ICA-CEPA Masuk Tahap Implementasi, Airlangga Bidik Lonjakan Ekspor RI ke Kanada hingga US$11,8 Miliar
- Kemenko Perekonomian
Pemerintah melihat Indonesia dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi Kanada untuk memperluas keterlibatan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik dan membangun jaringan perdagangan yang lebih luas dengan negara-negara ASEAN.
Karena itu, tantangan terbesar kini bukan lagi sekadar menyelesaikan perjanjian, melainkan memastikan pelaku usaha mampu memanfaatkan akses pasar yang telah dibuka.
Airlangga dan Maninder Sidhu sepakat untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang berpotensi menghambat implementasi ICA-CEPA.
Tantangan tersebut mencakup penyesuaian persyaratan standardisasi, praktik keberlanjutan dan ketenagakerjaan, peningkatan kapasitas UMKM, hingga penguatan infrastruktur logistik dan fasilitasi perdagangan Indonesia.
Pemerintah menilai aspek tersebut menjadi penting agar penurunan tarif tidak hanya menghasilkan keuntungan di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diterjemahkan menjadi peningkatan ekspor dan peluang usaha bagi pelaku ekonomi di kedua negara.
Ke depan, kedua negara akan memusatkan kerja sama pada langkah-langkah konkret untuk menjalankan ICA-CEPA. Salah satu fokusnya adalah mempercepat dialog mengenai kerja sama mineral kritis serta memperkuat kerja sama teknis ekonomi.
“Pertemuan hari ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Kanada untuk memastikan ICA-CEPA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara,” tutup Airlangga.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Pambudi, serta Konsul Jenderal Indonesia di Toronto Vevie Damayanti. (agr/nsi)
Load more