News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BI Ramal Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6% pada 2027, Rupiah Dipatok Rp17.300-Rp17.800 per Dolar AS

BI memproyeksikan ekonomi RI tumbuh 5,2-6% pada 2027, dengan inflasi 1,5-3,5% dan rupiah Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS.
Selasa, 1 September 2026 - 14:35 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) meyakini perekonomian nasional masih memiliki ruang untuk tumbuh tinggi pada 2027, meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian. BI juga memperkirakan nilai tukar rupiah tetap berada dalam kondisi stabil di tengah gejolak pasar keuangan dunia.

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan proyeksi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Destry, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 diperkirakan meningkat dibandingkan proyeksi pertumbuhan pada 2026. BI memperkirakan ekonomi nasional dapat tumbuh hingga 6 persen pada tahun tersebut.

"Pada tahun 2026 Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, sementara di 2027 Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat dalam kisaran 5,2 persen hingga 6 persen," ungkap Destry.

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2027

Dalam pemaparannya, Destry menyampaikan sejumlah indikator ekonomi yang menjadi perkiraan BI untuk 2027. Selain pertumbuhan ekonomi, BI turut memperkirakan kondisi inflasi dan nilai tukar rupiah.

Proyeksi tersebut meliputi:

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,2-6 persen

  • Inflasi: 1,5-3,5 persen

  • Nilai tukar rupiah: Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS

Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2027 tersebut menunjukkan keyakinan BI bahwa ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh tinggi meskipun menghadapi tekanan dari kondisi perekonomian global.

Sementara itu, proyeksi nilai tukar menunjukkan rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Ekonomi Global Masih Lemah

Di sisi lain, Destry melihat kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan. Pertumbuhan ekonomi dunia dinilai masih cenderung lemah, sementara ketidakpastian di pasar keuangan global tetap tinggi.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026. Kondisi tersebut disebut mengancam interim deal yang sebelumnya dilakukan pada pertengahan Juni 2026.

"Akibatnya, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2026 akan tetap lemah sebesar 3%, penurunan terjadi baik di negara emerging market yang melambat menjadi sebesar 3,9%, maupun negara maju yang hanya tumbuh diperkirakan sebesar 1,7%," terang Destry.

Berdasarkan proyeksi tersebut, pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan berada di level 3 persen. Perlambatan diperkirakan terjadi baik pada negara berkembang maupun negara maju.

Pertumbuhan negara emerging market diperkirakan melambat menjadi 3,9 persen. Sementara itu, negara maju diperkirakan hanya mencatat pertumbuhan sebesar 1,7 persen.

Harga Minyak dan Inflasi Jadi Perhatian

Selain ketegangan geopolitik, harga minyak mentah juga menjadi perhatian BI. Destry menyebut harga minyak mentah masih akan berada pada level tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan inflasi. Dengan demikian, perkembangan harga komoditas energi menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi perekonomian global dan nasional.

Di tengah kondisi tersebut, pasar keuangan global juga masih menghadapi tekanan. Indeks Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang negara maju atau DXY disebut tetap menguat.

Penguatan tersebut terjadi seiring dengan masih tingginya suku bunga di Amerika Serikat. Kondisi suku bunga tersebut turut mendorong perpindahan modal dari negara berkembang menuju Amerika Serikat.

Rupiah Hadapi Tekanan dari Dolar AS

Penguatan dolar AS dan arus modal keluar dari negara berkembang memberikan tekanan terhadap mata uang di berbagai negara. Indonesia juga menghadapi kondisi serupa melalui tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Seluruh kondisi ini memberikan tekanan pelemahan nilai tukar hampir seluruh mata uang dunia, dengan tekanan yang lebih besar pada mata uang negara emerging market termasuk Indonesia," ujarnya.

Menurut Destry, tekanan tersebut tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga hampir seluruh mata uang dunia. Namun, tekanan pelemahan cenderung lebih besar dirasakan oleh mata uang negara-negara emerging market.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, BI masih memperkirakan rupiah berada dalam kisaran Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS pada 2027. Pada saat yang sama, bank sentral tetap melihat perekonomian Indonesia memiliki kemampuan untuk tumbuh lebih tinggi, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,2 persen hingga 6 persen.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari

Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari

Kilang LPG Cilamaya di Karawang mulai beroperasi dengan kapasitas 52.800 ton per tahun. Simak potensi produksi dan dampaknya terhadap ketergantungan impor LPG
Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) bersiap menggelar Lokakarya Kaderisasi Nasional di Bandar Lampung pada 26 Oktober hingga 1
BREAKING
NEWS
3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten periode 2025–2030 Hamenang Wajar Ismoyo (HWI) dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luth
Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Di tengah tuntutan dunia usaha yang semakin dinamis, kemampuan menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, seperti negosiasi, mediasi, dan arbitrase—kini menjadi skill krusial bagi para profesional hukum. 
Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung
Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Masa depan Christian Comotto di AC Milan menjadi perhatian jelang bursa transfer Januari. Minimnya menit bermain membuat sang wonderkid berpotensi angkat kaki.

Trending

Bursa Transfer AC Milan: Bikin Rossoneri Gigit Jari, Wonderkid yang Gagal Dibeli Malah Kian Bersinar dan Harganya Melambung di Eropa

Bursa Transfer AC Milan: Bikin Rossoneri Gigit Jari, Wonderkid yang Gagal Dibeli Malah Kian Bersinar dan Harganya Melambung di Eropa

AC Milan bakal menyesal usai gagal merekrut Issa Doumbia pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang muda itu kini menjadi sorotan bersama Sporting CP.
Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana Rp148 Miliar Buat Beli Saham Rp30,98 M

Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana Rp148 Miliar Buat Beli Saham Rp30,98 M

Penyidikan skandal korupsi penggunaan dana siap pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluas ke sektor pasar modal.
3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten periode 2025–2030 Hamenang Wajar Ismoyo (HWI) dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luth
Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung
Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Masa depan Christian Comotto di AC Milan menjadi perhatian jelang bursa transfer Januari. Minimnya menit bermain membuat sang wonderkid berpotensi angkat kaki.
iPhone 18 Pro Harganya Tembus Rp58 Juta dan Bikin Melongo, Sebanding dengan UMR Jakarta?

iPhone 18 Pro Harganya Tembus Rp58 Juta dan Bikin Melongo, Sebanding dengan UMR Jakarta?

iPhone 18 Pro Series resmi dijual di Indonesia pada 16 Oktober 2026. Harga mulai Rp27,49 juta, setara hampir lima kali UMP Jakarta 2026. Worth it untuk konten
Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Di tengah tuntutan dunia usaha yang semakin dinamis, kemampuan menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, seperti negosiasi, mediasi, dan arbitrase—kini menjadi skill krusial bagi para profesional hukum. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT