Dolar AS Kembali Jadi Raja, Yen Tertekan Dekati 160 dan Harga Minyak Melesat
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Selisih Suku Bunga Jadi Tekanan Yen
Meski demikian, perbedaan kebijakan moneter masih menjadi persoalan bagi yen. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun kembali mencapai level tertinggi sejak 1996.
Sejumlah analis menilai Bank of Japan mungkin membutuhkan serangkaian kenaikan suku bunga untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap yen. Pasar juga memberikan probabilitas tinggi terhadap kenaikan suku bunga BOJ pada September.
Naka Matsuzawa dari Nomura mengatakan perhatian utama terhadap USD/JPY adalah kapan faktor penggerak pasangan tersebut bergeser dari level langsung imbal hasil obligasi pemerintah AS menuju selisih imbal hasil obligasi AS dan Jepang.
Kembalinya perusahaan asuransi jiwa Jepang ke pasar obligasi domestik juga dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan USD/JPY.
Dolar Australia hingga Won Bergerak Beragam
Pergerakan dolar AS terhadap mata uang Asia dan kawasan sekitarnya juga berlangsung beragam.
Pasangan USD/AUD naik 0,1% menjadi sekitar US$0,7163. Sementara pasangan USD/SGD turun 0,13%.
Pasangan USD/KRW relatif datar di sekitar 1.373,23. Adapun pasangan USD/INR dibuka 0,1% lebih tinggi.
Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan dolar AS masih menjadi salah satu perhatian utama pasar valuta asing regional pada awal pekan.
Yuan Stabil, PMI China Masih di Bawah 50
Yuan China relatif stabil meski data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada di zona kontraksi.
Pasangan USD/CNY onshore berada di sekitar 6,7207, sedangkan USD/CNH offshore berada di dekat 6,7217.
Indeks Manajer Pembelian atau PMI manufaktur resmi China naik menjadi 49,8 pada Agustus dari 49,2 pada Juli. Angka tersebut lebih baik dari ekspektasi 49,6, tetapi masih berada di bawah level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi.
Sementara itu, PMI non-manufaktur China tetap berada di level 49,0.
Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran Jadi Perhatian
Tekanan terhadap mata uang Asia juga datang dari kenaikan harga minyak dunia.
Kontrak berjangka Brent naik 2,8% menjadi US$90,60 per barel setelah pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak.
Iran kemudian melakukan serangan terhadap pasukan AS di Yordania. Perkembangan tersebut menimbulkan kembali keraguan terhadap prospek tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Load more