salah satu perhatian pasar karena penguatan rupiah terjadi ketika sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatat apresiasi terhadap dolar AS.
Mayoritas Mata Uang Asia Berada di Zona Hijau
Sejumlah mata uang negara Asia tercatat menguat pada perdagangan Rabu pagi.
Yuan China naik 0,01 persen terhadap dolar AS. Penguatan juga terjadi pada peso Filipina yang terapresiasi 0,24 persen.
Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang Asia yang mencatat penguatan lebih besar dengan apresiasi 0,34 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,02 persen. Yen Jepang naik 0,17 persen, sedangkan won Korea Selatan terapresiasi tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, dolar Hong Kong menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak berlawanan arah. Mata uang tersebut tercatat melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Dengan demikian, rupiah bersama mayoritas mata uang kawasan Asia masih mampu mempertahankan posisi positif pada perdagangan pagi.
Mata Uang Negara Maju Mayoritas Melemah
Pergerakan berbeda terlihat pada kelompok mata uang utama negara maju. Mayoritas mata uang tersebut justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Euro Eropa tercatat turun 0,08 persen. Poundsterling Inggris juga melemah, meski tipis, sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, dolar Australia bergerak positif dengan penguatan sebesar 0,19 persen terhadap dolar AS.
Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan rupiah pada perdagangan pagi ini berlangsung bersamaan dengan penguatan mayoritas mata uang Asia, sementara sejumlah mata uang utama negara maju justru berada di bawah tekanan dolar AS.
Rupiah Masih Berada di Level Rp17.000-an
Posisi rupiah di level Rp17.695 per dolar AS menunjukkan mata uang Garuda masih berada di kisaran Rp17.000-an terhadap mata uang Amerika Serikat.
Load more