Dukung MBG, Kadin Siapkan 4 Jurus Perkuat Pasokan Protein dari Hulu hingga Hilir
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ekosistem penyediaan protein nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Protein Kadin Indonesia kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam agenda audiensi yang membahas penguatan ekosistem penyediaan protein nasional.
Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Peternakan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Satgas Protein Kadin, Cecep Muhammad Wahyudin, mengatakan terdapat empat program utama yang disiapkan untuk membangun ekosistem protein yang lebih terintegrasi.
Keempat program tersebut mencakup hilirisasi produk pertanian dan peternakan yang berkaitan dengan protein, desentralisasi ayam petelur, pengembangan kawasan sapi perah, serta digitalisasi sistem dari hulu hingga hilir.
Empat Program Satgas Protein Kadin
Cecep menjelaskan program pertama adalah mendorong hilirisasi terhadap produk-produk hasil pertanian dan peternakan yang berkaitan dengan protein.
Program kedua berupa desentralisasi ayam petelur. Selanjutnya, Kadin mendorong pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia.
Program keempat adalah digitalisasi sistem yang mencakup seluruh rantai dari sektor hulu hingga hilir.
“Ketiga, pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia. Keempat, digitalisasi sistem dari hulu sampai dengan hilir,” kata Cecep dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Cecep, program tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem protein yang lebih terintegrasi. Pengembangannya juga diharapkan melibatkan masyarakat serta pelaku usaha yang berada di berbagai daerah.
Kadin Bertemu Mentan Amran
Cecep bersama WKU Bidang Pertanian Kadin Indonesia sekaligus Wakil Ketua Hubungan Kerja Sama Internal Satgas Protein, Devi Erna Rachmawati, menyampaikan program tersebut saat melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan ekosistem penyediaan protein nasional. Salah satu fokusnya adalah memastikan kebutuhan protein untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Dalam pertemuan tersebut, Kadin Indonesia juga menyampaikan sejumlah bentuk kerja sama yang dinilai dapat segera dikonkretkan bersama Kementerian Pertanian RI.
Salah satu usulan berkaitan dengan pemanfaatan alokasi 3 persen Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk alat dan mesin pertanian (Alsintan) bagi klaster atau ekosistem usaha yang mendukung rantai pasok protein.
“Kita mengajukan 3 persen KUR Alsintan itu untuk klasternya dimasukkan. Karena ini akan melibatkan masyarakat, itu menjadi bagian daripada satu ekosistem supply chain,” ujar Cecep.
Pengembangan Sapi Perah Jadi Perhatian
Selain penguatan pembiayaan untuk klaster usaha, Kadin Indonesia mendorong percepatan pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Kadin berharap pemerintah memberikan sejumlah kemudahan, terutama dalam proses importasi dan akses pembiayaan.
Kadin mengusulkan agar pembiayaan dapat diberikan melalui skema kredit yang lebih lunak dengan jangka waktu yang lebih panjang.
Menurut Kadin, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat pengembangan kawasan sapi perah sekaligus membangun ekosistem penyediaan protein yang berkelanjutan.
Pengembangan kawasan sapi perah menjadi salah satu bagian dari empat program utama Satgas Protein Kadin yang disampaikan kepada Kementerian Pertanian.
Kadin Dorong Kepastian Off-taker
Kadin Indonesia juga menilai keberadaan off-taker yang terjamin menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem protein yang berkelanjutan.
Kepastian off-taker dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok protein yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.
Dalam konteks pelaksanaan MBG, Kadin berharap Kementerian Pertanian dapat membuka ruang kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kadin melihat BGN memiliki posisi sebagai salah satu off-taker terbesar dalam ekosistem MBG sehingga kerja sama dengan lembaga tersebut dinilai dapat mendukung terbentuknya rantai pasok protein yang lebih terintegrasi.
“Kita ingin ada off-taker yang terjamin. Harapannya Kementan bisa membuka wacana untuk kolaborasi dengan BGN sebagai off-taker yang hari ini paling besar,” ujar Cecep.
Melalui empat program tersebut, Kadin Indonesia mendorong penguatan ekosistem protein dari hulu hingga hilir. Mulai dari hilirisasi produk pertanian dan peternakan, desentralisasi ayam petelur, pengembangan kawasan sapi perah, hingga digitalisasi sistem rantai pasok.
Penguatan ekosistem tersebut diarahkan untuk melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah sekaligus mendukung kebutuhan protein dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Load more