OJK bersama TASPEN dan Lembaga Sektor Dana Pensiun lainnya Selenggarakan Kick Off Event Bulan Dana Pensiun
- TASPEN
Jakarta, tvOnenews.com – PT TASPEN (Persero) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencanangkan Bulan Dana Pensiun Indonesia melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Area Pedestrian FX Sudirman, Jakarta, Minggu (6/9) lalu. Mengusung tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”, pencanangan ini menjadi momentum awal penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun Indonesia.
Kegiatan ini dibuka secara seremonial oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi; Direktur Operasional TASPEN, Tribuna Phitera Djaja; Direktur Perencanaan dan Aktuaria TASPEN, Ibnu Hasyim; Direktur Keuangan TASPEN, Elamber Sinaga; serta perwakilan berbagai instansi dan pemangku kepentingan sektor dana pensiun, antara lain PT ASABRI (Persero), BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), serta Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK).
Dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, pencanangan perdana ini menjadi langkah awal dalam membangun momentum bersama untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan masa pensiun sejak usia produktif.
Corporate Secretary TASPEN, Henra, mengatakan bahwa perencanaan pensiun perlu menjadi bagian dari perencanaan kehidupan yang dilakukan sejak usia produktif. Menurutnya, persiapan yang dilakukan lebih awal memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mempersiapkan perencanaan pensiun yang lebih matang.
“Saat dalam masa produktif, kita memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang ingin kita jalani, termasuk mempersiapkan masa pensiun. Karena itu, pensiun sebaiknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang baru dipikirkan ketika masa kerja berakhir, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu direncanakan sejak sekarang. Melalui Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak usia produktif, agar dapat menjalani masa pensiun dengan lebih tenang dan bahagia,” ujar Henra, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan Kick Off Bulan Dana Pensiun di Jakarta menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif bagi para pengunjung, mulai dari senam sehat dan zumba bersama Liza Natalia, berbagai booth interaktif dari TASPEN Group, OJK, ADPLK/ADPI, ASABRI, dan BPJS Ketenagakerjaan, talkshow bersama Prita Ghozie dengan topik “Pensiun Bukan Lagi Pilihan, tapi Kebutuhan untuk Nyaman di Hari Nanti”, hingga kuis, serta pembagian doorprize menarik. Tak hanya di Jakarta, Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026 juga dilaksanakan secara serentak di Bandung dan Semarang.
Setelah pelaksanaan perdana pada 2026 ini, Bulan Dana Pensiun Indonesia akan ditetapkan sebagai momentum tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Juli, yang didasari dari penyelenggaraan Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri yang pertama kali dilaksanakan pada tanggal 24-26 Juli 1960. Disamping itu, BPJS Ketenagakerjaan juga pertama kali menjalankan program Jaminan Pensiun pada tanggal 1 Juli 2015.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 akan diisi dengan berbagai program edukasi dan literasi, termasuk talkshow di Universitas Sumatera Utara serta rangkaian kegiatan lainnya di berbagai daerah.
Puncak Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 akan ditandai dengan pelaksanaan Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 yang menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan sektor dana pensiun sekaligus memperkuat ekosistem dana pensiun nasional.
Dukungan TASPEN terhadap pelaksanaan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mendorong penguatan sistem perlindungan sosial yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai Center of Excellence dalam penyelenggaraan jaminan sosial bagi ASN dan Pejabat Negara, TASPEN terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi, menghadirkan inovasi layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung terwujudnya ekosistem dana pensiun yang semakin inklusif dan berkelanjutan. (rpi)
Load more