Banggar DPR Soroti Banyak Typo RAPBN 2027, dari Target Pertumbuhan hingga Anggaran MBG
- Dhemas Reviyanto-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti banyaknya kesalahan penulisan angka atau typo dalam dokumen Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Tak hanya kesalahan angka, Banggar DPR juga menemukan sejumlah data sasaran pembangunan yang belum tercantum dalam dokumen RAPBN 2027.
Temuan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Banggar DPR RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy terkait RAPBN 2027, Kamis (27/8/2026).
Banggar Temukan Angka RAPBN Tak Sesuai Paparan Presiden
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan terdapat sejumlah perbedaan angka antara dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang diterima DPR dengan angka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan dan penyampaian Nota Keuangan beserta RAPBN 2027 pada 14 Agustus 2026.
Menurut Said, perbedaan tersebut muncul dalam sejumlah angka penting yang tercantum dalam dokumen.
"Banyak typo memang, bapak presiden menyampaikan pertumbuhan 6% di nota keuangan yang kami terima 5,9%, MBG Rp 480 triliun padahal Rp 240 triliun lampirannya, memang banyak typo-typo," tegas Said dalam rapat kerja tersebut.
Perbedaan angka itu menjadi perhatian Banggar DPR karena dokumen RAPBN menjadi salah satu bahan utama dalam pembahasan anggaran negara bersama pemerintah.
Said pun meminta pemerintah memastikan kembali ketepatan angka dan data yang tercantum dalam dokumen RAPBN 2027 agar tidak menimbulkan kebingungan dalam proses pembahasan.
Data Sasaran Pembangunan Juga Dinilai Belum Lengkap
Selain menemukan perbedaan angka, Banggar DPR menyoroti sejumlah sasaran pembangunan yang dinilai belum ditampilkan secara lengkap dalam dokumen RAPBN 2027.
Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Frederic Palit menyebut beberapa indikator yang belum tercantum tersebut.
Di antaranya adalah tingkat kemiskinan ekstrem, penciptaan lapangan kerja baru, serta nilai tukar petani dan nelayan untuk 2027.
Dolfie meminta pemerintah memperhatikan kembali kelengkapan data tersebut dalam dokumen yang menjadi bahan pembahasan RAPBN.
"Maksudnya jangan salah kelupaan, soalnya sekarang sering salah ketik jadi susah kita," kata Dolfie.
Menurut Dolfie, kelengkapan dan ketepatan data diperlukan agar pembahasan sasaran pembangunan dalam RAPBN 2027 dapat dilakukan secara lebih jelas.
Purbaya Janji Perbaiki Catatan DPR
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mewakili pemerintah dalam rapat tersebut merespons catatan yang disampaikan Banggar DPR.
Purbaya menyatakan pemerintah sepakat untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan dalam dokumen RAPBN 2027.
Ia mengatakan proses pembahasan bersama DPR memang menjadi bagian dari upaya untuk menyempurnakan dokumen dan memperbaiki hal-hal yang masih dinilai kurang.
"Sepakat, nanti kami perbaiki dalam masa diskusi ini, dan memang diskusi ini untuk memperbaiki yang kurang-kurang juga, terima kasih pak," ujar Purbaya.
Dengan respons tersebut, pemerintah akan melakukan perbaikan terhadap catatan yang disampaikan Banggar DPR selama proses pembahasan RAPBN 2027 berlangsung.
Perhatian Banggar terhadap kesalahan penulisan angka dan kelengkapan data menjadi bagian dari pembahasan RAPBN 2027 antara DPR dan pemerintah. Data dan angka dalam dokumen tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam proses penyusunan anggaran negara untuk tahun 2027.
Load more