News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jaga Momentum Pertumbuhan, Ini Strategi Telkom Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital

Telkom melakukan delayering bisnis ke dalam lima segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary.
Senin, 7 September 2026 - 16:39 WIB
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memaparkan perkembangan transformasi TelkomGroup melalui empat pilar strategis TLKM 30.
Sumber :
  • Telkom

Jakarta, tvOnenews.com – Transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memberikan sinyal positif terhadap penguatan fundamental guna menciptakan nilai jangka panjang dan membangun Telkom sebagai digital telco yang semakin kompetitif.

Pada kegiatan Public Expose Live 2026 yang berlangsung secara online, Senin (7/9), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berkesempatan untuk memaparkan perkembangan transformasi TelkomGroup melalui empat pilar strategis TLKM 30, yakni operational & service excellence, streamlining, unlocking value, serta modus-operandi shift.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Turut hadir dalam agenda tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Veranita Yosephine, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan, yang turut memaparkan kinerja Semester I 2026 serta arah perseroan dalam mengeksekusi transformasi untuk mencapai target pertumbuhan optimal pada tahun ini.

Transformasi TLKM 30 dijalankan salah satunya untuk membangun struktur bisnis TelkomGroup yang lebih fokus, dengan visibilitas kinerja dan akuntabilitas yang semakin jelas. Hal tersebut dilakukan melalui penyederhanaan organisasi, pengurangan tumpang tindih bisnis, serta penguatan pengelolaan dan pelaporan berbasis segmen.

Saat ini, Telkom melakukan delayering bisnis ke dalam lima segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary. Langkah ini merupakan bagian dari transisi menuju model Strategic Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo) yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada value creation.

“Sebagai bagian dari implementasi TLKM 30, delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas dan yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis. Kami juga dapat mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dan tepat, termasuk dalam menentukan ke mana resource dan capital perlu diarahkan. Ini menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk tumbuh lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar ke depan,” ujar Dian.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra, memaparkan kinerja perseroan. Hingga paruh pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% YoY.

Sementara EBITDA tercatat meningkat 3.8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%, dan laba bersih tumbuh 1.4% YoY mencapai Rp10,6 triliun. Secara ternormalisasi, laba bersih mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY. Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler serta disiplin operasional di TelkomGroup.

Di sisi efisiensi, Telkom terus memperkuat disiplin biaya dan alokasi modal untuk memastikan penerapan spesifikasi yang lebih tepat guna.

Lebih dari 94% CAPEX dialokasikan untuk bisnis inti pada segmen B2C dan B2B Infrastructure, investasi Perseroan tetap terarah pada area yang memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan jangka panjang.

“Secara keseluruhan, hasil Semester I menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Kami juga melihat perkembangan yang semakin baik pada profitabilitas, khususnya pada kuartal kedua. Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk mendukung pencapaian target profitabilitas sepanjang tahun,” pungkas Angelo.

Sejalan dengan hal tersebut, Telkom terus mengoptimalkan kekuatan infrastruktur digital sebagai salah satu sumber value creation terbesar. Pada segmen B2B Infrastructure, InfraNexia diarahkan menjadi neutral carrier yang melayani kebutuhan ekosistem TelkomGroup sekaligus membuka ruang pertumbuhan dari pelanggan eksternal.

Telkom saat ini mempersiapkan spin-off tahap dua yang diharapkan rampung pada kuartal III 2026 agar InfraNexia dapat sepenuhnya beroperasi sebagai entitas utama yang menggarap bisnis wholesale connectivity TelkomGroup dan menyerap potensi lebih besar.

Optimalisasi juga dilakukan pada bisnis data center. Pada Semester I 2026, pendapatan NeutraDC mencapai Rp867 miliar atau tumbuh 11% YoY, dengan total kapasitas efektif mencapai 49,9 MW.

Permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center (HDC) tetap kuat, ditandai dengan okupansi HDC Cikarang yang mencapai 96%, sementara HDC Batam ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW. NeutraDC juga akan terus menambah kapasitas secara disiplin melalui pertumbuhan organik dan strategic partnership.

Area prioritas pada segmen B2B ICT tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada periode ini. Hal tersebut tercermin dari pendapatan SME yang tumbuh 11,5% dan jumlah pelanggan IndiBiz yang meningkat 11,7% menjadi 756 ribu. Penguatan bisnis enterprise juga terus dilakukan untuk menangkap potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital.

Salah satunya melalui rencana pengambilalihan 100% Digiserve yang akan memperkuat kapabilitas B2B ICT Telkom dalam menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan di berbagai sektor.

Di segmen B2C, Telkomsel melanjutkan momentum pertumbuhan di tengah dinamika makroekonomi dan iklim kompetisi yang terus berkembang. Pendapatan tumbuh 5,3% secara tahunan menjadi Rp28,0 triliun, sementara EBITDA meningkat 10,3% dan laba bersih tumbuh 24,9%.

Perbaikan kinerja juga tercermin dari ARPU mobile yang meningkat 11,6% secara tahunan menjadi Rp46 ribu, di tengah basis pelanggan yang lebih terkonsolidasi. Kinerja tersebut mencerminkan fokus Telkomsel untuk membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta efisiensi operasional, sekaligus menjaga fundamental keuangan yang sehat.
 
Telkomsel juga terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui tambahan 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, sehingga total portofolio spektrum meningkat menjadi 265 MHz. Tambahan spektrum tersebut akan memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, mendukung pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan.

Pemanfaatannya akan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal, produktivitas spektrum, dan visibilitas terhadap imbal hasil, untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas jaringan, dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, “Kami tetap berfokus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta disiplin investasi. Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G.

Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.”

Optimistis Jaga Pertumbuhan dan Profitabilitas 2026

Memasuki semester kedua, Telkom akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui monetisasi mobile data, perbaikan fixed broadband, efisiensi biaya, dan akselerasi transformasi TLKM 30.

Berdasarkan pencapaian Semester I, Perseroan tetap mempertahankan guidance kinerja 2026 dengan target pertumbuhan normalized revenue sebesar 1–3% dan margin EBITDA di atas 50%. Pada kuartal II 2026, margin EBITDA Telkom juga telah kembali berada di atas 50%, menunjukkan perbaikan secara kuartalan.

“Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, kami yakin Telkom berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target 2026. Fokusnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan disiplin modal. Kami ingin memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak yang semakin nyata terhadap kinerja dan pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi stakeholders, dengan tetap memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Angelo.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia

Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia

PBVSI mengambil langkah mengejutkan dengan melakukan perubahan mendadak pada posisi pelatih Timnas Voli Indonesia menjelang gelaran AVC Men's Cup 2026 lalu.
Viral Keributan Antar Kelompok Buat Geger Pengunjung di Mal Bekasi, Polisi: Dipicu SPG Digoda

Viral Keributan Antar Kelompok Buat Geger Pengunjung di Mal Bekasi, Polisi: Dipicu SPG Digoda

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan aksi keributan diduga antar kelompok pekerja di salah satu mal yang terletak di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Mitchell Baker Bisa Bela Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2027?

Mitchell Baker Bisa Bela Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2027?

Mitchell Baker menjadi sorotan usai tampil tajam bersama Timnas Indonesia. Lantas, bisakah striker 19 tahun itu membela Garuda Nusantara di Piala Asia U-20 2027?
Polda Sumsel Gencarkan Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Banyuasin, Polres Banyuasin: Sisa 10 Hektare

Polda Sumsel Gencarkan Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Banyuasin, Polres Banyuasin: Sisa 10 Hektare

Dari luas lahan terbakar mencapai 26,5 hektare, sebanyak 16,5 hektare telah berhasil dipadamkan Polda Sumsel, sementara sekitar 10 hektare masih dalam proses penanganan.
Rangkaian Amalan Rasulullah Saat Terbangun Malam, Amalkan Perbuatan ini Sebelum Shalat Tahajud

Rangkaian Amalan Rasulullah Saat Terbangun Malam, Amalkan Perbuatan ini Sebelum Shalat Tahajud

Terbangun secara tiba-tiba di tengah malam, baik akibat mimpi buruk maupun suara keras, kerap dialami banyak orang. Sebaiknya lakukan amalan ajaran Rasulullah
Febrie Adriansyah Dipanggil Lagi Kejagung Hari Ini, Kuasa Hukum Soroti Dasar Penetapan Tersangka

Febrie Adriansyah Dipanggil Lagi Kejagung Hari Ini, Kuasa Hukum Soroti Dasar Penetapan Tersangka

Febrie Adriansyah kembali dipanggil Kejagung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU terkait penanganan perkara PT Asabri dan Jiwasraya.

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT